<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Berbagi Kecemasan</title>
	<atom:link href="http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/</link>
	<description>Blog liputan 6 aktual tajam dan terpercaya</description>
	<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 01:53:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: starko</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2920</link>
		<dc:creator>starko</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 16:10:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2920</guid>
		<description>minyak goreng naik saya yang paling repot. saya jualan singkong keju mulai dari minyak 6ooo sekarang sudah 11 ribu. mantap gak tuh? padahal singkong keju paling banyak nyerep minyak.. kalo gak bisa ber kreasi dan berinovasi, para penjual singkong keju bakal bangkrut gara-gara minyak goreng naik terus.

so how ???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>minyak goreng naik saya yang paling repot. saya jualan singkong keju mulai dari minyak 6ooo sekarang sudah 11 ribu. mantap gak tuh? padahal singkong keju paling banyak nyerep minyak.. kalo gak bisa ber kreasi dan berinovasi, para penjual singkong keju bakal bangkrut gara-gara minyak goreng naik terus.</p>
<p>so how ???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anis</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2367</link>
		<dc:creator>Anis</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 07:03:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2367</guid>
		<description>Dari pendapat anda, saya bisa katakan bahwa kenaikan harga BBM tidak bisa tidak. Malah sekalipun punyai resiko, sudah seharusnya begitu. Karena ketergantungan harapan pada minyak bumi  tanpa didunkungi oleh kebijaksanaan politik ekonomi yang bermasa depan, cepat atau lambat akan membawa kepada krisis. Dengan adanya krisis sekarang pemerintah saat ini dan yang akan datang harus berpikir lebih serius dalam arti yang seluas-luasnya untuk mencari jalan keluar yang baik dan pas demi menghindari atau paling tidak mengurangi beban-beban krisis. Caranya mulai bertindak secara tegas dalam memberdayakan sumber-sumber daya lain yang bisa membantu masyarakat dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan seperti yang terjadi saat ini.

Cara mengobral aset dan atau berutang demi keluar dari krisis bukanlah jalan terbaik, melainkan adalah cara lain untuk menciptakan  dasar valid bagi krisis-krisis baru. Dengan itu juga ingin saya katakan bahwa jika argumentasi yang dipakai untuk membenarkan kenaikan harga BBM adalah hutang luar negeri yang sedang dihadapi negara  begitu tinggi, sesungguhnya  adalah argumentasi yang bisa dimengerti tapi amat disayangkan. Karena kelihtannya selama ini, praktek yang diterapkan adalah obral aset dan berutang, sementara melupakan tanggungjawab untuk mengembangkan sistem produksi yang baik dalam arti ekonomis yang bermasa depan.

