Kenapa YouTube?
Yus Ariyanto
Akhir pekan lalu, Havel berkenalan dengan YouTube. Saya mulai dengan membukakan Naruto, film kartun yang digandrunginya. Mendapati cuplikan-cuplikan Naruto, anak sulung saya yang baru enam tahun itu, girang tak kepalang.
Tapi, kegirangan itu harus stop. Pemerintah Indonesia memblokir YouTube. Alasannya, situs tersebut tak mengindahkan permintaan agar Fitna karya Geert Wilders diturunkan.
****
Pada Oktober 2007, YouTube menjadi buah bibir. Google Inc. akhirnya sukses membeli situs layanan video itu dengan merogoh kocek 1,65 miliar dollar AS. Saat transaksi, usia YouTube baru 19 bulan, setelah didirikan Steve Chen (kelahiran 1978), Chad Hurley (1977), dan Jawed Karim (1979).
Dua bulan sebelum akuisisi, The Wall Street Journal menulis, YouTube memuat 6,1 juta video yang membutuhkan sekitar 45 terabytes gudang penyimpanan data. Kini, lebih dari 100 juta video siap dinikmati.
Tak pelak, keberhasilan Google membikin sejumlah perusahaan lain yang dikabarkan juga tertarik membeli seperti Yahoo, Microsoft, News Corp, dan Viacom, gigit jari. Apalagi, kemudian popularitas YouTube memang melejit luar biasa.
Lihat, mendompleng popularitas YouTube, Universitas California, Berkeley, membuka kanal khusus untuk menampilkan rekaman kuliah dan aktivitas kampus. Lebih dari 300 jam sesi kuliah bisa diakses cuma-cuma.
Niscaya, bukan cuma itu. Jika Anda memburu hiburan, YouTube sangat “bersahabat.” Istri saya cukup puas menikmati aksi Duran-Duran, yang pekan ini manggung di Jakarta, hanya dari YouTube (Ia bilang, lebih baik duitnya dibelikan sembako yang harganya terus mencekik leher.)
****
Aneh. Seekor tikus bernama Fitna mesti dibunuh dengan membakar lumbung padi bernama Youtube. Kita dipaksa untuk mudik ke “era kegelapan.” Banyak sampah berceceran, namun di sana tayangan-tayangan mencerahkan juga sangat berlimpah. Bukankah hidup kita senantiasa dikepung aneka pilihan?!
Kini, layar sensor telah dibentangkan. Tentu datangnya dari rasa cemas. Sensor adalah pelembagaan rasa cemas. Penyensor takut ada jiwa-jiwa rapuh yang bakal terguncang dan tercemar.
Sensor hadir karena kita tak sungguh-sungguh percaya bahwa setiap individu punya kedaulatan yang dibangun dari proses belajar dan pengalaman hidup bertahun-tahun. (Pasti, saya tak sedang bicara tentang anak-anak, seperti Havel, yang secara yuridis-formal belum bertanggung jawab atas perbuatannya.)
Mungkin asumsi itu benar, tapi perkenankan saya untuk skeptis. Niat buruk Wilders tak harus dilawan dengan sensor. Banyak jalan menuju Roma. Kemarahan seyogyanya dikelola. Jika tidak, apa bedanya kita dengan si keparat ekstrim kanan itu?
***
Ketika berita tersebut tiba semalam, saya langsung tercenung, “Apa jawaban yang harus diberikan jika Havel minta dibukakan situs itu akhir pekan ini?”
Untungnya, seorang teman berbisik, “YouTube masih bisa diakses. Caranya, bla…bla…bla…” Terbukti. Lalu, langkah pemblokiran itu pun kian terkesan absurd di benak saya.

tidak apa2 pak, limitasi itu hanya akan membuat kita menjadi semakin pintar ;)).
Comment by silent — April 8, 2008 @ 9:22 am
ah yang harus ditutup tuh bukan akses ke youtube atau ke situs lain2nya …. yang musti diperbaiki adalah individunya dulu …. film fitna … cuman tikus kecil yang mencoba membakar dirinya sendiri
unjuk gigi pemerintah yang sok tegas
Comment by tioooooo — April 8, 2008 @ 10:59 am
saia s7 kalo smwa hal yang bersifat konflik diredam dengan cara yang baik, termasuk smwa acara/program televisi yang mengekspos pertengkaran. memang harus ada pengorbanan tertentu dari kita untuk membangun generasi berakhlak mulia.
