Tuesday, May 21, 2013
panic-room-di-gang-senggol

Henry Sianipar

Seperti namanya, Panic Room ya berarti ruangan yang sah untuk berpanik-panik ria. Boleh lari sana-sini, bergegas ke meja satu ke sana-sini, mencatat data dengan benar di layar komputer dan memastikan sekali lagi angka-angka yang masuk dengan suara yang jelas dan terkadang tinggi. Inilah gambaran yang terjadi di Panic Room, di lantai 5 Gedung Kompas Surabaya.

Hajatan besar digelar Kompas dan SCTV untuk menghitung cepat suara Pilkada Jatim, pemilihan gubernur langsung terbesar di Indonesia. Tetapi Panic Room bukan hanya berlaku di lantai 5, rasa kepanikan juga sering menyergap di gang kecil, di samping panggung live Liputan 6 di lantai 6 Gedung Kompas. Gang Senggol yang sudah dipenuhi dengan peralatan master control menjadi lebih sempit karena pergerakan produser, presenter, PD, audio man, switcher dan kru master kontrol lain. Senggol-senggolan menjadi hal yang biasa selama siaran live all program dilakukan di gang senggol master control ini. Belum lagi harus berkali-kali terjungkal karena tersangkut kabel. Walau sudah bersikap hati-hati, belumlah cukup. Selengkapnya »

memburu-penjahat-perang-bosnia

Zaenal Bhakti

The Hunting Party (2007)

Richard Gere – Simon Hunt
Duck – Terrence Howard
Franklin – James Brolin
Benyamin – Jesse Eisenberg
Skenario – Richard Shepard
Sutradara – Richard Shepard

Entah kebetulan atau tidak. Saat menulis coretan ini, mantan Presiden Serbia, Radovan Karadzik, salah seorang penjahat perang Bosnia yang paling dicari ditangkap di Serbia. Pemerintah Serbia mengumumkan penangkapan itu, Selasa lalu (22/07).

Radovan Karadzic, bersama mantan presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic yang meninggal tahun 2006 sebelum pengadilan atas dirinya dimulai, dipersalahkan atas pembantaian 12 ribu orang selama 43 bulan pengepungan Sarajevo dan pembantaian delapan ribu Muslim di Srebrenica. Peristiwa pengepungan itu sendiri terjadi tahun 1995.

Kenapa kebetulan? Karena film The Hunting Party yang kita bicarakan hari ini, bercerita tentang perburuan wartawan perang terhadap salah seorang komandan pasukan milisi serbia yang secara kejam membantai warga sipil, dari kalangan muslim bosnia.

Baca selengkapnya di sini.

Muslim Demokrat: Islam, Budaya Demokrasi, dan Partisipasi Politik di Indonesia Pasca-Orde Baru, Saiful Mujani, Gramedia Pustaka Utama, 2007

Andy Budiman

Bagi ilmuwan politik seperti Samual P. Huntington atau ahli sejarah Islam seperti Bernard Lewis, judul buku ini pasti terasa aneh. Muslim Demokrat, bagi mereka adalah sebuah contradictio in terminis. Huntington dan Lewis pasti heran bagaimana mungkin dua kategori yang saling bertentangan disebut dalam satu tarikan nafas. Bagi mereka, semakin Islami seseorang, maka akan semakin jauh ia dari nilai-nilai demokrasi.

Selama ini, ada sejumlah pandangan umum yang menunjukkan kontradiksi diantara dua kategori tadi (Saiful Mujani, hal 32 s/d 34):

Baca selengkapnya di sini.

primus-dan-politik

Yus Ariyanto

Primus Yustisio mendaftarkan diri sebagai calon bupati Subang, Jawa Barat. Tak ada yang keliru. Demokrasi menggaransi hak bintang sinetron ini untuk mencalonkan diri.

Tapi, kenyataan ini kian menguatkan asumsi yang secara diam-diam mekar belakangan: ah, gampang kok menjadi birokrat. Tak dibutuhkan bekal dan kemampuan khusus. Jabatan politik menjadi terkesan murahan. Selengkapnya »