Akhirnya terima kasih buat saudari sebangsa yang sudah mengemukakan kecemasannya yang benar dan beralasan.Anda sungguh punyai komitmen dalam karier dan cinta akan Nusantara. Bravo, buatmu, kata kami orang di México. Gracias...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari pendapat anda, saya bisa katakan bahwa kenaikan harga BBM tidak bisa tidak. Malah sekalipun punyai resiko, sudah seharusnya begitu. Karena ketergantungan harapan pada minyak bumi  tanpa didunkungi oleh kebijaksanaan politik ekonomi yang bermasa depan, cepat atau lambat akan membawa kepada krisis. Dengan adanya krisis sekarang pemerintah saat ini dan yang akan datang harus berpikir lebih serius dalam arti yang seluas-luasnya untuk mencari jalan keluar yang baik dan pas demi menghindari atau paling tidak mengurangi beban-beban krisis. Caranya mulai bertindak secara tegas dalam memberdayakan sumber-sumber daya lain yang bisa membantu masyarakat dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan seperti yang terjadi saat ini.</p>
<p>Cara mengobral aset dan atau berutang demi keluar dari krisis bukanlah jalan terbaik, melainkan adalah cara lain untuk menciptakan  dasar valid bagi krisis-krisis baru. Dengan itu juga ingin saya katakan bahwa jika argumentasi yang dipakai untuk membenarkan kenaikan harga BBM adalah hutang luar negeri yang sedang dihadapi negara  begitu tinggi, sesungguhnya  adalah argumentasi yang bisa dimengerti tapi amat disayangkan. Karena kelihtannya selama ini, praktek yang diterapkan adalah obral aset dan berutang, sementara melupakan tanggungjawab untuk mengembangkan sistem produksi yang baik dalam arti ekonomis yang bermasa depan.</p>
<p>Akhirnya terima kasih buat saudari sebangsa yang sudah mengemukakan kecemasannya yang benar dan beralasan.Anda sungguh punyai komitmen dalam karier dan cinta akan Nusantara. Bravo, buatmu, kata kami orang di México. Gracias&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nita</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2364</link>
		<dc:creator>Nita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 03:33:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2364</guid>
		<description>Nasionalisme?? sebetulnya apa sih nasionalisme itu? yang sampai ditandai dengan perayaan di Gelora Bung Karno???
Btw apakah pendukung acara itu dibayar? lalu baju2 nuansa merah putih yang dipake para pejabat itu dibeli dengan uang? jika ya, mendingan buat bantu2 orang2 miskin di Indoensia, apa ga bayi yang kemaren di sandera RS gara2 ga mampu bayar.
Ga nyambung?? mungkin, tapi ya bukankah nasionalisme ga bisa cuma diteriak2in tiap MEI sementara SEBELAS BULAN SISANYA para pejabat yang harusnya jadi contoh sibuk mikirin urusannya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nasionalisme?? sebetulnya apa sih nasionalisme itu? yang sampai ditandai dengan perayaan di Gelora Bung Karno???<br />
Btw apakah pendukung acara itu dibayar? lalu baju2 nuansa merah putih yang dipake para pejabat itu dibeli dengan uang? jika ya, mendingan buat bantu2 orang2 miskin di Indoensia, apa ga bayi yang kemaren di sandera RS gara2 ga mampu bayar.<br />
Ga nyambung?? mungkin, tapi ya bukankah nasionalisme ga bisa cuma diteriak2in tiap MEI sementara SEBELAS BULAN SISANYA para pejabat yang harusnya jadi contoh sibuk mikirin urusannya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dayat Aulia.</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2363</link>
		<dc:creator>Dayat Aulia.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 02:30:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2363</guid>
		<description>NASIONALIS nya masih pda "mabok" X..? taukah anda 70% dari Anggota Yg Duduk di Bangku DPR adalah mereka2 yg dulunya jejeritan Reformasi? Knyataan nya sekarang pada Korupsi cita2 reformasi guna kpentingan Rakyat terlupakan.. Begitu jga Para Demo skarang menginginkan reformasi? apa iya bung? bukan nya kalian cuman jerit2 sesuai Perintah yg ada? apa kalian tau yg kalian jeritin tersebut? ntar kalo para Pentolan nya sdah dpat bangku di DPR? apa kalian yg jerit2 bakal merasakan hasil jeritan kalian? Demo Anarkis kalian seharusnya tdk perlu ada..

Terbukti (mba lea..) Politik Dlm Negri Kita tidak berubah dan tidak akan pernah berubah sampai cucu mba lea punya anak..
Dari Jaman KAMI- KAPPI/KAPI Sampai hari ini DEMO ANARKIS Sami Mawon...Mahasiswa nya cuman tau ngejerit and bikin onar doang...Pastinya di atas Pentolan2 Mahasiswa masih ada Pentolan nya lagi kan?Intinya Bangsa Indonesia Tidak akan pernah jadi Bangsa yg Nasionalis sampai 4 Generasi Mendatang (selama Korupsi tdk bsa dibasmi.............).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>NASIONALIS nya masih pda &#8220;mabok&#8221; X..? taukah anda 70% dari Anggota Yg Duduk di Bangku DPR adalah mereka2 yg dulunya jejeritan Reformasi? Knyataan nya sekarang pada Korupsi cita2 reformasi guna kpentingan Rakyat terlupakan.. Begitu jga Para Demo skarang menginginkan reformasi? apa iya bung? bukan nya kalian cuman jerit2 sesuai Perintah yg ada? apa kalian tau yg kalian jeritin tersebut? ntar kalo para Pentolan nya sdah dpat bangku di DPR? apa kalian yg jerit2 bakal merasakan hasil jeritan kalian? Demo Anarkis kalian seharusnya tdk perlu ada..</p>
<p>Terbukti (mba lea..) Politik Dlm Negri Kita tidak berubah dan tidak akan pernah berubah sampai cucu mba lea punya anak..<br />
Dari Jaman KAMI- KAPPI/KAPI Sampai hari ini DEMO ANARKIS Sami Mawon&#8230;Mahasiswa nya cuman tau ngejerit and bikin onar doang&#8230;Pastinya di atas Pentolan2 Mahasiswa masih ada Pentolan nya lagi kan?Intinya Bangsa Indonesia Tidak akan pernah jadi Bangsa yg Nasionalis sampai 4 Generasi Mendatang (selama Korupsi tdk bsa dibasmi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mas Hengky</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2298</link>
		<dc:creator>Mas Hengky</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 02:47:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2298</guid>
		<description>memang perlu banyak nasionalis sejati untuk membenahi negeri ini. saya yakin nasionalis tidak pernah pandang agama dan kekuasaan seseorang sebagai ukuran blokade.

