Wednesday, May 22, 2013

Billy Soemawisastra

Tampaknya sudah mulai terjadi pergeseran cita-cita di kalangan anak-anak Indonesia dan para orangtuanya, sekarang ini. Jika dulu, umumnya orangtua mencita-citakan anak-anaknya menjadi dokter atau insinyur, kini tak sedikit di antara mereka yang kepingin anaknya menjadi presenter televisi. Tak peduli apakah presenter berita atau presenter hiburan. Yang penting, tampil terkenal menjadi selebritis televisi.

Gejala ini terlihat sewaktu Liputan 6 SCTV menggelar acara Presenter Cilik selama sebulan penuh, sebagai bagian dari acara Dino’s Live atau Summer Holiday with SCTV and Dinosaurus, di Plaza Tenggara Senayan, Jakarta, 21 Juni hingga 20 Juli 2008. Acara ini terbuka untuk umum, terutama anak-anak, pengunjung Dino’s Live. Dengan hanya membayar Rp30 ribu per orang, anak-anak itu bisa tampil seperti presenter beneran. Membaca berita melalui teleprompter di depan kamera.

Aksi mereka di depan kamera selama sekitar lima menit ini, direkam ke dalam keping DVD. Hasil rekaman ini bisa mereka bawa pulang sebagai kenang-kenangan. Sebelum direkam, para petugas magang dari SCTV akan membimbing mereka bagaimana cara membaca teleprompter.

Karena peserta acara presenter cilik ini tidak dibatasi usia, tak jarang tampil pula anak-anak yang masih balita (di bawah lima tahun) atau bahkan batita (di bawah tiga tahun), yang umumnya belum bisa membaca. Untuk anak-anak yang belum bisa membaca, para petugas harus bekerja ekstra keras menuntun mereka melafalkan kalimat-kalimat pengantar berita, kata demi kata, sambil direkam.

Maklum, acara ini memang dirancang layaknya siaran berita televisi yang sebenarnya. Presenter membacakan lead atau pengantar berita, lalu paket berita yang sudah direkam ditayangkan, setelah itu membaca pengantar berita berikutnya. Ada tiga paket berita yang disiapkan untuk itu. Pura-puranya mereka sedang live dalam siaran Liputan 6 Terkini.

Minat pengunjung untuk mengikuti acara presenter cilik ini di luar dugaan. Penyelenggara terpaksa membatasi peminat paling banyak 60 peserta per hari, untuk Sabtu dan Minggu, dan 35 orang per hari untuk Senin hingga Jum’at. Dengan 35 orang per hari, para petugas masih bisa beristirahat untuk makan siang. Tapi dengan 60 orang per hari, para petugas tidak akan beristirahat selama 10 jam. Karena untuk setiap peserta, mulai dari persiapan sampai finalisasi DVD, dibutuhkan waktu sedikitnya 10 menit.

Para peserta yang sudah mendaftar rela menunggu berjam-jam untuk mendapat giliran shooting. Dalam beberapa kasus, meski kami sudah menutup pendaftaran, tak jarang ada orangtua anak-anak yang memaksa atau menghiba-hiba agar anaknya diikutsertakan. Atau, anaknya menangis karena ingin tampil di depan kamera.

Banyak alasan yang mereka kemukakan. Misalnya, mereka datang dari daerah yang sangat jauh dari Jakarta, dan ini merupakan satu-satunya kesempatan. Sebab besok mereka harus pulang ke daerahnya dengan penerbangan yang paling pagi. Untuk kasus-kasus seperti ini, kami mengalah, walau acara Dino’s Live sudah tutup untuk hari itu. Maka jadilah kami booth di Dino’s Live yang bubar paling akhir.

Keinginan untuk tampil dalam acara Presenter Cilik, tidak selalu datang dari anak-anak. Para orangtua justeru memegang peranan yang paling besar. Banyak di antara para orangtua ini yang membujuk anak-anaknya untuk tampil. Bahkan ada yang dengan cara memaksa, meski anaknya tidak mau. Tentu saja sebagian besar keiikutsertaan dalam acara ini, muncul dari anak-anak, yang memang bercita-cita menjadi presenter televisi.