Comment by dwi sulistyono — April 8, 2008 @ 11:01 am
marilah molai dari diri kita untuk berfikir, bertutur kata dan bertindak dengan didasari hati yang bening. saia kangen KEDAMAIAN. setuju kan?!!
Comment by dwi sulistyono — April 8, 2008 @ 11:07 am
Yus…. dari pertemuan blogger (dan hacker?) semalem di kominfo dengan pak Nuh, pak menterinya sendiri sih bilang kalo instruksinya itu langsung dari pak presiden
dan pak menteri juga bilang kalau ada bagaimana cara teknis yg lebih baik, masukan or apapun untuk gimana caranya ngeblok film yg dimaksud dengan lebih “smooth”
lengkapnya sih ada disini http://romisatriawahono.net/2008/04/08/hasil-diskusi-blogger-dan-komunitas-maya-dengan-pak-nuh/
wartawan sctv juga dateng koq.. tapi sampe saat ini gue blon liat beritanya “ditayangkan” apa nggak, elu mungkin lebih tau ttg hal ini ke temen2x
pendapat gue pribadi sih tentang pemblokiran youtube ini memang sepertinya (sama seperti kebanyakan orang) bagai membunuh nyamuk pake meriam, masih banyak cara yg dipakai agar lebih “halus” tapi cara apapun untuk mem-blok sebuah situs pasti ada “celah” untuk dapat mengakalinya, jadi sebenernya ya masih ada lah “celah” untuk melihat itu.
diluar itu sebenernya ada pertanyaan juga dari gue ttg UU ITE ini, kenapa hanya `rame-rame` tentang pemblokiran yutub, pornografi dan lain sebagainya.
padahal UU ITE itu kan nggak dan bukan hanya membahas tentang blokir-memblokir doang, apakah memang ada “pengaburan” dari esensi yang sebenarnya?
ya memang dari diskusi semalam dengan pak menteri akhirnya tetap timbul pertanyaan “Siapakah sebenarnya yang ingin youtube di blok?”, terlepas ada intruksi dari presiden. “Apakah nggak ada hal lain yang lebih krusial daripada membahas tentang yutub? sinetron misalnya.. “, (errrrr… heuahueaue)
http://blog.adypermadi.com/2008/04/08/blogger-is-part-of-our-family/
Comment by Bi[G] — April 8, 2008 @ 6:55 pm
Saya salah satu yang bingung dengan keputusan pemerintah yang satu ini
Comment by Ollie — April 8, 2008 @ 7:44 pm
film di balas film itu baru cerdas.
film fitna sudah di balas dengan film de tegen buatan dari belanda juga.
coba simak di youtube fitna vs de tegen
–
salam kerok
Comment by sikunyuk — April 9, 2008 @ 9:00 am
#sikunyuk: wan.. ttg pelem itu sendiri kan sepertinya hanya komoditas politik di negara pembuatnya.. kenapa kita jadi ikutan ribut?
Comment by Bi[G] — April 9, 2008 @ 11:10 am
Youtube… ah biarlah 10 hr ini.
Comment by starboard — April 9, 2008 @ 12:54 pm
pemerintah menutup satu keburukan, tapi milyaran kebaikan ikut terkubur di dalamnya. banyak banget info2 penting yg ikut terkubur……….
Comment by jami'un — April 9, 2008 @ 4:35 pm
barusan aja dapet dari tetangga…
http://www.petitiononline.com/utubeina/petition.html
http://vtunnel.com
rapidshare dan my space tetap gak bisa dibuka…
Comment by Biru Metal — April 9, 2008 @ 10:15 pm
*Bi[G]: memang bener itu komoditas politik di Negaranya… Yang menjadi soal itu kenapa Youtube dan sejenisnya ditutup, sob.
