Sunday, May 19, 2013

Kenapa YouTube?

April - 8 - 2008
kenapa-youtube

Yus Ariyanto

 

Akhir pekan lalu, Havel berkenalan dengan YouTube. Saya mulai dengan membukakan Naruto, film kartun yang digandrunginya. Mendapati cuplikan-cuplikan Naruto, anak sulung saya yang baru enam tahun itu, girang tak kepalang.

Tapi, kegirangan itu harus stop. Pemerintah Indonesia memblokir YouTube. Alasannya, situs tersebut tak mengindahkan permintaan agar Fitna karya Geert Wilders diturunkan.

****

Pada Oktober 2007, YouTube menjadi buah bibir. Google Inc. akhirnya sukses membeli situs layanan video itu dengan merogoh kocek 1,65 miliar dollar AS. Saat transaksi, usia YouTube baru 19 bulan, setelah didirikan Steve Chen (kelahiran 1978), Chad Hurley (1977), dan Jawed Karim (1979).

Dua bulan sebelum akuisisi, The Wall Street Journal menulis, YouTube memuat 6,1 juta video yang membutuhkan sekitar 45 terabytes gudang penyimpanan data. Kini, lebih dari 100 juta video siap dinikmati.

Tak pelak, keberhasilan Google membikin sejumlah perusahaan lain yang dikabarkan juga tertarik membeli seperti Yahoo, Microsoft, News Corp, dan Viacom, gigit jari. Apalagi, kemudian popularitas YouTube memang melejit luar biasa.

Lihat, mendompleng popularitas YouTube, Universitas California, Berkeley, membuka kanal khusus untuk menampilkan rekaman kuliah dan aktivitas kampus. Lebih dari 300 jam sesi kuliah bisa diakses cuma-cuma.

Niscaya, bukan cuma itu. Jika Anda memburu hiburan, YouTube sangat “bersahabat.” Istri saya cukup puas menikmati aksi Duran-Duran, yang pekan ini manggung di Jakarta, hanya dari YouTube (Ia bilang, lebih baik duitnya dibelikan sembako yang harganya terus mencekik leher.)

****

Aneh. Seekor tikus bernama Fitna mesti dibunuh dengan membakar lumbung padi bernama Youtube. Kita dipaksa untuk mudik ke “era kegelapan.” Banyak sampah berceceran, namun di sana tayangan-tayangan mencerahkan juga sangat berlimpah. Bukankah hidup kita senantiasa dikepung aneka pilihan?!

Kini, layar sensor telah dibentangkan. Tentu datangnya dari rasa cemas. Sensor adalah pelembagaan rasa cemas. Penyensor takut ada jiwa-jiwa rapuh yang bakal terguncang dan tercemar.

Sensor hadir karena kita tak sungguh-sungguh percaya bahwa setiap individu punya kedaulatan yang dibangun dari proses belajar dan pengalaman hidup bertahun-tahun. (Pasti, saya tak sedang bicara tentang anak-anak, seperti Havel, yang secara yuridis-formal belum bertanggung jawab atas perbuatannya.)

Mungkin asumsi itu benar, tapi perkenankan saya untuk skeptis. Niat buruk Wilders tak harus dilawan dengan sensor. Banyak jalan menuju Roma. Kemarahan seyogyanya dikelola. Jika tidak, apa bedanya kita dengan si keparat ekstrim kanan itu?

***

Ketika berita tersebut tiba semalam, saya langsung tercenung, “Apa jawaban yang harus diberikan jika Havel minta dibukakan situs itu akhir pekan ini?”

Untungnya, seorang teman berbisik, “YouTube masih bisa diakses. Caranya, bla…bla…bla…” Terbukti. Lalu, langkah pemblokiran itu pun kian terkesan absurd di benak saya.

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

42 Komentar pada “Kenapa YouTube?”

  1. silent says:

    tidak apa2 pak, limitasi itu hanya akan membuat kita menjadi semakin pintar ;) ).

  2. tioooooo says:

    ah yang harus ditutup tuh bukan akses ke youtube atau ke situs lain2nya …. yang musti diperbaiki adalah individunya dulu …. film fitna … cuman tikus kecil yang mencoba membakar dirinya sendiri

    unjuk gigi pemerintah yang sok tegas :P

  3. dwi sulistyono says:

    saia s7 kalo smwa hal yang bersifat konflik diredam dengan cara yang baik, termasuk smwa acara/program televisi yang mengekspos pertengkaran. memang harus ada pengorbanan tertentu dari kita untuk membangun generasi berakhlak mulia.