Maka tampillah mereka di depan kamera, dengan berbagai gaya. Ada yang tampil serius layaknya presenter berita. Ada yang bergenit-genit sepeti presenter infotainment atau presenter hiburan. Umumnya mereka puas, karena telah berhasil tampil di “layar televisi”. Tidak usah dijelaskan bagaimana cara mereka melafalkan berita. Sebagai anak-anak yang belum terlatih, kualitas mereka masih jauh di bawah standar. Tetapi minat mereka, antusiasme mereka, sungguh luar biasa.

Dalam beberapa obrolan dengan para orangtua peserta, tertangkap kesan bahwa mereka umumnya kepingin anaknya menjadi presenter televisi, bila sudah dewasa kelak. Begitu pula anak-anaknya. Tak sedikit yang mengira bahwa acara Presenter Cilik tersebut adalah semacam audisi untuk rekruitmen presenter, dan terlihat kecewa setelah dijelaskan bahwa acara ini hanya sekedar ajang untuk menghibur anak-anak.

Minat yang sangat besar ini, sedikit banyak membuktikan bahwa profesi presenter televisi telah menjadi impian banyak orang. Jangan-jangan memang telah terjadi semacam pergeseran cita-cita, dari dokter atau insinyur, menjadi presenter televisi. Apalagi memang sudah banyak contoh, adanya dokter atau insinyur yang beralih profesi menjadi presenter televisi. Mungkin inilah yang disebut sebagai keberhasilan “sihir televisi”. Begitulah.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

24 Komentar pada “Cita-cita: Menjadi Presenter Televisi”

  1. yudios says:

    Orang tua merespon minat anaknya. Memberikan gambaran yang jelas akan cita-cita sang anak akan menjadi tuntunan berfikir dan membentuk pola fikir anak dalam perkembangan jiwanya. Persepsi yang terbentuk di fikiran anak akan mengarahkannya kepada minat dan arah prestasinya.
    Televisi merupakan salah satu sarana yang banyak mempengaruhi perkembangan jiwa anak. jadi tidak menutup kemungkinan pergeseran cita-cita itu terjadi di kalangan anak-anak.

  2. torasham says:

    mungkin karena emang Indonesia mengalami pergeseran di semua lini kehidupan..

  3. ragil dwi saputra says:

    aku juga memiliki cita-cita sebagai pembawa acara berita mungkin di LIPUTAN 6.
    AMIN……………..

  4. tak.ada.yang.baru says:

    tidak ada yang baru dari hal ini.
    banyak orang disilaukan oleh lampu sorot dan kamera.
    menganggap hebat masuk televisi, serasa menjadi selebriti…
    kita semua tahu acara televisi sekarang ini seperti apa.

  5. krisna says:

    aku juga pingin jadi reporter televisi, terutama reporter jalan-jalan ke nusantara atau luar negeri. bagaimana ya caranya????????????? syukur2 diterima di liputan6

  6. hera says:

    sejak kuliah dulu aku kepengen pembawa acara untuk wisata. jadi bisa keliling nusantara.sampe aku kuliah ambil ilmu komunikasi ;) )

  7. dee says:

    aq ingiiiiiiiiiin jadi pembawa acara di televisi,,,,
    terutama pembaca berita, anggun,,,,

  8. dulunya, aku bercita-cita jadi presenter televisi. tapi sudah terlambat kalik. terakhir, aku jadi pengasuh portal kebatinan dan metafisika

