Slank, Generasi Biru, dan DPR yang Gagap
Anton Bahtiar Rifa’i
Di awal dekade 1990-an, lima anak muda tampil di layar TVRI. Dengan gaya seenaknya meski agak sedikit kikuk, mereka menyanyikan lagu dalam iringan musik rock ‘n’ roll yang keras: “Memang, kantongku memang kering. Jangan menghina, yang penting bukannya maling. Memang, jaketku memang kotor. Jangan menghina, yang penting bukan koruptor……” Kelima anak muda yang tergabung dalam grup Slank itu–Bimbim (drum), Kaka (vokal), Pay (gitar), Indra (kibor), dan Bongki (bas)—tengah menyanyikan lagu Memang dari album Suit Suit He He. Saat itu, sesungguhnya publik tengah menjadi saksi: musik rock Indonesia tengah memasuki fase baru.
Sejak kemunculannya, Slank telah menjadi semacam gerakan kultural di kalangan anak muda. Mereka menempatkan rock ‘n’ roll tak hanya sebatas musik, tetapi juga sebagai sikap, pilihan hidup, dan senjata melawan kemapanan. Bahkan ketika formasi personel mereka berganti menjadi Bimbim (drum), Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas), semangat itu tidak juga padam. Cikal bakal Slank sebenarnya telah ada sejak tahun 1983, ketika masih bernama Cikini Stones Complex (CSC) yang menyanyikan lagu-lagu The Rolling Stones. Namun, tonggak terpenting pengaruh Slank terhadap musik Indonesia terjadi pada tahun 1990-an, sejak mereka mengeluarkan album Suit Suit He He.
Kekuatan utama Slank sesungguhnya terletak pada kemampuan mereka mengartikulasikan suara dan sikap anak-anak muda. Di sisi lain, warna musik mereka –ditambah gaya mereka yang seenaknya—memancarkan gelora pembebasan. Sejak awal kemunculannya, mereka lebih banyak membebaskan pikiran anak-anak muda dari kungkungan kultur konvensional. Semangat pembebasan itu terlihat dalam menyikapi berbagai persoalan, dari mulai urusan percintaan, birokrasi korup, budaya feodalisme, pembabatan hutan, kesenjangan ekonomi, masalah politik, dan lain-lain. Sikap itu tentunya disuarakan dalam gaya khas anak muda. Misalnya, kejengkelan mereka terhadap proses regenerasi kepemimpinan di negeri ini, terlihat dalam lirik lagu lagu Utopia: “…Cuci kaki saja, pada tidur semua. Biar kami saja yang jaga malam. Kalian sudah tua…. Minggir…!!”
Sikap dan gaya Slank yang apa adanya, serta kemampuan mereka mengartikulasikan gelora anak muda, telah melahirkan fanatisme yang luar biasa. Pendukung fanatis mereka yang menamakan diri Slanker diperkirakan mencapai jutaan orang, dan terus beregenerasi sejak tahun 1990-an hingga kini. Slank sendiri memproklamirkan generasi Slanker ini sebagai “generasi biru”, seperti mereka suarakan dalam lagu Generasi Biru: “..Aku bukan pion-pion catur. Aku gak suka diatur-atur. Jangan coba halangi aku, karna aku generasi biru……. Biarkan terbuka lebar, gak perlu tutup mataku. Aku ingin melihat jelas. Ini zaman generasi biru. Oh biarkanku teriak lantang, untuk apa sumbat mulutku. Aku ingin menyanyi keras. Ini lagu generasi biru…”
Namun, meski gaya komunikasi Slank sangat apa adanya, ternyata elite yang ada di institusi kenegaraan masih ada yang kesulitan mencernanya. Gayus Lumbuun dari Badan Kehormatan DPR sempat mempersoalkan lagu Slank berjudul Gosip Jalanan, yang bagian liriknya antara lain berbunyi: “mau tau gak mafia di Senayan? Kerjanya tukang buat peraturan. Bikin UUD, ujung-ujungnya duit.” Sikap anggota DPR ini menggelikan sekaligus memprihatinkan. Menggelikan, karena tiba-tiba anggota DPR menjadi “polisi” bagi standar kualitas dan nilai moral suatu karya seni. Memprihatinkan, karena DPR begitu gagap mencerna aspirasi yang berasal dari bawah. Ini bisa menjadi pertanda bahwa DPR tidak peka terhadap persepsi masyarakat tentang DPR. Bagaimana DPR bisa bercermin melihat dirinya sendiri jika mereka tidak mengakomodasi suara sebagian masyarakat yang muak dengan perilaku sejumlah anggota DPR.
