June 17, 2008

Soal “Polling FPI”

Filed under: Uncategorized — yus @ 2:28 pm
soal-polling-fpi

Yus Ariyanto

Di sejumlah milis, juga di blog ini, beredar pertanyaan: mengapa polling soal FPI hilang di Liputan6.com? Perkenankan, dengan posting ini dalam kapasitas sebagai Koordinator Liputan6.com, saya menyodorkan sedikit penjelasan.

Pertama, secara internal, kami menganggap tema polling itu sudah selesai aktualitasnya. Perdebatan di ranah publik telah reda. Isu lain mengemuka. Jadi, tema itu kami turunkan. Jika ingin memojokkan FPI, kami bisa saja menghentikan polling saat sebagian besar responden memilih setuju dengan pembubaran FPI.

Kedua, dalam setiap polling, kami memang tak pernah mengumumkan kapan polling akan ditutup. Pun, tak pernah mengumumkan hasil finalnya secara resmi. Jadi, tak ada yang istimewa, tak ada perlakuan berbeda dengan tema-tema polling yang lain.

Lepas dari semua itu, terima kasih atas reaksi dan komentar yang muncul. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

12 Comments »

  1. namanya juga media informasi ya
    pastinya akan selalu update dng info terbaru

    Comment by edy — June 17, 2008 @ 3:28 pm

  2. Yah… inilah salah satu bentuk ketidakseimbangan media. Pooling tanpa rentang waktu yang jelas, tanpa tujuan yang jelas, hanya untuk pelengkap situs saja. lalu untuk apa? Bahkan arsip pooling yang pernah dibuatpun tidak ada.

    Masak liputan6 narsis sih?

    Comment by wawa — June 17, 2008 @ 3:51 pm

  3. Masyarakt qta suda bisa menilai. Mana media yang menyajikan berita berimbang dan tidak.

    Sejujurnya. Kasus FPI menurut pendapat pribadi saya masih belum selesai bagaimana kelanjutanya. Bagaimana nasib pimpinannya, dan sampai dimana proses hukumnya.

    Apalagi tidak diberitakan dengan detail (seperti FPI) siapa sebenarnya dan bagaimana AKBB bisa ada diMonas. Dari mana mereka, siapa pimpinanya sehingga “media” merasa wajib membela mereka. Apa lagi sekarang tersebar gambar di Internet orang AKBB yang membawa pistol. Siapa dia???.

    Kl terus seperti ini. Masyarakat akan mencari berita sendiri, dan berita di televisi akan tampak membosankan.

    Comment by Aigis — June 17, 2008 @ 10:00 pm

  4. @sdr. Aigis, sementara kita hanya dapat mengelus dada atas sepak terjang media kita saat ini. Kelak jika masyarakat kian cerdas, tentu banyak media yg mati dgn sendirinya karena ditinggal pembaca/pemirsanya.

    Comment by dlan — June 18, 2008 @ 3:23 pm

  5. Sejatinya, sebuah media mestilah berimbang dalam peliputannya (cover both side). Itu sudah rumus kalau media ybs ingin tetap menjadi rujukan masyarakat. Saya cuma berharap, Liputan6 tetap menjaga netralitas dalam setiap peliputannya. Termasuk dalam hal FPI dan AKKBB.

    Comment by salamov rijadic — June 19, 2008 @ 7:18 am

  6. haha semua berita juga kayak gitu
    kalo udah gak aktual ga bakal dipeduliin lagi.
    tipikal lah, giliran ntar ada yang lebih baru lagi n lebih kontroversial, pasti lebih narik perhatian…

    Comment by cs_1912 — June 19, 2008 @ 3:04 pm

  7. gitu aja ko repot…
    polling memang nggak menunjukkan perdebatan sudah reda..
    6 komentar ini mewakili banyak masyarakat yang merasa polling belum selesai dan masih aktual.
    aktual tajam dan terpercaya, dipertanyakan?

