Sensasi Oranye
Moh. Samsul Arifin
Sensasional. Itulah kata yang paling pas melukiskan keberhasilan tim Belanda menggulung Italia, 3-0 di penyisihan grup C di State de Suisse, Bern-Swiss, Selasa (10/6). Datang dengan rekor buruk. Bayangkan. Tim Oranye tak pernah sekalipun bisa mengalahkan Azzuri sejak Piala Dunia 1978 silam! Sudah begitu Gianluigi Buffon Cs datang dengan atribut gemerlap: Juara Dunia 2006.
Tapi, apa lacur. State de Suisse menjadi pembuktian bahwa bola itu bundar. Siapa pun bisa menang dan kalah dalam pertandingan berdurasi 90 menit tersebut. Dan Belanda di bawah nakhoda Marco van Basten dini hari tadi tidak gentar dengan nama besar Italia yang telah mengoleksi tiga kali juara dunia.
Belanda bermain dengan keriangan seorang remaja. Penuh vitalitas dan dibimbing spirit tinggi mengulangi prestasi Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Ronald Koeman dan Marco van Basten 20 tahun lalu ketika memenangkan Piala Eropa di muka publik Jerman.
Italia? Kali ini Buffon Cs ketemu batunya. Lini belakang Italia adalah titik paling lemah dalam pertandingan ini. Marco Materazzi dan Andrea Barzagli yang diapit Christian Panucci di kanan serta Gianluca Zambrotta di kiri tak berdaya oleh gempuran Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder, Dirk Kuyt dan Ruud van Nistelrooy. Dua anak muda Orlando, van der Vaart dan Sneijder menjadi momok lini bagi Italia. Mereka berdua, pengatur serangan Belanda yang mengalirkan umpan-umpan matang pada van Nistelrooy yang dipasang sebagai penyerang tunggal.
Sistem gerendel (Catenacio) yang jadi nyawa Italia mati kutu…Materazzi tak punya tandem bagus, setelah Fabio Cannavaro dibebat cedera. Apalagi tak ada Alessandro Nesta. Barzagli tak bisa mengisi dua sosok center back tersebut. Materazzi pun tak bermain seperti ia menjadi salah satu pahlawan kemenangan Italia di Piala Dunia 2006 lalu. Saking buruknya, sang pelatih Roberto Donadoni menarik Materazzi.
Akibatnya tiga gol van Nistelrooy, Sneijder dan van Bronckhorst mengoyak gawang Buffon. Ini adalah gol terbanyak dalam satu pertandingan sejak Euro 2008 dibuka. Satu keadaan yang membuat satu kaki Buffon Cs terlempar ke Roma kembali. Memang, peluang Italia belum tertutup. Namun, melihat peta persaingan di Grup C—grup neraka di Euro 2008—Italia perlu melipat gandakan semangat serta kualitas permainan untuk melibas dua pesaingnya, Prancis dan Romania. Dua tim ini, bermain imbang di pertandingan pertama.
Buat saya, terlalu pagi untuk menyebut tim Oranye telah bermain sempurna. Hasil pertandingan melawan Italia hanya merupakan tanda-tanda kebangkitan Belanda, setelah terakhir terhenti di semifinal Euro 2000 oleh Italia. Cara van der Saar Cs bermain pun belum menunjukkan totalitas—sebuah ciri permainan enerjik ala Ruud Gullit tahun 1988 lalu.
Patut dicamkan benar-benar, kemenangan Belanda baru awalan. Mereka perlu menang sekali lagi untuk memastikan tempat ke perempat final, sekaligus membidik gelar juara yang disaksikan bocah van der Vaart dan Sneijder dua tahun lalu. Sensasi di awal pertandingan ini harus dipelihara betul oleh van Basten. Pasalnya, setiap tim selalu memerlukan moral kuat untuk meraih juara. Saya berharap van der Vaart mawas diri dan berkonsentrasi tinggi menghadapi pertandingan-pertandingan berikut.

Sejak awal saya menjagokan Italia sebagai kandidat kuat juara Euro 2008. Tapi apa lacur, sang jagoan rontok di awal kompetisi. Italia bak tim yang baru belajar sepak bola di pentas sepak bola eropa. Tapi saya percaya Italia bisa bangkit dan memenangkan dua sisa pertandingan guna meraih satu tiket ke perempat final. Ayo Donadoni bangkitkan kembali semangat tempur pasukanmu. Kawinkan piala dunia dengan piala eropa.
Comment by dlan — June 10, 2008 @ 9:02 pm
Yah namanya juga sepakbola Bung. Bola itu bundar. Portugal vs Belanda nih kayaknya final euro kali ini. Ha…..:) Siapa pemenangnya? Ya kita lihat aja nanti.
Comment by widodo — June 16, 2008 @ 6:10 pm
Ah, si mas, terlalu dini menjagokan Belanda. Masih ada kuda hitam spt Portugal, Kroasia dan bisa jadi Rusia, yang kini mengincar posisi semi final. Kalo saya, menjagokan Portugal, yang juga tak kalah enerjiknya dibanding Belanda. Bola memang bundar, ya mas. Boleh jadi, yang juara malah yang tidak pernah diprediksi banyak orang. Seperti Yunani pada Euro 2004 lalu.
Comment by erdi taufik — June 17, 2008 @ 12:06 am
Yang juara pastinya Belanda ,final melawan jerman.Bravo Belanda!
Comment by andre — June 21, 2008 @ 9:47 pm