Wednesday, April 16, 2014

Les Miserables

August - 26 - 2008
les-miserables

Victor Hugo, Bentang Pustaka, 2007, 616 halaman

Miko Toro

Sudah lama saya dengar nama besar Les Miserables karya Victor Hugo. Tapi tak pernah saya tergerak menyentuh karya ini. Pikir saya, apa sih menariknya? Peninggalan abad 19, pasti ketinggalan zaman, dan tidak lagi relevan.

Tapi saya salah besar. Saya temukan, Les Miserables relevan untuk zaman ini, dan mungkin untuk semua zaman. Saya temukan, Victor Hugo memang bukan nama kosong. Membaca Les Miserables (Yang Menderita) membuat saya betul-betul menderita. Membuat saya ingin berhenti membaca, sekaligus meneruskan membaca. Membingungkan, menghanyutkan, dan menggetarkan.

Tapi sekali lagi, kenapa kita tiba-tiba perlu membaca karya ini? Kenapa sekarang? Harus saya akui, memang tak ada alasan khusus untuk itu, selain bahwa karya ini sekarang tersedia dalam bahasa Indonesia, dari penerbit Bentang. Hanya saya percaya, karya-karya tertentu, seperti Les ini, layak dinikmati kapan saja.

Baca selengkapnya di sini.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

1 Komentar pada “Les Miserables”

  1. Marlina Yulianti says:

    victor Hugo dengan cerdas mengungkap realita hidup, permasalahan sosial yg tdk hanya terjadi di negaranya tp juga disebagian besar negara2 di dunia.

Tinggalkan Komentar