Anton Bahtiar Rifa’i
Hari Minggu (28/9) lalu, program Liputan 6 Pagi SCTV menayangkan perbincangan tentang film Kantata Takwa, dengan menghadirkan sutradara Eros Djarot dan personel Kantata Takwa, Yockie Suryoprayogo. Sayang sekali, personel Kantata Takwa lainnya, Iwan Fals, Sawung Jabo, WS Rendra, dan Setiawan Djody, tidak bisa hadir di studio. Djody sedang berada di Singapura, sementara Jabo sedang di Australia. Film Kantata Takwa merupakan film semi dokumenter yang merekam perjalanan konser Kantata Takwa di tahun 1990-an. Film yang disutradarai Eros Djarot dan Gotot Prakosa ini baru dirilis pekan lalu, setelah penggarapannya sempat terhenti selama 18 tahun.
Ketika menyiapkan materi untuk tayangan dialog tersebut, ingatan saya melayang ke masa 18 tahun silam. Ketika itu, saya masih remaja belasan tahun. Saya dan teman-teman pada masa itu merasakan luapan gegap gempita ketika sekelompok seniman yang tergabung dalam Swami, kemudian bermetamorfosa menjadi Kantata Takwa, hadir mengobarkan suatu semangat baru. Dengan Kantata Takwa, kami tak sekadar menikmati musik dan nyanyian. Kami juga merasa mendapat suntikan semangat dan keyakinan. Generasi kami kala itu memang hidup dalam suatu zaman, ketika arti demokrasi dan kebebasan terasa hambar. Selengkapnya »


