April 1, 2008

Gus Dur dan Dewa Mabuk

Filed under: Politik, Tokoh — syamsul @ 9:39 am
gus-dur-dan-dewa-mabuk

Moh. Samsul Arifin

Apa yang paling sulit ditebak di kolong langit ini? Secara teologis—setidaknya berdasarkan teologi Islam yang saya anut—ada tiga hal, yakni rezeki, jodoh dan maut. Tapi, ganti kata “apa” dengan kata “siapa”. Anda pasti pusing tujuh keliling lantaran ingin mendapat jawaban yang akurat. Namun, bagi sebagian praktisi politik atau lebih sempit lagi di kalangan santri atau Nahdliyin, jawabannya tunggal: Abdurrahman Wahid alias Gus Dur!

Gus Dur kembali menghebohkan saat hadir dalam rapat pleno yang memutuskan agar Muhaimin Iskandar, Ketua Dewan Tanfidz PKB, mundur dari jabatannya. Berembuslah satu nama yang ikut menukangi konflik di tubuh partai ini. Sang “dalang” bernama Sigid Haryo Wibisono dikabarkan dekat dengan Yenny Wahid (Sekjen PKB), yang tak lain putri Gus Dur.

Lewat Sigid, demikian kubu Muhaimin, konflik PKB terpantik dan menyudutkan Muhaimin yang terpilih lewat Muktamar di Semarang, 2005 lalu. Sulit dimengerti Muhaimin diminta mundur jika tak ada faktor Gus Dur di sana. Muhaimin, keponakan Gus Dur, tak lain adalah kepanjangan tangan klan Wahid di PKB.

Publik bertanya-tanya apa alasan di balik munculnya tiga opsi—menyelenggarakan muktamar luar biasa, mempertahankan Muhaimin dan minta Muhaimin mundur—dalam rapat pleno PKB, 26 Maret lalu. Lebih aneh lagi, Gus Dur tutup mulut tentang alasan kenapa Muhaimin diminta mundur. Gus Dur seolah kian membenarkan sinyalemen bahwa dirinya sulit ditebak.

Adakah berkaitan dengan kinerja Muhaimin atau justru karena Muhaimin kian hari makin menjadi anak “bandel”, memiliki dan memainkan agenda sendiri? Sulit menalar logika konflik di PKB ini pada saat parpol-parpol lain sibuk berkonsolidasi menjelang tahun politik, Pemilu 2009.

PKB bisa dibilang anomali. Kisah konflik hampir setua partai ini yang sudah menginjak satu dasawarsa. Sejak masa Matori Abdul Djalil, Alwi Shihab dan kini Muhaimin, konflik internal menjadi pemandangan umum. Namun, bukan PKB jika tak bisa keluar dengan hasil yang bikin orang terheran-heran. Menjelang Pemilu 2004 lalu, konflik membelit PKB. Tapi, partai ini tetap menangguk suara signifikan secara agregatif. PKB duduk di peringkat ketiga dengan 11,98 juta suara di Pemilu 2004. Ia menancapkan diri sebagai partai dengan “konstituen loyal”, khususnya di Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Jadi, saya tidak khawatir dengan pecahnya kongsi Gus Dur dan Muhaimin sekarang ini. Jangan-jangan Gus Dur kali ini sengaja mengeluarkan jurus “Dewa Mabuknya” untuk meningkatkan pamor PKB jelang 2009. Jurus “Dewa Mabuk” yang acap kali diterapkan Gus Dur dalam sepak terjang politiknya, mengingatkan pada pendekar muda Wong Fei Hong dalam film Drunken Master.

Jurus ini dilakukan sambil minum arak dalam botol kendi bundar. Sebuah jurus yang membikin lawan terkejut dan tak menduga serangan Wong. Alhasil, meski lawan mampu bertahan dan menangkis, tapi selalu tertipu gerakan Wong yang memang setengah mabuk alias di antara sadar dan tidak.

Rasanya hanya Presiden Abdurrahman Wahid yang berani berbuat “gila” saat menemui massa pendukungnya dengan bercelana pendek di Istana Negara usai dilengserkan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Juli 2001. Dengan cara itu, Gus Dur ingin mengajak publik nasional untuk membongkar kesan angker Istana sekaligus mengejek lawan politiknya di Senayan bahwa dirinya ringan kaki keluar dari Istana.