  4. dwi sulistyono says:

    marilah molai dari diri kita untuk berfikir, bertutur kata dan bertindak dengan didasari hati yang bening. saia kangen KEDAMAIAN. setuju kan?!!

  5. Bi[G] says:

    Yus…. dari pertemuan blogger (dan hacker?) semalem di kominfo dengan pak Nuh, pak menterinya sendiri sih bilang kalo instruksinya itu langsung dari pak presiden
    dan pak menteri juga bilang kalau ada bagaimana cara teknis yg lebih baik, masukan or apapun untuk gimana caranya ngeblok film yg dimaksud dengan lebih “smooth”

    lengkapnya sih ada disini http://romisatriawahono.net/2008/04/08/hasil-diskusi-blogger-dan-komunitas-maya-dengan-pak-nuh/

    wartawan sctv juga dateng koq.. tapi sampe saat ini gue blon liat beritanya “ditayangkan” apa nggak, elu mungkin lebih tau ttg hal ini ke temen2x :D

    pendapat gue pribadi sih tentang pemblokiran youtube ini memang sepertinya (sama seperti kebanyakan orang) bagai membunuh nyamuk pake meriam, masih banyak cara yg dipakai agar lebih “halus” tapi cara apapun untuk mem-blok sebuah situs pasti ada “celah” untuk dapat mengakalinya, jadi sebenernya ya masih ada lah “celah” untuk melihat itu.

    diluar itu sebenernya ada pertanyaan juga dari gue ttg UU ITE ini, kenapa hanya `rame-rame` tentang pemblokiran yutub, pornografi dan lain sebagainya.
    padahal UU ITE itu kan nggak dan bukan hanya membahas tentang blokir-memblokir doang, apakah memang ada “pengaburan” dari esensi yang sebenarnya?

    ya memang dari diskusi semalam dengan pak menteri akhirnya tetap timbul pertanyaan “Siapakah sebenarnya yang ingin youtube di blok?”, terlepas ada intruksi dari presiden. “Apakah nggak ada hal lain yang lebih krusial daripada membahas tentang yutub? sinetron misalnya.. “, (errrrr… heuahueaue)

    http://blog.adypermadi.com/2008/04/08/blogger-is-part-of-our-family/

  6. Ollie says:

    Saya salah satu yang bingung dengan keputusan pemerintah yang satu ini

  7. sikunyuk says:

    film di balas film itu baru cerdas.

    film fitna sudah di balas dengan film de tegen buatan dari belanda juga.

    coba simak di youtube fitna vs de tegen

    salam kerok

  8. Bi[G] says:

    #sikunyuk: wan.. ttg pelem itu sendiri kan sepertinya hanya komoditas politik di negara pembuatnya.. kenapa kita jadi ikutan ribut?

  9. starboard says:

    Youtube… ah biarlah 10 hr ini.

  10. jami'un says:

    pemerintah menutup satu keburukan, tapi milyaran kebaikan ikut terkubur di dalamnya. banyak banget info2 penting yg ikut terkubur……….

  11. Biru Metal says:

    barusan aja dapet dari tetangga…
    http://www.petitiononline.com/utubeina/petition.html
    http://vtunnel.com

    rapidshare dan my space tetap gak bisa dibuka…

  12. ilalangsenja says:

    *Bi[G]: memang bener itu komoditas politik di Negaranya… Yang menjadi soal itu kenapa Youtube dan sejenisnya ditutup, sob.
    ibarat mau basmi hama tikus yang diembat bukan tikusnya malah sawahnya… apa karena terlalu pinter jadi menterinya juga ikut g****g pake [G}

    http://ilalangsenja.multiply.com/journal/item/41

  13. garinps says:

    Kayaknya seperti nyamuk yang mampir di kepala kita, tetapi cara membunuh nyamuk menggunakan palu

  14. phreakaholic says:

    that’s absolutely the decline of our country :P , check http://phreakaholic.wordpress.com/2008/04/09/the-decline/

  15. dlan says:

    Hallahhh…Kenapa pada bingung? Akses youtube via mobile gak diblokir tuh! http://m.youtube.com

  16. joshua says:

    Bagi pemerintah mungkin terlalu merepotkan memblokir satu persatu link-nya aja. Jadi diblokir aja sekalian semuanya, dari pada buang-buang waktu…mungkin. Oh ya, kok nggak minta bantuan Roy Suryo aja, dia khan pakar tuh dibidang gituan….. mungkin dia bisa ngasih komentar bermanfaat….mungkin.