Slank sendiri tidak perlu bersusah-payah mengeluarkan argumen. Jawaban itu datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): seorang anggota DPR ditahan karena dugaan kasus suap. Dan yang lebih penting lagi bagi Slank, kreatifitas mereka tidak bisa “diganggu”, seperti tergambar dalam lagu mereka berjudul Percuma:
Aku orang bebas, yang terbang melayang seperti angin. Aku ini orang bebas, dan tak akan bisa dikuasai.

kenapa SLANK ga bikin partai aja? kan punya pendukung fanatik kayak PKB&GUSDUR, jadi pemberdayaan FANS+pengamen..HIDUP PARTAI SLANK..
Comment by idang — April 15, 2008 @ 7:36 am
Slank gak usah pusing ngadepin orang-orang DPR yang gagap. yg waras ngalah ajalah. pokoknya slank harus terus menyebarkan virus perdamaaian. piss man….
Comment by Slanker Mampang — April 15, 2008 @ 1:32 pm
sebaik-baik org yg salah adalah yang mau memperbaiki diri. slank jg memperbaiki diri, setelah terjerumus narkoba. skrg harusnya dpr yg memperbaiki diri…??!!!
Comment by Irawan — April 16, 2008 @ 9:35 am
UUD Ujung - Ujungnya Duit
KUHP KAsi Uang Habis Perkara
MMMMMMMMMMMM apa lagi yaaa banyakkkk … makanya sering2 turun ke masyarakat doong ikutan antri minyak..
dengerin keluh kesah perajin kompor minyak yang kemaren udah milih kamu2 yaaahh banyak dech
jangan kewenakan di atas doong
Comment by ipin — April 16, 2008 @ 9:22 pm
setiap orang berhak berpendapat,tapi alangkah baiknya di saring2 dlu lah,memang klo d cermati kurang etis lirik lagu slank,jadi alangkah baiknya slank harus banyak belajar bikin lirik yg lebih halus lagi.Seperti Iwan fals ga ada masalah dengan lirik lagunya,meskipun nyinggung pemerintah dsb.Jd bukan cm bisa ngomong piss doang! sebagai orang timur tunjukkan norma kita dalam berbicara pula….tul?
Comment by husni — April 18, 2008 @ 3:36 am
sebenarnya yg duluan nyentil itu bukan slank tapi yg lebih mengena itu iwan fals. berhubung saat itu belum ada KPK ya gitu itu slank yg jadi terpopulerkan. makanya slank jgn terus besar kepala atuh. kalo perkara nyelekitnya. masih mending iwan fals padahal saat itu cuma segelintir orang yg berani vokal, kalau tidak keburu diberangus kayak ingus.
Comment by doelkar's — April 18, 2008 @ 3:21 pm
Tlg bilang ke anggota DPR, dengerin suara rakyat. Jgn cuma mikirin perut sendiri. Turunkan harga!! Jika memang lagu slank ga bener, harusnya Anggota DPR ga tersinggung donk! Makanya bercermin, biar bisa introspeksi diri…. Jangan bisanya cuma main CEKALLLLL……….. Bikin UUD (ujung2nya duit)…..
Tlg pikirin lah lirik lagu slank itu emang sesuai kenyataan yang ada. Hiduuuup SLANKER……..! Hiduuuup Generasi Biru……..