Sederhana saja, konflik parpol—apalagi jika sampai pecah dua—merupakan berita dengan magnitude besar bagi media. Konflik tadi bisa diulur-ulur hingga berbilang bulan. Dibuat bak “telenovela”, berdurasi panjang dan penuh kejutan. Kejutan demi kejutan, dengan sutradara di tangan Gus Dur, tentu bakal menyita perhatian media.

Sorot kamera media—selain bersifat menelanjangi kebobrokan parpol—juga bermanfaat bagi parpol, setidaknya lewat pemberitaan yang terus-menerus akan membikin nama parpol itu makin lekat di lidah publik atau masyarakat Indonesia. Ini berarti kampanye gratis yang bisa mengangkat nama PKB. Gus Dur pasti menghitung betul “manfaat” memelihara konflik itu menjelang tahun politik.

21 Comments »

  1. naudzubillah gus dur…. semua yg jd ketua umum PKB pasti digergaji, apa sih mau mu..? aku jd semakin meragukan ke islamanmu. pe ka i saja tdk berbuat hal spt itu, atau mungkin si gus dur ini telah menganggap dirinya setara dgn mmmmmmm apa ya,..? jadi bingung saya menafsirkan ketokohannya kayaknya gak ada ya..? apa dia pikir PKB itu perusahaan dia, yg kayak gini ini yg mau maju jadi calon presiden…? summa naudzubillahi min dszalik. kalaulah begini cermin dari para elit2 partai di negeri ini hancurrrrrr
    gus hrs ingat anda masih diberi umur itu agar supaya anda bertobatlah, biarkan dunia ini aman damai, indonesia jd makmur gemah ripah loh jinawi. jgn lagi sok mencampuri urusan politik duniawi, adik anda saja gak kepilih jd presiden kini tiarap. atau sebaiknya semua yg berkaitan dgn berita stop tidak memuat anda. tidak ada satupun orang yg mendengarkan anda kecuali istri, anak, bakal menantu, dan bakal cucu anda thok…! sikap anda sdh teramat jauh dari panutan kita muhammad rasulullah, katanya anda itu kiai….
    wallahu a’lam bissawab.

    Comment by a.karim siagian — April 2, 2008 @ 9:48 am

  2. suka2 Gus Dur lah
    yg punya kan beliau :mrgreen:

    Comment by detnot — April 4, 2008 @ 11:01 am

  3. yah, begitulah gus dur..
    tapi kayaknya emg bener kalo gus dur dibilang cerminan elit politik endonesah.. :D

    Comment by Satrio — April 4, 2008 @ 2:05 pm

  4. Gus Dur memang fenomenal…Tak ubahnya film Ayat-ayat Cinta yg mengundang banyak simpati. Keputusannya selalu membuat orang bingung, kesal dan “takjub”, tak hanya warga internal, tapi juga pihak eksternal. Partai sendiri koq diobok-obok. cwuapee deech…

    Belum lagi masalah PKB tuntas, Gus Dur bersedia dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu 2009. Apa Anda ga cape Gus? kita aja lelah sekaligus prihatin melihat polah Anda…tanpa bermaksud meremehkan kapabilitas, sebaiknya Anda legowo mundur dari kancah politik. Apalagi kondisi Gus Dur kan sudah tidak se-fit saat berkuasa dulu…

    Comment by RAMA — April 4, 2008 @ 5:01 pm

  5. sosok Gus Dur ibaratnya seperti Jose Mourinho, mantan pelatih Chelsea. Eksentrik, unik, berlidah tajam, dsb. Namun justru berkat Mourinho Chelsea menjadi disegani (sekaligus dibenci). Pada akhirnya, Gus Dur memang THE SPECIAL ONE!!!

    Comment by nara — April 6, 2008 @ 12:36 am

  6. Gus Dur terlalu maju untuk Indonesia, termasuk PKB. Pikiran-pikirannya selalu prematur dan melahirkan cemas orang yang membacanya.
    Dengan memecat Muhaimin Gus Dur sebenarnya sedang “membesarkan” keponakannya itu. Ia sedang melepas ke laut bebas “anak penyu” yang sudah ditangkarkannya beberapa tahun. Gus Dur tak ingin Muhaimin besar hanya di ketiak pamannya.
    Kita bisa melihat Saifullah Yusuf (kemenakan Gus Dur yang lain) yang juga diperlakukan sama. Namun, Saiful berhasil melewati ujian Gus Dur itu.
    So,kalau ada yang tidak suka Gus Dur patut kita pahami. Sebab, Gus Dur memang punya kesalahan besar: Ia tinggal di Indonesia!

