May 7, 2008

Cinta dan Kesetiaan

Filed under: Lain-lain, Sosial Kemasyarakatan — vincent @ 3:04 pm
cinta-dan-kesetiaan

Vincent Hakim R.

Cinta memang tidak pernah kering menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan. Cinta terukir dalam berbagai wujud, bisa dalam bentuk kata-kata, tindakan, suatu benda simbolis, dan banyak ragam tanda lainnya. Para seniman tak bosan-bosannya memilih tema cinta dalam karya-karyanya. Orang-orang (terutama para penikmat seni) juga tak pernah jengah dengan karya bernuansa cinta. Kategori “cengeng atau bermutu” menjadi tak terlalu penting karena cinta menjadi suatu kebutuhan. Kadang kala orang butuh juga cinta berkharakter cengeng. Atau kadang orang juga memerlukan cinta yang tegar berjiwa heroik.

Cinta tidak berjalan sendiri. Ada kesetiaan. Kolaborasi cinta dan kesetiaan memperkaya khazanah kehidupan menjadi putih bersih beraura positif.

Jutaan bahkan mungkin miliaran karya seni dari abad ke abad menyenandungkan cinta dan kesetiaan. Cinta dan kesetiaan melahirkan hidup dan kehidupan baru.

Orang gembel – kaya, butuh cinta dan kesetiaan.

Orang kasar – romantis, juga mendambakan cinta-kesetiaan

Orang jahat (menurut penilaian umum) – dan kaum agamawan pun menginginkan cinta-kesetiaan. Manusia dan alam semesta menyenandungkan harmoni cinta dan kesetiaan secara universal – bebas dari SARA.

Cinta dan Kesetiaan – dua sisi dalam satu mata keping yang tidak terpisahkan. Cinta menjadi landasan sebuah Kesetiaan. Di dalam kesetiaan terkandung nilai cinta yang mempersatukan. Sulit membayangkan ada cinta berdiri sendiri tanpa disertai kesetiaan. Demikian pula sulit memahami, ada sebuah kesetiaan tanpa landasan cinta di dalamnya. Cinta tanpa kesetiaan adalah kosong. Dan kesetiaan tanpa didasari cinta adalah kepura-puraan. Dalam kesetiaan ada komitmen melayani tanpa pamrih tulus ikhlas apa adanya berlandaskan welas asih.

Cinta bermakna amat luas sebebas kesetiaan. Para pemikir barat klasik bahkan sampai memilah-milah arti dan perwujudan cinta ke dalam beberapa istilah. Ada eros untuk cinta bernuansa erotis dan romantis yang lebih bersifat fisik. Ada philia – sebuah cinta bernuansa kasih persaudaraan persahabatan. Dan ada pula agape untuk cinta yang bersifat spiritual – cinta kepada Sang Pencipta Mahakuasa dan sesama. Dan inilah level cinta tertinggi.

Masih ada banyak wujud cinta dan kesetiaan. Sebut saja, cinta kepada tanah air, cinta diri sendiri atau narsis dan ada storge cinta pada keluarga.

Ada apa dengan cinta dan kesetiaan?

Cinta dan Kesetiaan tak selalu dipahami secara utuh dewasa. Makna cinta dan kesetiaan yang harmonis indah, kerap diseret ke dalam pemahaman yang sempit gelap demi kepentingan pribadi.

Dunia sosial politik kekuasaan dengan para aktornya sering menyeret cinta dan kesetiaan yang suci tulus ke dunia yang sempit dangkal. Maka lahirlah kaum penjilat dan loyalis semu. Kelompok ini ada dan hidup di mana-mana – di sekitar kita hingga detik ini.

Banyak contoh di mana penguasa dan kaum loyalis suatu ideologi (parpol) yang sedang berkuasa menindas yang lemah mengabaikan makna cinta dan kesetiaan. Bahkan lebih jauh, telah membawa cinta dan kesetiaan ke dalam lahan tindak anarkhis kriminal. Penyelewengan terhadap makna cinta dan kesetiaan, akan melahirkan ketidakadilan bahkan pengkhianatan terhadap nilai inti kehidupan: welas asih yang harmonis.