    fpi bubar
    ahmadiah meng-akar

    Comment by endi — June 20, 2008 @ 8:39 am

  8. SCTV : Siarannya Capek dehhh Terlalu Vropokatif

    Comment by neiya — June 24, 2008 @ 3:15 pm

  9. Assalamu’alaikum wr.wbr,
    Saya kurang faham betul dengan pola pikir sodara-2 kita di FPI, coba kita mengingat tentang semua yang kita tempuh sesaat kita harus belajar, semua pelajaran/pemahaman ada BUKU/DIKTAT-nya yang menuntun hal tersebut, Kadang kita masih kurang menyadari-nya…Kenapa kita NYONTOH pembelajaran dari buku yang sudah diwariskan kepada kita saja kok malah cari pemahaman yang aneh-2…, semua tidak lepas dari diri kita masing-2, yang harus lebih menanamkan RASA MALU pada moral/mental kita sebagai mukmin/muslim. semua itu telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW kepada kaumnya…, kembalilah pada pemahaman yang HAKIKI tentang makna Hidup, bersosial, bermasyarakat, berpolitik,dll dari Al-Qur’an.
    Semoga tulisan ini juga sebagai pengingat diri saya sendiri dan semuanya yang telah membacanya.
    semoga Allah SWT masih memberikan pada diri kita ampunan, kekuatan, dan keselamatan di dunia maupun di akherat kelak. dan semoga usia kita semakin hari semakin bertambah dan semakin membawa berkah minimal pada diri sendiri,keluarga kita,masyarakat,n negara. amien..amien…ya…robbal…alamin.

    wasalam

    Comment by gischa — June 27, 2008 @ 10:26 am

  10. kenapa harus dihentikan? saya sebagai periset kecewa…harusnya SCTV terbuka…karena terakhir saya lihat FPI menang di polling itu. Masukan dari saya, SCTV kurang menambahkan informasi “polling ini tidak merepresentasikan keadaan masyarakat” seperti yang ada di Kompas. Karena memang metodologi yang dipakai tidak ilmiah.

    terimakasih,

    Comment by zaki — June 28, 2008 @ 12:26 am

  11. Front Pembela Islam (FPI) oleh kaum kafir lebih dikenal dengan sebutan “Islam Defenders Front”. Selama ini perjuangan FPI dalam menegakkan kebenaran dan keadilan sesuai Syariat Islam didukung sepenuhnya oleh ormas-ormas Islam di Indonesia. Perjuangan FPI memang layak diacungi jempol karena membuat takut para pelacur, waria, pemabuk, penjudi, penzina dan deretan pendosa lainnya. FPI juga anti-Yahudi, anti ajaran selain Islam, anti-komunis, anti-kemusyrikan dan lainnya.

    FPI menjadi sangat terkenal karena aksi-aksinya yang kontroversial sejak tahun 1998. Terutama yang dilakukan oleh laskar paramiliternya yakni Laskar Pembela Islam . Rangkaian aksi penutupan klab malam, tempat pelacuran dan tempat-tempat yang diklaim sebagai tempat maksiat, ancaman terhadap warga negara tertentu, penangkapan (sweeping) terhadap warga negara tertentu, konflik dengan organisasi berbasis agama lain adalah wajah FPI yang paling sering diperlihatkan dalam media massa.Anggota FPI mengangkat mayat pada bencana tsunami di AcehWalaupun disamping aksi-aksi kontroversial tersebut FPI juga melibatkan diri dalam aksi-aksi kemanusiaan antara lain pengiriman relawan ke daerah bencana tsunami di Aceh.Tindakan FPI sering dikritik berbagai pihak karena tindakan main hakim sendiri yang berujung pada perusakan hak milik orang lain. Pernyataan bahwa seharusnya Polri adalah satu-satunya intitusi yang berhak melakukan hal tersebut dijawab dengan pernyataan bahwa Polri tidak memiliki insiatif untuk melakukannya.
    Rizieq, sebagai ketua FPI, menyatakan bahwa FPI merupakan gerakan lugas dan tanpa kompromi sebagai cermin dari ketegaran prinsip dan sikap. Menurut Rizieq kekerasan yang dilakukan FPI dikarenakan kemandulan dalam sistem penegakan hukum dan berkata bahwa FPI akan mundur bila hukum sudah ditegakkan. Ia menolak anggapan bahwa beberapa pihak menyatakan FPI anarkis dan kekerasan yang dilakukannya merupakan cermin kebengisan hati dan kekasaran sikap.

    Namun ketakutan itu dilatarbelakangi dengan kekerasan yang dianggap beberapa kalangan tidak mencerminkan Islam yang cinta damai dan rahmatal lil’aalamien. Jika kekerasan dapat membuat maksiat takluk kenapa tidak. Namun kekerasan yang tidak manusiawi tetap saja tidak dibenarkan oleh agama manapun. Untuk itu perlu sebuah pembinaan atau pengelusan kepada FPI agar bisa lebih baik lagi dalam menegakkan syari’at Islam.

