Akhirnya Batik Diapresiasi…
Dwi Anggia
Batik, satu dari sekian banyak kekayaan budaya Indonesia. Dulu orang mengenal batik sebagai barang kuno, dan kebanyakan digunakan sebagai kain gendongan oleh ibu-ibu atau bahkan nenek kita. Jarang sekali kaum muda yang mengenakan batik. Bahkan batik hanya digunakan untuk acara-acara resmi atau acara tertentu saja.
Tapi kini, anda juga mungkin merasakan dan melihat secara langsung, batik digunakan oleh banyak kalangan. Seolah olah batik sedang berada dipuncak kejayaannya. Orang berlomba-lomba mengenakan batik, pria, wanita, tua, muda. Tidak hanya masyarakat biasa, batik juga sudah merambah kekalangan artis. Dengan berbagai macam alasan mereka menggunakan batik.
Ada yang sekedar mengikuti tren. Seperti yang saya kutip dari seorang artis, “Iya sih, tadi nya kan batik ini udah old fashion, punya ibuku. Tapi sekarang lagi musim, ya aku pakai aja…”.
Ada juga yang berdalih melestarikan kekayaan budaya. Ada yang mengaitkan ini dengan kebangkitan nasional, batik ditandai sebagai kebangkitan budaya.
Akhirnya batik tidak lagi menjadi busana kuno dan pakaian resmi saja, tapi menjadi busana yang mendominasi dunia fashion tahun 2008.
Apakah benar ini kebangkitan budaya yang penuh semangat nasionalisme? Atau hanya sekedar tren fashion untuk satu tahun saja lalu tenggelam? Atau hanya karena kecermatan pebisnis melihat peluang bisnis yang lumayan menjanjikan?
Tapi apapun itu, paling tidak secara tak langsung para pengguna batik ini telah menyelamatkan salah satu kekayaan budaya kita yang nyaris dicuri bangsa lain.
Serta yang terpenting, para pengguna batik, secara sadar dan tidak sadar telah mengapresiasi hasil karya pengrajin batik di daerah yang selama bertahun-tahun nyaris tidak pernah merasakan hasil karya mereka benar benar dihargai.
Terimakasih mbah, ibu di Solo, Yogyakarta, Cirebon, Pekalongan dan di manapun yang terus menyumbangkan karya-karya indahnya untuk kebudayaan bangsa ini.

Mungkin para penyiar SCTV bisa menjadi contoh buat Batik ini..?
Maksudnya setiap kali tampil di TV diwajibkan memakai batik sebagai kustomnya. Sehingga pemirsa SCTV sedikit banyak, cepat atau lambat pasti berusaha menirunya.
Comment by torasham — May 22, 2008 @ 8:58 am
Kebetulan teman saya juga share owner dari Butik Nebu Sauyun, dan saya salut karena mereka bisa menembus Liputan 6 News sebagai wardrobe sponsor.
Semoga saja Batik sebagai busana reporter (duh bahasa Inggris nih) tidak hanya seumur jagung…
Comment by Mas Hengky — May 22, 2008 @ 9:40 am
I LUV batik!!!!!!!!!!
Indonesia bgt getuuu
Comment by febi — May 23, 2008 @ 7:36 am
boleh juga kalo ada pameran batik, atau jual batik murah dan ok. informasi ke saya. thx.
Comment by arie — May 23, 2008 @ 10:34 am
mba’ Dwi Anggia kalo’ lagi meliput berita diluar negri jgn lupa pake batik juga yach… internasionalkan batik. ciri khas indonesia.
Comment by DwieNur — May 24, 2008 @ 4:59 pm
hehehe… murah? yang mahal dong… kan batik milik bangsa sendiri..
Comment by Mas Hengky — May 25, 2008 @ 4:04 pm
jadi inget, pas Hari kartini, di kampus pada make batik n kbaya gitu pas kuliah….
tapi klw mahasiswa, masih jarang yang mau dan sukarela make batik. kecuali kalao dipaksa karena dresscode…

Comment by Darma Eka — May 25, 2008 @ 9:06 pm
@mas hengky….
waduh, jangan mahal-mahal dong, entar malah gak kebeli…:D
Comment by torasham — May 26, 2008 @ 9:39 am
Bill gates aja k indonesia sempet make batik…
eh,mbak Dwi anggia jg tambah maniz loh kalo pake batik!
Comment by husni — May 27, 2008 @ 2:05 am
Anggi udah pake batik belon? udah membiasakan maksudnya, kalau hanya demi tuntutan kerja artinya bukan cinta batik dong tapi cinta kerjaan
Comment by EVA — May 29, 2008 @ 2:37 am
knapa anggi nulis batik c kalo angginya aja man pake batik setahun sekali? ini x tulisan anggi ga bermutu….kalo udah keabisan ‘bahan’? karuan ga usah nuls di blog ini..ksih ksempatan bwt yg lainnya jgn serakah…………………….
Comment by Dayat Aulia. — May 29, 2008 @ 12:56 pm
ok, pake batiknya, ya…
Comment by busye budi — May 30, 2008 @ 2:20 pm
sebelumnya saya ucapkan terimakasih buat komentar teman2 semua..