sejauh ini, setelah 1998, agama selalu dijadikan alat pemecah belah bangsa. 

padahal, negara maju juga masyarakatnya banyak yang taat beragama, tapi tidak menjadikan itu sebagai alat pembenaran utk merusak tanah air mereka.

justru mereka sangat nasionalis, sehingga bisa mengritik pemerintah juga sebaliknya, yang dikritik tidak pernah sakit hati karena lebih mementingkan keutuhan bangsa nya.

kapan dong bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang nasionalis?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang perlu banyak nasionalis sejati untuk membenahi negeri ini. saya yakin nasionalis tidak pernah pandang agama dan kekuasaan seseorang sebagai ukuran blokade.</p>
<p>sejauh ini, setelah 1998, agama selalu dijadikan alat pemecah belah bangsa. </p>
<p>padahal, negara maju juga masyarakatnya banyak yang taat beragama, tapi tidak menjadikan itu sebagai alat pembenaran utk merusak tanah air mereka.</p>
<p>justru mereka sangat nasionalis, sehingga bisa mengritik pemerintah juga sebaliknya, yang dikritik tidak pernah sakit hati karena lebih mementingkan keutuhan bangsa nya.</p>
<p>kapan dong bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang nasionalis?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dayat Aulia</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2268</link>
		<dc:creator>Dayat Aulia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 21:54:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2268</guid>
		<description>....tapi kalo mba lea mang mau nya bercemas cemas? Sesuai Utang Negara yg ada dan yg akan ada? Sampai cucu nya mba lea(kalo nanti punya cucu)punya anak? Utang Negara masih belum bisa akan terbayarkan...yang artinya Indonesiaku sampai cucunya mba lea punya anak masih akan tetap sama saja Dlm Segi Ekonomi nya.. Cultural nya..Foreign Affair nya..Politik nya..Sgalanya deh..Masih akan TETAP SAMA(jga Korupsi nya..)Yg artinya Yang Kaya akan tetap Kaya(mungkin tambah kaya?) dan Yang Miskin akan bertambah MISKIN disaat cucu mba lea sudah punya anak! Jgn lupa nanti2nya kalo mba lea buktikan sendiri kcemasan mba lea terjadi? kirim2 kabar ke ane okeh................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;.tapi kalo mba lea mang mau nya bercemas cemas? Sesuai Utang Negara yg ada dan yg akan ada? Sampai cucu nya mba lea(kalo nanti punya cucu)punya anak? Utang Negara masih belum bisa akan terbayarkan&#8230;yang artinya Indonesiaku sampai cucunya mba lea punya anak masih akan tetap sama saja Dlm Segi Ekonomi nya.. Cultural nya..Foreign Affair nya..Politik nya..Sgalanya deh..Masih akan TETAP SAMA(jga Korupsi nya..)Yg artinya Yang Kaya akan tetap Kaya(mungkin tambah kaya?) dan Yang Miskin akan bertambah MISKIN disaat cucu mba lea sudah punya anak! Jgn lupa nanti2nya kalo mba lea buktikan sendiri kcemasan mba lea terjadi? kirim2 kabar ke ane okeh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dayat Aulia</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2222</link>
		<dc:creator>Dayat Aulia</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 04:52:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2222</guid>
		<description>Agar kehawatiran mba lea tidak sampai harus terjadi? Jalan satu2nya yg bisa menopang kehawatiran mba lea yaitu Korupsi Harus dBerantas Habis Mpe Ke Akar2nya.. Sanggup kah Indonesiaku memberantas Korupsi yang ada? God Knows!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Agar kehawatiran mba lea tidak sampai harus terjadi? Jalan satu2nya yg bisa menopang kehawatiran mba lea yaitu Korupsi Harus dBerantas Habis Mpe Ke Akar2nya.. Sanggup kah Indonesiaku memberantas Korupsi yang ada? God Knows!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Moh. Hadi Dinina</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2209</link>
		<dc:creator>Moh. Hadi Dinina</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:46:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2209</guid>
		<description>Hhh... Apa yg perlu kita lakukan selain menghela nafas panjang ya? Mungkin sebatas menunggu ketuk palu penentu kebijakan? Kira-kira 2015 negara kita jadi apa ya? Hhh... (kembali menghela nafas panjang...)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hhh&#8230; Apa yg perlu kita lakukan selain menghela nafas panjang ya? Mungkin sebatas menunggu ketuk palu penentu kebijakan? Kira-kira 2015 negara kita jadi apa ya? Hhh&#8230; (kembali menghela nafas panjang&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arya nasoetion</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2149</link>
		<dc:creator>arya nasoetion</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:52:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2149</guid>
		<description>Nice entry :) Ternyata kita memang patut khawatir ya dengan kondisi dunia sekarang ini. Tapi mungkin pemerintah sebenarnya panik tapi tidak mau menunjukkannya pada rakyat? Karena kalau pemerintah terlihat panik, bisa terjadi kekacauan.