Comment by Fitri — April 25, 2008 @ 9:56 am
setiap orang mempunyai kebebasan berpendapat, sebagai wakil rakyat DPR haruslah arif dan bijaksana ambil hikmahnya, terkadang kita hanya bisa mengkritik tapi tak mau dikritik, hilangkanlah sifat tinggi hati, terimalah kritikan menjadi bahan acuan kita bersama
Comment by AZZAM — April 26, 2008 @ 12:19 am
gw dukung sepenuhnya klo slank bikin partai,gw berani berkorban sampai titik darah pengabisan. dulu ada sumpah pemuda untuk mempersatukan pemuda-pemuda dinusantara ini,sekarang ada SLANK….
Comment by adhi slankers BEKASI — April 26, 2008 @ 12:32 pm
wakil rakyat kita skrng sebenernya slank, kalo dpr sich ga’ peduli ama rakyat. hiduuup partai slank..!!
Comment by irsham slanker pulogadung — April 27, 2008 @ 3:43 pm
Slank, memang dari dulu ngaku sebagi generasi biru, generasi slengekan. Generasi apa adanya, dan yang dikatakannya apa adanya, setidaknya seperti apa yang diketahui oleh mereka. Indonesia memang butuh generasi2 yang menyuarakan kata hati. viva slank.
Comment by raka — April 30, 2008 @ 2:51 pm
slanker memang tiada duanya euy…, hikss.. hidup slanker..!!
Comment by darus firman — May 7, 2008 @ 1:57 pm
Liat aja, pemimpin masa depan indonesia bakal berasal dari generasi slanker, generasi biru. Viva slanker..!!
Comment by Aziz — May 11, 2008 @ 4:36 pm
slank, terus maju brantas korupsi di negara tercinta, rakyat ada di belakangmu, bukan hanya KPK, tapi rakyat, man. rakyat bersatu tidak bisa dikalahkan. ayo slank, ajak juga teman2 artis, jangan hanya buat lagu2 cinta yang cengeng..
Comment by irham — May 13, 2008 @ 11:51 am
Ah..Yang penting sekarang mah buat anggota DPR intropeksi diri aja sendanya gak bersalah/korupsi jangan ngambeak dong…^~^
Comment by Ahmad — May 17, 2008 @ 6:22 am
ayo slank, tolak kenaikan BBM.
Comment by arzik — May 17, 2008 @ 11:07 pm
slank itu kuncinya kejujuran, ini yang sehrsnya ditiru dpr.
Comment by Puzzay — May 18, 2008 @ 9:19 pm
Sebenarnya DPR itu hanya kurang kerjaan.Mereka seharusnya lebih berintrospeksi dong,kalau memang yang dibilang slank itu gak benar,kenapa harus emosi?Tanggapan negatif DPR itu terkesan menutupi kelemahan mereka.Anggota DPR kan juga rakyat bedanya mereka duduk di parlemen.DPR itu kan wakil rakyat,ini kok malah terkesan memusuhi rakyat.Yang lebih pantas jadi wakil rakyat itu SLANK apa DPR?????
Comment by arie — May 19, 2008 @ 1:09 am
DPR..Dewan Pemalak(uang)Rakyat.
MPR..Dewan Pemalak(nasib)Rakyat.
Gimana Rakyat ga tambah sengsara Hidup nya? UANG Ma NASIB RAKYAT Dah DIPALAK Duluan Luar Dalem Ma DPR MPR…?????????????????
Comment by Dayat Aulia — May 19, 2008 @ 3:58 am
TAK PERLU BERTELE-TELE LUGAS, TEGAS DAN BERANI, HIDUP GENERASI BIRU, JAYALAH SLANK !!!
Comment by PANJAYA — May 21, 2008 @ 7:50 am
kasian ya jadi orang Indonesia, di dalam negeri di cuekin oleh pemerintahnya, dan di luar negeri juga nggak di anggap…wuah mending pindah aja ke bulan
Comment by lebahpetarung — May 21, 2008 @ 8:04 am
ya mending drpd demo anarkhis
Comment by andre — July 2, 2008 @ 3:31 pm