    Comment by hoedaini — April 7, 2008 @ 4:04 pm

  7. Pak Gus Dur , hmmm.m bagus sekali , nasionalis..,koruptor takut sama beliau dan yang penting tidak pengecut dan penakut..kayaknya pas jaman pak gus, tikus banyak yang diseret dari got . cuman ada pentolan tikus yang ngegoyang kalah deh..

    Comment by rara — April 7, 2008 @ 9:09 pm

  8. PKB emang perusahaannya Gus Dur, sebagai owner ya..suka2 dia lah….kan semua yang jadi anggota DPR selain harus setor ke partai kan ada juga setoran pribadi ke Gus Dur, kalo ngga mau nurut sama owner pasti di recall.
    Yang kesian ya para santri aja, coba kalo mereka punya pendidikan tinggi,…..ngga bakalan mau ngikutin sistim kultural. Sejahtera belom pasti tapi harus ngikutin keinginan para kyainya…..kasian…kasian….

    Comment by akam — April 10, 2008 @ 8:00 am

  9. salut buat Gus Dur tindakan dan ucapannya tak pernah munafik selalu jujur dan siap dengan segala resikonya apa lagi toleransi dan kebebasannya, begitulah sebaiknya politisi mending terang-terangan ngomongnya jangan dihalus-haluskan jangan diumpetkan, kaya .. yang marah sama musisi slank eee besoknya kebukti, gimana Gus pendapat lagu UUD-Slank?

    Comment by ajbranx — April 11, 2008 @ 10:10 am

  10. GusDur dengan statement2 yang aneh dan tabu didengar justru tanpa disadari bahwa buah dari statementnya itu dapat membukakan mata semua orang akan arti sebuah demokrasi, sebagai contoh perayaan imlek yang pada zaman orba sangat ditentang, akan tetapi pada saat pemerintahan gusdur imlek malah dijadikan hari libur nasional, artinya bahwa gusdur tidak memandang demokraasi hanya milik pribumi semata akan tetapi adalah hak bagi semua golongan dan ras. Mengenai persoalan internal partai PKB, saya meyakini bahwa tindakan yang dilakukan oleh gusdur tidak semata2 begitu saja, beliau pasti memiliki sesuatu hal yang orang lain tidak dapat menjangkaunya, terlepas dari trend yang dapat memblow up popularitas partai, nanti kita lihat saja hasilnya. Terima kasih. Subhan - Tg. Priok

    Comment by subhan — April 13, 2008 @ 2:12 pm

  11. gus dur
    untuk pertama kalinya saat aku menginjak hong kong di tahun 2000.ada rasa malu dan risih sebagai bangsa indonesia yang di tanya majikan

    ”la itu presiden kamu ya …yang…”maaf maaf maaf” ……. lebih baik tidak saya sebut.karna takut melukai hati siapapun terutama yang bersangkutan.

    dan saat presidenya kemudian ganti wanita..ya saya rada di hormati dikit oleh majikan..
    selang beberapa bulan saat sang wanita harus turun tahta berganti dengan sang raja
    nasib tak jua berubah.
    kami para tki masih saja mendapatkan perlakuan diskriminasi dari
    baik bangsa sendiri maupun bangsa lain di mana kami di tempatkan untuk menjadi tenaga kerja wanita.

    http://www.gadisgila.blogspot.com

    +85297156142

    salam hormat untuk sctv

    Comment by yustin — April 14, 2008 @ 10:25 am

  12. oalah guuus… gitu aja kok repot !!!

    Comment by ida hanum — April 14, 2008 @ 2:41 pm

  13. ya begitulah , kalo gak begitu namanya bukan gusdur.tapi begitu juga karismanya masih hebat loo. buktinya setiap pemerintah ada masalah penyanderaan WNI di luar negeri, masih minta tolong beliau, dan menurut pengamatanku, orang milih PKB itu karena faktor gusdur tok loo. gak ada yang lain. bahkan aku pernah mendengar seorang kiai di daqerah aku ngomong, seandaenya GD bikin partai kambing pun pasti dia akan ikut, hebat kan….