  17. Server Youtube says:

    Mas, mau saya bukanna YUTUB nya buat anaknya mas? saya ada TRIKNYA, kebetulan Pak Mentri kayaknya ga tau neh cara lain buka YUTUB.

    Ingat mas, pepatah kuno nan lawas mengatakan “BANYAK JALAN MENUJU ROMA”.

    neh caranya
    masuk ke http://www.hidemyass.com masukan URL http://www.youtube.com pada textbox di webnya

    SELAMAT MENCOBA

    note: salam buat sikecil mas.

  18. andi says:

    sebenarnya para2 koruptor2 aja yang lagi butuh uang. sampai harus ngeluarkan 18 triliun u sensored situs2 yang sebenarnya gak perlu diurusi. mending ngurusi kalangan atas yang gelapin uang begitu banyaknya. atau mereka pada canggih sensor ya sampai korupsipun gak kelihatan.

  19. Bi[G] says:

    akhirnya.. kebuka lagi youtubenya..

  20. ilalangsenja says:

    Bi[G] heheheh tapi kalo di nulis pitneh (fitna) ngga bisa yaa… dah ahh.. benerin celana dulu….benerin celana mu tu di… (tukul)

  21. missbaycj says:

    oh…gitu ya….pantesan hari hari ini saya coba buka youtube ga kena kena……..

    Ya gimana lagi….padahal youtube tuh usefull loh… bisa cari macem macem videoklip.

    Sebel juga sih…kenapa hanya karena satu video aja semuanya juga jadi ikut diblokir????????????
    Susah deh jadinya….
    Semoga ga selamanya ya…..soalnya youtube tuh juga penting banget buat kita kita…..

  22. TRANSISTOR says:

    saya sangat menyesal sekali dan baru mengetahui bahwa youtube dicekal oleh pemerintah.
    seharusnya ada pemberitaan atau mungkin saya tidak mengetahuinya secara jelas.

  23. TRANSISTOR says:

    oh iya makasih juga ya atas bantuannya dan akhirnya saya bisa buka youtube

  24. Karisha says:

    masa sih diblokir?
    kok sy masih bisa buka???

    tp ga fair lah kalo youtube diblokir hanya gara2 film fitna… pemerintah makin lama makin aneh saja…

  25. Bi[G] says:

    ilalangsenja: coba search “fitn4″ masih dapet tuh

    dan ada lagi yg bikin “film tandingan” namanya schism
    http://www.youtube.com/watch?v=dGw6rsQ8xHk

    ada beritanya disini http://www.arabnews.com/?page=1&section=0&article=108817&d=10&m=4&y=2008&pix=kingdom.jpg&category=Kingdom

    eh kalo ngasih link disini kena UU ITE nggak yah?
    BTW gue kasih link karena emang gue nggak ngerti gimana-gimananya…

    dan katanya berdasarkan press confrence Pak Nuh kemaren jumat siang di depkominfo katanya sih kalo nggak ngerti nggak akan kena

    tapi nggak tau juga deh…

  26. evelynpy says:

    Aneh. Seekor tikus bernama Fitna mesti dibunuh dengan membakar lumbung padi bernama Youtube. Kita dipaksa untuk mudik ke “era kegelapan.” Banyak sampah berceceran, namun di sana tayangan-tayangan mencerahkan juga sangat berlimpah. Bukankah hidup kita senantiasa dikepung aneka pilihan?!