Dulu di daratan Eropa, sejarah cinta mencatat Kaisar Claudius II telah membunuh energi cinta kaum muda. Para pemuda (pasangan muda) dilarang melakukan perkawinan. Sang Kaisar bertitah, kaum muda dengan energinya yang perkasa lebih tepat jadi tentara untuk kepentingan perang. Pasangan kaum muda dilarang keras melakukan perkawinan.

Seorang filsuf humanis yang juga rohaniwan, Valentine menentang kebijakan kaisar dengan menikahkan pasangan-pasangan muda yang sedang mabuk cinta. Valentine pun lalu dihukum mati karena dianggap melawan titah kaisar.

Di negeri ini banyak kelompok orang yang cepat “emosi” ngamuk bergaya barbar ketika ada kelompok lain yang berbeda, tidak sewarna, sepaham – sealiran – seideologi. Saling serang secara fisik dan saling menyakiti. Yang lebih mengerikan lagi jika membawa-bawa dan mengatasnamakan TUHAN – Sang Maha Kuasa – Pencipta – Maha Pengampun dan Sang Maha Welas Asih untuk merusak, menyakiti, dan membunuh sesama hanya karena berbeda. Memangnya, siapa manusia? (Siapa sih lu?). Di ruang yang lebih kecil, di kantor misalnya, orang yang tidak senada seirama ditekan, diadu domba, dan disingkirkan bahkan dibunuh kharakternya.

Negeri ini sejatinya bukan hanya sedang dilanda sakit kemiskinan dan kebodohan yang parah, tapi juga sedang mengidap sakit pengkhianatan cinta dan kesetiaan terhadap hidup harmonis dan welas asih.

Salam cinta dan kesetiaan

6 Comments »

  1. Ijinkan daku berbagi tentang bentuk dari “Cinta Sejati” di sini

    Salam.

    Comment by alfaqir — May 9, 2008 @ 3:08 pm

  2. Cinta Dan Kesetiaan Di Wujudkan Tuhan pada Binatang Dan Manusia serta Mahluk lainnya Sejak Awal nya… Binatang di anugerahkan dgn segala indra yg ada sejak dlm kandungan.. Manusia Secara bertahap.. Sama2 dgn memiliki sifat barbar/kanibal. Dari Nabi Ibrahim SA sampai Muhammad SAW Cinta dan Kesetiaan diajarkan pada Manusia.. Isa AS (Jesus)mengorbankan dirinya untuk Manusia..Demi Cinta Dan Kesetiaan!
    Analisa mas Hakim bnyak persamaan nya antara Manusia dan Binatang..Sama2 KANIBAL! Why? Karna memang Knyataannya banyak Manusia yg Menyamakan dirinya Seperti BINATANG! Maka terjadilah Ajaran2 Agama Lwt Nabi2 Terdahulu Di Ingkarkan Kembali…………… Bravo mas hakim….

    Comment by Dayat Aulia — May 19, 2008 @ 9:58 am

  3. what i want to write?
    i think you are really right..

    Comment by munir — May 23, 2008 @ 6:34 pm

  4. Slm…shbtku
    aku rasa ada bnarnya jika mana manusia mersakan akan keindhan dan keagungan cinta darai sang kuasa..
    cintalah yang mewarnai kehidupan kita di dunia!

    Comment by udin — May 24, 2008 @ 10:56 am

  5. Cinta mewarnai semuanya dari diri kita sendiri. misalnya kita mempunyai semangat bila kita mempunyai cinta terhadap orang lain, orang tua, campuz, n salah satunya pacar.
    cinta oh…….. cinta

    Comment by pono — May 28, 2008 @ 1:22 pm

  6. Cinta dalam artinya yang paling dalam dan paling luas, adalah sumber kehidupan. Tanpa cinta, kematian memperpendek kehidupan bahkan merenggutnya. Thank´s Ale.

    Comment by Johanes Be — May 30, 2008 @ 1:29 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment