Memanfaatkan Momentum “Akbar”
Merdi Sofansyah
Hari genee nggak punya blog ? Mantan ketua umum Partai Golkar, Akbar Tandjung akhirnya tak tahan juga untuk tidak merambah ranah blog (website log). Maka, lahirlah bangakbar.com yang resmi diluncurkan hari ini (5 April 2008). Dengan blognya, Bang Akbar yang juga mantan Ketua DPR, ingin membuka komunikasi yang intens sekaligus mengukur jarak masyakarat terhadap dirinya, atau bisakah dibaca sebagai langkah terobosan untuk menyambut momentum akbar pemilihan presiden 2009 ?
Kian hari, kian banyak pejabat pemerintah membuat website atau blog di internet. Benarkah ini pertanda kalau dunia internet bisa dijadikan sarana untuk mendongkrak popularitas ? Di dunia maya, apa yang dilakukan Bang Akbar tentu saja tidak bisa dibilang baru. Sebab sebelumnya, beberapa pejabat, baik di kalangan eksekutif maupun legislatif sudah lebih dahulu berani unjuk gigi. Mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan), I Gede Winasa (Bupati Jembrana, Bali), Barnabas Suebu (Gubernur Papua), Fauzi Bowo (Gubernur DKI) serta Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR). Pejabat yang telah lengser pun tak kalah agresif membuat website yang aktif. Sebut saja ada Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI), Yusril Ihza Mahendra (mantan Menteri Hukum dan HAM) dan Sutiyoso (mantan Gubernur DKI Jakarta). Masih banyak lagi lainnya yang bisa kita cari dengan mudah lewat mesin pencari.
Isi blog tersebut sebagian besar (kalau tidak bisa dibilang semuanya) masih terbatas memuat profil pribadi, visi dan misi, berita kegiatan sehari-hari, kutipan sang pejabat dan klipingan atau komentar positif yang diberikan oleh pengunjungnya. Meski belum terbukti benar efektifitasnya mendongkrak popularitas (setahu saya belum ada survey yang mengambil topik ini), yang pasti blog para pejabat itu memang telah memotong jalur birokrasi yang panjang dan bertele-tele. Melalui blog, anda, saya dan siapa saja yang berkepentingan baik langsung atau tidak, akan mudah mengeluarkan unek-unek, kritik (namun jangan harap bisa dipublish kalau tidak “lolos sensor” sang pejabat atau orang yang dipercaya menjadi moderator blognya), apatis, pujian bahkan mungkin juga sanjungan basa basi.
Ditanggapi ? Itu urusan belakang. Yang pasti, seperti Bang Akbar bilang di blognya: “Saya ingin berbagi pengalaman dan wawasan melalui media ini”.
Jadi, jangan terlalu berharap menemukan sisi lain dari pandangan sang pejabat terhadap gunungan masalah di negeri ini. Padahal, jika maunya mengejar hit dan rating, yang perlu dilakukan adalah tidak menulisnya dengan gaya bahasa yang berjarak atau formal (ala humas di banyak departemen) melainkan mengisinya dengan tutur yang santai dan rileks, sehingga pengunjung betah dan sering balik untuk bertegur sapa atau bahkan menjadikannya sebagai salah satu link favourite (di-bookmark). Mampukah Bung Akbar menjawab tantangan itu ? Yang pasti sejak lengser dari ketua DPR dan dikalahkan Jusuf Kalla dalam Munas Golkar akhir 2004 lalu, Bang Akbar tak pernah “tinggal glanggang colong playu” atau dengan kata lain tak pernah meninggalkan gelanggang pertempuran.
Kemanakah muaranya ? KPU sudah memutuskan, hajatan akbar setiap lima tahunan akan diawali dengan pemilu legislatif 5 April 2009 (tanggal yang juga dipilih Bang Akbar untuk meluncurkan blognya) dan menyusul sesudahnya adalah pemilu presiden. Panasnya suhu politik menjelang pemilu diprediksi akan berimbas ke dunia maya. Sebab, lewat internet yang kini berbiaya semakin murah, para kandidat tak perlu susah-susah lagi menyapa konstituennya, termasuk yang berada nun jauh disana. Penetrasi internet bahkan telah menusuk jauh ke desa-desa pelosok yang sepertinya tak masuk dalam peta kampanye tim sukses manapun. Tak perlu juga mengeluarkan “gizi” tambahan kepada banyak orang yang sekedar ingin tahu apa misi serta visi yang ada di kepalanya. Cukup pesan ke salah satu PH untuk membuat video kampanye ala “company profile” ditingkah efek-efek dramatis dan backsound yang mendukung dan … tinggal sekali klik, upload video tersebut ke blog (atau kalau mau lebih powerfull lagi upload ke situs penyedia layanan video server : youtube, layartancap dan teman-temannya). Seratus persen persis kampanye (dan tidak perlu takut “disemprit” KPU atau aturan “minggu tenang”, karena toh kampanye bisa dimulai sekarang dan berakhir kapan saja ia mau!!). Dijamin, banyak yang bakal “kesengsem” atau minimal meninggalkan komentar (apalagi jika videonya agak nyleneh dan dibuat lain dari biasa). Perang di dunia maya itu bakal makin seru. Karena itu, bisa dipastikan, sebentar lagi kita akan melihat kemunculan blog-blog lain para calon kandidat presiden dan pasangannya yang tak ingin melewatkan kesempatan memanfaatkan momentum akbar yang hanya muncul setiap lima tahun sekali.
Ke sanakah Bang Akbar hendak menuju ? Wallahu a’alam..

Horee.. pertama..
Mer.. bahas tentang UU ITE dong…
dan bahas kenapa juga narsum nya liputan6 untuk bahasan IT koq “itu-itu” juga? “you-know-who” lah..
btw gimana mau upload ke youtube?
lha wong katanya mau diblok pemerintah
tapi dari kantor masih bisa sih..
*salam dari lantai 8*
Comment by Bi[G] — April 7, 2008 @ 12:01 pm
sekadar koreksi sedikit, menurut saya sih, akbar tanjung belum membuat blog, melainkan personal website. dan kayaknya masih dalam tahap pengembangan. belum bisa disebut blog karena sifatnya yang tak interaktif (belum ada kolom komentar). moga-moga dalam waktu dekat sudah berubah jadi blog beneran.
Comment by ndoro kakung — April 9, 2008 @ 12:50 pm
Sukses bang akbar. Hati, mata, dan jiwa bang Akbar semoga bisa semakin dekat dengan rakyat.
Comment by joshua — April 10, 2008 @ 3:58 pm
dekati rakyat perhatian pada rakyat itu lebih penting, seperti Jenderal Besar Soeharto dulu coba mana ada presiden ind yang bisa dekat dengan petani lewat sambung rasa dan klompecapirnya….. jangan bisa karena AAC tok bang…. seperti kata Bang One di Tv One ini nyata bukan fiksi……….
Comment by ajbranx — April 11, 2008 @ 10:03 am