    - Buat saya itu alasan yang nggak masuk akal, coba saja dibayangkan kalau saja yang ada bukan film FITNA yang berbicara tentang suatu agama tertentu yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia tapi menyinggung agama yang lain, apakah pemerintah masih dengan begitu asiknya bersemangat memblokir situs youtube?Jawabannya mungkin sudah bisa anda terka.
    Sebagai mahasiswa saya juga kelabakan dengan aksi pemerintah ini. Dari mana saya bisa mendapatkan iklan gratis untuk di download kemudian di analisis, dari mana saya dapat cuplikan film secara gratis untuk menunjang skripsi saya. Masa hanya gara-gara satu saja film yang tidak mengenakan di hati pemerintah sudah berprilaku yang justru sangat mencemaskan orang-orang seperti saya ini. Bukankah kecemasan yang mengusik keyakinan efek dari film FITNAH itu tidak perlu diragukan kalau masyarakatnya sendiri sudah punya keyakinan yang luar biasa akan agamanya masing-masing.
    Tidak sadarkah pemerintah bahwa masih ada banyak celah selain melihat film Fitnah yang dapat menggoyahkan iman seseorang?
    Harusnya ada hal-hal yang lebih penting lainnya dari pada sekedar film yang dibuat untuk sensasi ini bisa diurusi pemerintah.
    Tapi seperti biasa, pemerinta melakukan hal lain agar masyarakat lupa bahwa ada hal penting lainya yang belum bisa pemerintah selesaikan dari pada hanya sekedar memblokir situs Youtube.

  27. agh..au tugh….jadi semuanya terbatas, nggak dewasa..
    aku nggak SETUJUUUUUU :(

  28. harish says:

    alhamdulillah sekarang youtube dah bisa diakses :)

  29. Iwan Madari says:

    Multiply juga pernah ditutup, barengan dengan Youtube,
    WARNING nih, ntar Blog2 yang kritis pada kebijakan juga ditutup pemerintah dan penulisnya ditangkapi..

  30. gotube says:

    Kalau youtube di tutup, gimana kalau liat yang ini : http://www.gotube.co.cc

  31. bayu says:

    ada video “polisi sableng” di http://www.youtube.com tapi yg upload lebih sableng, polisi juga manusia.

  32. Adhe says:

    Masih bisa di akses koq, lagian masih banyak situs lain yang seperti Youtube.
    Klik my website http://adehermawan.50webs.com

  33. MedanBlogger says:

    yang iyanya tuh menkominfo kelihatan bloon sikapnya di mataku. sudah tau ciri bangsa indonesia kalo di larang makin menjadi ini kok di larang yah makin penasaran orang mau liat tuh film terbukti kan surveinya makin naik trafik pencarian terkait film itu seperti di beritakan detikcom coba kalo di beberkan di ajak mui jelaskan mana itu yang menyimpan di video itu . MAkin cerdas masyarakat ini bukan makin sempit pemikirannya. mana lagi kasiannya dia fax nya ntah berapa hari baru di balas google benar benar memalukan.

  34. amiel says:

    jangankan youtube, youporn juga masih bs kebuka kok hweu

  35. Pamiy says:

    Pemerintah sok banged buwat sensor-sensor..Daripada ngurusin ginian,urusin tu para koruptor..Biar negara kita bisa maju,baik dalam bidang ekonomi maupun bidang intelektual,,jangan bisanya cuma nyensor” doank dunk

  36. pemerintah gimana sih??

    klo YouTube di block…aku gimana nonton video artis-artis jepang ??

    T.T

    Jasa pembuatan website

  37. maksudnya video musik…bukan xxx

  38. Picas says:

    Youtube ada di pagerank 3, setelah Google dan Yahoo.
    Saluut buat Google dan Youtube yang memang ringan dan mudah diakses.

    G usah lah kita mengambil yg buruk2, ambil yg baik-baik aja dari Youtube.

  39. Ada2 aja tuh pemerintah… saya yakin masyarakan sekarang sudah pinter2 bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik… BETUL?

  40. Mari kita hargai ketegasan pemerintah kita..!
    Biasannya pemerintah kita adalah lemah..! Baru kali ini pemerintah kita tegas!

    Kita tidak seharusnnya menjadi objek penderita saja, dan seolah-olah tidak ada.

    Coba kita tengok kasusnnya Blackberri..!
    Hal ini adalah contoh buah manis dari ketegasan..!

    Aplaus buat pemerintah kita..!

  41. Rembo says:

    bingung dengan pemerintah indonesia, masalah kecil jadi di perbesar-besarkan. Walaupun begitu Indonesia tetap negara yang ku cintai…

  42. dj nugroho says:

    Youtube! Oh… video youtube-ku

Tinggalkan Komentar