ibarat mau basmi hama tikus yang diembat bukan tikusnya malah sawahnya… apa karena terlalu pinter jadi menterinya juga ikut g****g pake [G}
http://ilalangsenja.multiply.com/journal/item/41
Comment by ilalangsenja — April 10, 2008 @ 2:12 am
Kayaknya seperti nyamuk yang mampir di kepala kita, tetapi cara membunuh nyamuk menggunakan palu
Comment by garinps — April 10, 2008 @ 11:05 am
that’s absolutely the decline of our country :P, check http://phreakaholic.wordpress.com/2008/04/09/the-decline/
Comment by phreakaholic — April 10, 2008 @ 11:24 am
Hallahhh…Kenapa pada bingung? Akses youtube via mobile gak diblokir tuh! http://m.youtube.com
Comment by dlan — April 10, 2008 @ 11:38 am
Bagi pemerintah mungkin terlalu merepotkan memblokir satu persatu link-nya aja. Jadi diblokir aja sekalian semuanya, dari pada buang-buang waktu…mungkin. Oh ya, kok nggak minta bantuan Roy Suryo aja, dia khan pakar tuh dibidang gituan….. mungkin dia bisa ngasih komentar bermanfaat….mungkin.
Comment by joshua — April 10, 2008 @ 3:25 pm
Mas, mau saya bukanna YUTUB nya buat anaknya mas? saya ada TRIKNYA, kebetulan Pak Mentri kayaknya ga tau neh cara lain buka YUTUB.
Ingat mas, pepatah kuno nan lawas mengatakan “BANYAK JALAN MENUJU ROMA”.
neh caranya
masuk ke http://www.hidemyass.com masukan URL http://www.youtube.com pada textbox di webnya
SELAMAT MENCOBA
note: salam buat sikecil mas.
Comment by Server Youtube — April 10, 2008 @ 5:08 pm
sebenarnya para2 koruptor2 aja yang lagi butuh uang. sampai harus ngeluarkan 18 triliun u sensored situs2 yang sebenarnya gak perlu diurusi. mending ngurusi kalangan atas yang gelapin uang begitu banyaknya. atau mereka pada canggih sensor ya sampai korupsipun gak kelihatan.
Comment by andi — April 11, 2008 @ 3:55 pm
akhirnya.. kebuka lagi youtubenya..
Comment by Bi[G] — April 11, 2008 @ 6:15 pm
Bi[G] heheheh tapi kalo di nulis pitneh (fitna) ngga bisa yaa… dah ahh.. benerin celana dulu….benerin celana mu tu di… (tukul)
Comment by ilalangsenja — April 11, 2008 @ 6:48 pm
oh…gitu ya….pantesan hari hari ini saya coba buka youtube ga kena kena……..
Ya gimana lagi….padahal youtube tuh usefull loh… bisa cari macem macem videoklip.
Sebel juga sih…kenapa hanya karena satu video aja semuanya juga jadi ikut diblokir????????????
Susah deh jadinya….
Semoga ga selamanya ya…..soalnya youtube tuh juga penting banget buat kita kita…..
Comment by missbaycj — April 12, 2008 @ 9:33 am
saya sangat menyesal sekali dan baru mengetahui bahwa youtube dicekal oleh pemerintah.
seharusnya ada pemberitaan atau mungkin saya tidak mengetahuinya secara jelas.
Comment by TRANSISTOR — April 12, 2008 @ 9:46 am
oh iya makasih juga ya atas bantuannya dan akhirnya saya bisa buka youtube
Comment by TRANSISTOR — April 12, 2008 @ 9:49 am
masa sih diblokir?
kok sy masih bisa buka???
tp ga fair lah kalo youtube diblokir hanya gara2 film fitna… pemerintah makin lama makin aneh saja…
Comment by Karisha — April 12, 2008 @ 10:40 am
ilalangsenja: coba search “fitn4″ masih dapet tuh
dan ada lagi yg bikin “film tandingan” namanya schism
http://www.youtube.com/watch?v=dGw6rsQ8xHk
ada beritanya disini http://www.arabnews.com/?page=1§ion=0&article=108817&d=10&m=4&y=2008&pix=kingdom.jpg&category=Kingdom
eh kalo ngasih link disini kena UU ITE nggak yah?