Tapi memang sih, di saat yang sama enggak terlihat ada kebijakan-kebijakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nice entry <img src='http://blog.liputan6.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Ternyata kita memang patut khawatir ya dengan kondisi dunia sekarang ini. Tapi mungkin pemerintah sebenarnya panik tapi tidak mau menunjukkannya pada rakyat? Karena kalau pemerintah terlihat panik, bisa terjadi kekacauan.</p>
<p>Tapi memang sih, di saat yang sama enggak terlihat ada kebijakan-kebijakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rizal</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2147</link>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 18:26:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/05/05/berbagi-kecemasan/#comment-2147</guid>
		<description>kalo masalah energi, kita harus akui sekarang produksi kita dibawah kebutuhan nasional. artinya kita bergantung pada pergerakan pasar internasional. jadi dalam kasus ini, mau tak mau ya harus naik harga BBM, supaya tidak jebol APBN kita. (berat memang, tapi mau apa lagi)

masalah komoditas, saya jadi bertanya-tanya, seharusnya pemerintah kan bisa lebih banyak berperan. intervensi pasar mungkin? berikan regulasi yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat (baca : rakyat kebanyakan). tapi ya tetap lah mereka diberi insentif, bagaimanapun melakukan bisnis mereka bertujuan profit.

trus, mbak lea, beberapa orang menganggap kenaikan harga minyak didorong oleh faktor spekulan yang aktif memperdagangkan produk derivatif energi. bagaimana dengan anda?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo masalah energi, kita harus akui sekarang produksi kita dibawah kebutuhan nasional. artinya kita bergantung pada pergerakan pasar internasional. jadi dalam kasus ini, mau tak mau ya harus naik harga BBM, supaya tidak jebol APBN kita. (berat memang, tapi mau apa lagi)</p>
<p>masalah komoditas, saya jadi bertanya-tanya, seharusnya pemerintah kan bisa lebih banyak berperan. intervensi pasar mungkin? berikan regulasi yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat (baca : rakyat kebanyakan). tapi ya tetap lah mereka diberi insentif, bagaimanapun melakukan bisnis mereka bertujuan profit.</p>
<p>trus, mbak lea, beberapa orang menganggap kenaikan harga minyak didorong oleh faktor spekulan yang aktif memperdagangkan produk derivatif energi. bagaimana dengan anda?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