    Saya berpikir bahwa Ketidakpopuleran FPI saat ini disebabkan karena apa yang dilakukan FPI tidak dibenarkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya muslim. Padahal yang dilakukan FPI adalah sebuah tugas dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia dan menilai aparat kepolisian belum dapat tegas dan lugas dalam menegakkan hukun dan keadilan tersebut. Disamping itu, prinsip yang dipakai oleh Indonesia dan FPI berbeda. Jelas bahwa FPI memegang prinsip Syari’at Islam yang benar, bathil adalah bathil dan haq adalah haq. Sedangkan Indonesia adalah prinsip pancasila yang aneka ragam dalam berkehidupan bermasyarakatnya dan tidak memaki hukum Islam. Padahal Indonesia adalah masyarakat muslim terbesar di dunia. Tetapi Islam Indonesia bukanlah Islam yang fanatik dan Islam yang tidak melaksanakan Syari’at atau hukum-hukum Islam yang telah ditetapkan oleh Alloh SWT, tuhan mereka. Padahal sebagai pengikut agama yang baik dan Alloh telah menetapkan Islam sebagai agama yang sempurna harus mengikuti apa yang diperintahkan-Nya. Perintah menegakkan syari’at Islam. Faktanya Masyarakat muslim di Indonesia tidak demikian. Inilah yang menjadi persoalan ketika keyakinan hanya sebuah warisan bukan prinsip dari dalam diri manusia.

    Islam memang tidak mengajarkan kekerasan kepada siapapun. Namun Islam mengajarkan ketegasan dalam menindak sesuatu yang bathil dan keluar dari prinsip-prinsip Islam. Itu pun harus melalui beberapa proses. Beritahulah dengan mulutmu, jika tidak mampu maka dengan tanganmu (kekuatanmu), jika tidak berhasil berdo’alah kepada Alloh atas kebathilan yang mereka perbuat. Disini jelas bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan.

    FPI sepertinya sebuah gambaran kepada pihak kepolisian yang punya tugas dan tanggungjawab penuh dalam menegakkan hukum, keadilan dan keamanan di negeri ini. Maka apa yang dilakukan FPI seharusnya bisa menjadi pembelajaran bagi aparat untuk tegas dalam bertindak dan konsekuan terhadap segala sesuatu yang menganggu dan meresahkan masyarakat seperti apa yang telah di basmi oleh FPI. FPI memang pemberantas maksiat yang berani mati dan membentengi serta membela umat Islam jika dilakukan dengan aksi yang lebih manusiawi dibandingkan dengan aparat kepolisian. Mayarakat muslim Indonesia pun harus sadar bahwa selama ini sistem kehidupan yang mereka anut cuma Islam kosong harus segera diisi dengan pengetahuannya tentang agama mereka. Jadilah Muslim yang benar-benar muslim, buakn muslim yang separuh badan.

    Isu krusial pembubaran FPI tidak akan menjadi pemecahan karena maksiat akan kembali berani memakai balutannya dengan bangga dimasyarakat. Jika pun ada penolakan, mereka akan “main belakang” dan tetap eksis di masyarakat. Tidak ada lagi yang dikhawatirkan jika aparat penegak hukum dan kemaksiatan tidak berbenah diri dalam penegakan hukumnya. Persoalan lain adalah masyarakat sendiri senang dan suka dengan maksiat itu dan tidak mau aktif dalam memerangi maksiat. Semoga tidak terjadi.

    Kedamaian akan muncul jika semua elemen masyarakat dapat menghargai satu sama lain dan toleransi sangat diperlukan dalam mencapai Indonesia yang aman, damai dan terkendali.

    by buBud`
    http://www.blog-bubud.co.nr

    Comment by buBud` — July 1, 2008 @ 4:23 am

  12. kebebasan pers yang dituntut media sama dengan kebebasan yang dituntut kaum liberal, karena mereka berasal dari golongan yang sama dan sumber dana yang sama. kebebasan yanng mereka tuntut pada hakikatnya adalah kebebasan dari yang namanya Agama dari sisi manapun. agama bagi mereka hanya belengu kreatifitas. sehingga bagi mereka pun agama serta ajaran sudah tidak relevan lagi dan harus sudah direvisi kalau perlu dihilangkan dari muka bumi ini.
    dan saya kira kita masih memerlukan organisasi semacam FPI yang menjaga nilai2 keagamaan tetap utuh dan mejaga kualitas sosial kehidupan sesuai agama tetap terjaga dan sekaligus sebagai penjegal gerakan2 kaum liberal dan sejenisnya.

    Comment by scorpio — July 7, 2008 @ 9:56 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment