<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Negeriku Dikoyak 1001 Partai</title>
	<atom:link href="http://blog.liputan6.com/2008/04/14/negeriku-dikoyak-1001-partai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.liputan6.com/2008/04/14/negeriku-dikoyak-1001-partai/</link>
	<description>Blog liputan 6 aktual tajam dan terpercaya</description>
	<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 01:48:32 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: doelkar's</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/04/14/negeriku-dikoyak-1001-partai/#comment-1961</link>
		<dc:creator>doelkar's</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 03:15:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/04/14/negeriku-dikoyak-1001-partai/#comment-1961</guid>
		<description>sekarang ini ada kelompok yg sedang berkembang di masyarakat, yaitu "anti kemapanan" rakyat sdh bosan dengan segala peraturan, dan segala remeh temeh yg pada akhirnya semua bermuara ke arah kemapanan, setelah reformasi dianggap gagal, maka rakyat beralih ke anti kemapanan. termasuk partai2 yg sudah mapan, sampai2 mapan dlm berbagai hal. istilah medan TIPSANI alias tipu sana sini. tengok saja para aggt dewan yg sdh puluhan thn duduk di sono, korupsinya jg makin kreatif, berdalih study bandinglah padahal semua itu pakai fasilitas uang negara. dalam hal ini para maniak partai melihat ini celah yg hrs dimanfaatkan. padahal lihatlah pengurusnya hampir rata2 mantan pengurus jg di partai2 yg sdh mapan tsb. tapi menurutku biar saja toh hari ini rakyat sdh mulai banyak yg pintar utk menentukan pilihannya kelak. biarkan saja semua bermetaformosis dgn segala keanekaragamannnya. semuanya akan terseleksi oleh alam dan waktu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sekarang ini ada kelompok yg sedang berkembang di masyarakat, yaitu &#8220;anti kemapanan&#8221; rakyat sdh bosan dengan segala peraturan, dan segala remeh temeh yg pada akhirnya semua bermuara ke arah kemapanan, setelah reformasi dianggap gagal, maka rakyat beralih ke anti kemapanan. termasuk partai2 yg sudah mapan, sampai2 mapan dlm berbagai hal. istilah medan TIPSANI alias tipu sana sini. tengok saja para aggt dewan yg sdh puluhan thn duduk di sono, korupsinya jg makin kreatif, berdalih study bandinglah padahal semua itu pakai fasilitas uang negara. dalam hal ini para maniak partai melihat ini celah yg hrs dimanfaatkan. padahal lihatlah pengurusnya hampir rata2 mantan pengurus jg di partai2 yg sdh mapan tsb. tapi menurutku biar saja toh hari ini rakyat sdh mulai banyak yg pintar utk menentukan pilihannya kelak. biarkan saja semua bermetaformosis dgn segala keanekaragamannnya. semuanya akan terseleksi oleh alam dan waktu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: EVA</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2008/04/14/negeriku-dikoyak-1001-partai/#comment-1959</link>
		<dc:creator>EVA</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 15:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2008/04/14/negeriku-dikoyak-1001-partai/#comment-1959</guid>
		<description>"libido" itu muncul sebagai gambaran kalau ambisi untuk jadi penguasa sangat tinggi, semuanya mmengusung "kambing hitam" ingin membangun negri, lho kalau semuanya jadi pemimpin siapa yg jadi rakyat? roda pembangunan tidak bisa bergerak hanya dimotori pimpinan
dibalik semua "misi madu" yg dirayukan untuk menarik simpati masyrakat tujuan sesungguhnya tak lain, keuntungan pribadi dan kelompok karna itu tak asing selalu ada "dorong mendorong" antar partai, selalu mencari celah untuk mencacatkan partai terkuat ( mungkin terpercaya) kadang isu murahanpun jadi stategi para pesaing

semoga masyarakat kian mengerti, kancah "berlibido tinggi ini" karna toh pada akhirnya kepercayaan masayrakatlah yg menentukan siapa menang siapa kalah, dan semoga masyarakat semakin pintar melihat "tipu muslihat" dibalik kancah politik terutama menjelang pemilu

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;libido&#8221; itu muncul sebagai gambaran kalau ambisi untuk jadi penguasa sangat tinggi, semuanya mmengusung &#8220;kambing hitam&#8221; ingin membangun negri, lho kalau semuanya jadi pemimpin siapa yg jadi rakyat? roda pembangunan tidak bisa bergerak hanya dimotori pimpinan<br />
dibalik semua &#8220;misi madu&#8221; yg dirayukan untuk menarik simpati masyrakat tujuan sesungguhnya tak lain, keuntungan pribadi dan kelompok karna itu tak asing selalu ada &#8220;dorong mendorong&#8221; antar partai, selalu mencari celah untuk mencacatkan partai terkuat ( mungkin terpercaya) kadang isu murahanpun jadi stategi para pesaing</p>
<p>semoga masyarakat kian mengerti, kancah &#8220;berlibido tinggi ini&#8221; karna toh pada akhirnya kepercayaan masayrakatlah yg menentukan siapa menang siapa kalah, dan semoga masyarakat semakin pintar melihat &#8220;tipu muslihat&#8221; dibalik kancah politik terutama menjelang pemilu</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