BTW gue kasih link karena emang gue nggak ngerti gimana-gimananya…
dan katanya berdasarkan press confrence Pak Nuh kemaren jumat siang di depkominfo katanya sih kalo nggak ngerti nggak akan kena
tapi nggak tau juga deh…
Comment by Bi[G] — April 12, 2008 @ 11:38 am
Aneh. Seekor tikus bernama Fitna mesti dibunuh dengan membakar lumbung padi bernama Youtube. Kita dipaksa untuk mudik ke “era kegelapan.” Banyak sampah berceceran, namun di sana tayangan-tayangan mencerahkan juga sangat berlimpah. Bukankah hidup kita senantiasa dikepung aneka pilihan?!
- Buat saya itu alasan yang nggak masuk akal, coba saja dibayangkan kalau saja yang ada bukan film FITNA yang berbicara tentang suatu agama tertentu yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia tapi menyinggung agama yang lain, apakah pemerintah masih dengan begitu asiknya bersemangat memblokir situs youtube?Jawabannya mungkin sudah bisa anda terka.
Sebagai mahasiswa saya juga kelabakan dengan aksi pemerintah ini. Dari mana saya bisa mendapatkan iklan gratis untuk di download kemudian di analisis, dari mana saya dapat cuplikan film secara gratis untuk menunjang skripsi saya. Masa hanya gara-gara satu saja film yang tidak mengenakan di hati pemerintah sudah berprilaku yang justru sangat mencemaskan orang-orang seperti saya ini. Bukankah kecemasan yang mengusik keyakinan efek dari film FITNAH itu tidak perlu diragukan kalau masyarakatnya sendiri sudah punya keyakinan yang luar biasa akan agamanya masing-masing.
Tidak sadarkah pemerintah bahwa masih ada banyak celah selain melihat film Fitnah yang dapat menggoyahkan iman seseorang?
Harusnya ada hal-hal yang lebih penting lainnya dari pada sekedar film yang dibuat untuk sensasi ini bisa diurusi pemerintah.
Tapi seperti biasa, pemerinta melakukan hal lain agar masyarakat lupa bahwa ada hal penting lainya yang belum bisa pemerintah selesaikan dari pada hanya sekedar memblokir situs Youtube.
Comment by evelynpy — April 12, 2008 @ 11:55 am
agh..au tugh….jadi semuanya terbatas, nggak dewasa..
aku nggak SETUJUUUUUU
Comment by Okta Sihotang — April 13, 2008 @ 9:38 pm
alhamdulillah sekarang youtube dah bisa diakses
Comment by harish — April 14, 2008 @ 2:37 pm
Multiply juga pernah ditutup, barengan dengan Youtube,
WARNING nih, ntar Blog2 yang kritis pada kebijakan juga ditutup pemerintah dan penulisnya ditangkapi..
Comment by Iwan Madari — June 8, 2008 @ 12:57 am
Kalau youtube di tutup, gimana kalau liat yang ini : http://www.gotube.co.cc
Comment by gotube — June 10, 2008 @ 10:20 pm
ada video “polisi sableng” di http://www.youtube.com tapi yg upload lebih sableng, polisi juga manusia.
Comment by bayu — June 11, 2008 @ 1:40 pm
Masih bisa di akses koq, lagian masih banyak situs lain yang seperti Youtube.
Klik my website http://adehermawan.50webs.com
Comment by Adhe — July 26, 2008 @ 12:48 am
yang iyanya tuh menkominfo kelihatan bloon sikapnya di mataku. sudah tau ciri bangsa indonesia kalo di larang makin menjadi ini kok di larang yah makin penasaran orang mau liat tuh film terbukti kan surveinya makin naik trafik pencarian terkait film itu seperti di beritakan detikcom coba kalo di beberkan di ajak mui jelaskan mana itu yang menyimpan di video itu . MAkin cerdas masyarakat ini bukan makin sempit pemikirannya. mana lagi kasiannya dia fax nya ntah berapa hari baru di balas google benar benar memalukan.
Comment by MedanBlogger — August 21, 2008 @ 3:13 am
jangankan youtube, youporn juga masih bs kebuka kok hweu
Comment by amiel — September 24, 2008 @ 4:36 pm
Pemerintah sok banged buwat sensor-sensor..Daripada ngurusin ginian,urusin tu para koruptor..Biar negara kita bisa maju,baik dalam bidang ekonomi maupun bidang intelektual,,jangan bisanya cuma nyensor” doank dunk
Comment by Pamiy — September 29, 2008 @ 4:18 pm