kebetulan kita di sctv, memang sudah membiasakan untuk siaran pakai batik tiap sabtu dan minggu, teman2 yang blm pernah lihat, ga ada salahnya nonton liputan 6 siang sabtu dan minggu
tapi diluar jadwal siaran, kita juga pakai menggunakan batik lho..
kalo ada yang mau pesen batik ato jahit boleh kok sama saya hehehee
anyway thanks ya buat kritik dan sarannya.
Comment by dwi anggia — May 30, 2008 @ 7:10 pm
Media promosi yang bagus untuk SCTV yg telah mempromosikan kebudayaan Indonesia yaitu batik…
batik tulis tasikmalaya….
Allow mba Dwi Anggia klo mo pesen batik tulis lagi sm sya juga boleh
Comment by mpang99 — June 1, 2008 @ 4:02 pm
batiknya penyiar sctv keren2… suka mantengin klo pas lagi liputan 6…
buat yang mau nyari batik harga murah, bisa mampir ke site saya di theovilla.multiply.com..
slain batik ready to wear, juga sedia kain bahan batik madura, dan batik jawa, ada batik katun, batik sutra, batik gentong juga ada… mari mampir.. ^_^
Comment by acil — June 5, 2008 @ 3:49 pm
Oihhhh. batik memang keren.. kata batik CEMPAKA Lawean “Ora Batikan Ora well. emang bener…. dengan batik tambah keren.. hehehe wibawa lagi…
so.. yang pingin batik silahkan kunjungi show Room kami di Batik Sekar Kedhaton. Giriloyo Wukirsari, Imogiri Bantul. mail: batik_sk@yahoo.co.id
pasti keren..
Comment by Jazir — June 6, 2008 @ 2:41 pm
warna alam juga ada.. motiv clasic… and temoprer…
juga melayani petualangan batik (outbond)-belajar membatik dan jelajah desa dengan harga terjangkau.. pasti asyik…
Comment by Jazir — June 6, 2008 @ 2:43 pm
Wah, kalau batik sih-itu baju favorit saya dari dulu.
Istri saya aja yang dari tanah seberang, senangnya pake batik.
hehehe, batik is forever
Comment by seal@2000 — June 12, 2008 @ 1:32 pm
I like batik indonesia hidup pengerajin batik dan batik indonesia
Comment by Erfan — June 16, 2008 @ 12:32 pm
Hidup batik indonesia kalau para penyiar sctv pakai batik tambah ok aja
Comment by Erfan — June 16, 2008 @ 12:35 pm
Apakah Batik akan mendominasi menjadi pakaian Nasional??
Bukankah pakaian daerah yg lain seperti Songket yg berasal dr Sulawesi, kain Ulos yg berasal dari tanah Batak bisa menjadi Trend juga…??
Comment by Manik — July 4, 2008 @ 9:11 am
Betapa memprihatinkan ketika batik dianggap sebagai sebentuk barang komoditi.
Batik memiliki ruang budayanya sendiri. Bicara batik bukan cuma bicara pakaian, tapi juga semiotika dari motif. dan bagaimana motif itu tercipta sesuai dengan akulturasi, asimilasi, dan pergeseran budaya.
Jadi, agak naif kalo perbincangan batik hanya sekedar “mari kita memakai batik…”
salute
Comment by remigius tunggal — July 13, 2008 @ 5:35 pm
BATIK MERUPAKAN KARYA YANG KLASIK. MEMILIKI LATAR BELAKANG HISTORI DAN FILOSOFI YANG UNGGUL. SIAPAPUN SUDAH BERPIKIR BAHWA BATIK ADALAH BUSANA YANG SOPAN DAN COCOK UNTUK SEMUA ACARA> PERKAWINAN, SUNATAN, JALAN-JALAN KE MALL JUGA OK. SEMUA DAPAT DISESUAIKAN OLEH DESIGN YANG SEMAKIN BERAGAM. YANG TERPENTING JANGAN SAMPAI NEGARA SEBELAH MAU CAPLOK BATIK. NGAKU SERUMPUN. TAPI SUKA MENINDAS TKI.
DARI awangga - http://www.ihkeren.com
Comment by awangga — July 28, 2008 @ 9:52 am
mantep tenan……majutruz indonesiaku…..
Comment by adminbogabi — August 5, 2008 @ 7:32 pm
Saat ini batik tidak hanya merupakan hype trend fashion semata, namun juga menjadi sebuah alat pemersatu bagi bangsa kita yang majemuk ini.
Batik merefleksikan kekuatan daya kreasi bangsa kita dan merupakan katalisator eknomi kreatif yang butuh kita tumbuhkembangkan.
Salah satu ikon batik yang mengemuka sekarang adalah batik madura. bagi rekan-rekan yang ingin mengenal batik madura secara lebih mendalam please klik link http://www.batikraddin.com/page.php?Mengenal-Batik-Madura
Comment by drg. Rida Christriana, MARS — August 22, 2008 @ 3:02 pm