  9. Christin Rismauli Silalahi says:

    Perkenalkan, nama saya Christin Rismauli Silalahi. Sekarang saya kuliah di jurusan psikologi dan sedang menyelesaikan skripsi. Ketertarikan saya di bidang Public speaking timbul saat saya diminta mengisi sebuah acara inagurasi waktu itu saya semester satu. Lama-lama keinginan untuk menghibur orang lain menjadi bertambah-tambah sejak saya bergabung di dalam pelatihan-pelatihan psikologik. Mulai ditawari membawakan acara kecil-kecilan oleh dosen, dan rekan-rekan kerja akhirnya membuat saya bercita-cita menjadi presenter. dengan tidak lupa selalu berlatih berbicara, melatih kemampuan berbahasa inggris, dan meningkatkan kepercayaan diri juga hal yang penting yang harus diperhatikan.Adakah jalan saya untuk menggapai cita-cita saya itu. Seseorang telah memberikan inspirasi yakni Rosiana Silalahi, dia adalah seorang pembawa acara yang handal. Jika Tuhan mengizinkan saya ingin bertemu dengannya suatu hari nanti dan mencuri ilmu bagaimana menjadi pembawa acara yang OK(boleh kan, he he). Mudah-mudahan doa saya dapat terwujud oleh karena kemurahan Tuhan..Aminnn

  10. RIKI says:

    saya juga memiliki cita-cita ingin menjadi pembawa acara agar lebih bisa menggunakan bahasa yang baik&benar

  11. perkenalkan nama saya nurul rustiyana..
    saya belum berniat jadi seorang presenter sih tapi di sekolah saya sudah mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik ya…dengan kata lain sedang berjalan menuju kata presenter
    saya masih sekolah di kelas X di SMAN CMBBS PANDEGLANG BANTEN..
    salam kenal

  12. ilham aditya wibisono says:

    saya siswa smk klas 2….gmn ya cranya biar bisa jdi presenter..or reporter tv…..bsa dkasih tau cranya gak????thanks….ilham purwadadi….

  13. saputria says:

    Orang tua memberikan anak-anaknya gambaran yang jelas akan cita-citanya.
    Televisi merupakan salah satu sarana yang paling banyak mempengaruhi perkembangan jiwa anak, tapi dizaman sekarang banyak anak yang salah menggunakan perkembangan televisi tersebut karena banyak anak yang senang karena hanya masuk televisi tersebut.

  14. Edwin Wandyana says:

    saya mulai duduk di bangku sltp sudah ingin sekali jadi news anchor..sampai sekarang pun cita2 itu makin ingin terwujud,sekarang saya mahasiswa semester akhir,moga2 sctv bisa merekrut saya jadi bagian di liputan6…amiiin ya rabbalalamiin

  15. ajeng says:

    ass..
    aq mw tnya ni, gmn yach crany jdi presenter n MC yg handal n ga grogian…
    cz aq mcih pmula…hehe..(^_^)

  16. yes-ke says:

    Mc n Presenter awalnya hanya sampingan. tapi karena hasilnya lumayan,sekarang aku tertarik.. dan ingin ambil sekolah khusus presenter. karena kesempatan terbuka untuk jalan-jalan dan belajar tentang suatu hal baru makin luas.

  17. sd kelas 5 says:

    cita-cita itu tergantung kemauan kita.karena cita2 itu harus disiapkan sejak dini.jadi kita harus menggapai cita2.

  18. ican says:

    semoga dapat bergabung…..infokan yaaa…klo ada acara2

  19. moko says:

    nice posting!
    penyiar TV tidak kalah populer dengan aktris dan aktor sinetron.
    dengan kesempurnaan fisik, mereka juga menujukan kecerdasaan.
    Alternatif yang baik bagi anak-anak selain cita-cita jadi dokter, guru dan professi mulia lainya.

  20. megha says:

    whehehhe…siapa sih yang gk mau masuk tv…??hihihi…

    pastiny smua orang tua bangga klo liat anakny masuk tv…

  21. henda says:

    aku juga pngen banget jadi presenter..
    kyanya seru deh..

  22. Waaaaaahhhhhhhh keyanya emang enak jadi presenter..

    makanya aku buat video juga kaya norman di youtube,barangkali aja bisa terkenal dan jadi presenter,Wakakaka Ngareeeeeeep
    http://www.youtube.com/watch?v=TAgpL2zkLIw

  23. putri ayu says:

    aku juga brcita2 sbg presenter,……..
    itu cita2 q sejak kls 5 SD…^_^

  24. thista alinda says:

    aaaaaa pengen dong, pengen jadi presenter petualang, biasanya kalo presenter gitu masuk jurusan apa yaa?

Tinggalkan Komentar