    Comment by kang mus — April 19, 2008 @ 12:01 pm

  14. Walah BApak yang satu ini, bikin heboh aja…. curi start buat pilpres ya! jangan dulu lah…ntar Indonesia di pecah belah kaya NU…..

    Comment by Rima — April 22, 2008 @ 4:03 pm

  15. Orang kurang kerjaan seperti inilah yang membuat bangsa Indonesia hanya jalan ditempat, bahkan mundur. Boro-boro mo bersaing dengan bangsa ASEAN lainnya, lha wong kita hanya dibikin sibuk mengurusi hal-hal yg tidak perlu. Habis energi kita hanya utk memperhatikan hal-hal yg sangat tidak bermanfaat. Ngomongnya mencla-mencle, fitnah sana, fitnah sini. Tidak pernah mengklarifikasi ucapannya. Mudah-mudahan generasi muda skr tidak ada yg mengikutinya

    Comment by Bhisma — April 25, 2008 @ 8:05 am

  16. Sang penulis mengatakan Gus Dur pake jurus dewa mabok, sy pikir emang dia kiai doyan mabok kali.

    Paman saya almarhum adalah wartawan senior seangkatan Yakob Utama, pernah mengatakan bahwa dia pernah hadir dalam suatu pertemuan yg didalamnya ada Gus Dur, pd saat itu Gus Gur mengatakan ” Kalau saya jd presiden….”

    Itu berarti emang Gus Gur benar berambisi jadi presiden semenjak lama.

    Jd hanya akal2an dia saja dia bilang kalau ada perintah dr 5 org ulama terkemuka saja dia akan maju nyalon jd presiden.

    Comment by ZA — April 28, 2008 @ 8:25 am

  17. “Dengan cara itu, Gus Dur ingin mengajak publik nasional untuk membongkar kesan angker Istana sekaligus mengejek lawan politiknya di Senayan bahwa dirinya ringan kaki keluar dari Istana.”

    Kata2 di atas adalah pembelaan saja. Gusdur mungkin membuat istana tidak menjadi angker, tapi jelas kelakuannya membuat dia semakin angker. Seenaknya ngubek2 partai, membekukan pengurus. Menyebut diri demokrat tapi kelakuan sangat jauh dari prinsip demokrasi. Semua kelakuannya, menjadikan politisi PKB menjadi penjilat gusdur semua. Lihat saja, membela gusdur mati2an.

    Apa yang ingin diharapkan bangsa ini? Kenapa juga petinggi PKB dan NU secara umum masih tunduk kepada gusdur? Naudzubillah.

    Lihat apa yang diperbuatnya saat jadi presiden, cuma jalan2 ke LN saja. Wahai kader PKB, sadarlah!

    Comment by anti-gusdur — April 30, 2008 @ 8:02 pm

  18. mau analisis macam apapun hasilnya sdh terbaca…orang ‘gila’ yg cuma mikirin “bisikan” dari bisikan anak tercinta sampe tukang pijit …herannya pendukungnya kok ngga pinter pinter ya?..ngurus partai keluarga aja ngga becus..sok mau ngurus negara..dikasih kesempatan kemaren ngurus negara malah jadi wisatawan (nutupin ketidak bisaan nya tuh)..soal korupsi??…wong jualan agama juga ujung ujungnya..trus buat pendukungnya mbok ‘otak’ dipake dikit aja…ngga usah banyak banyak…hehehe

    Comment by ri — May 14, 2008 @ 12:44 pm

  19. Kalau mau jujur, sebetulnya banyak tokoh2 politik lain yg pingin bisa seperti Gus Dur. Hanya saja, karena satu dan lain hal, keinginannya tersebut tak bisa kesampaian. Sebut saja Akbar Tanjung, Amin Rais, dsb, juga agaknya pingin bisa seperti Gus Dur, yaitu tatap eksis di kancah politik nasional yang statement dan tindakannya mengundang perhatian banyak orang.
    Bikankah saat ini Amin Rais sudah tenggelam, demikian juga Akbar Tanjung. :)

    Comment by Sofian — May 25, 2008 @ 3:38 pm

  20. Yang salah bukan hanya gusdur..Rakyat dan Pemerintah Indonesia telah menyalahi Peraturan Permainan yg ada yg tertulis dlm Persyaratan Hak untk menjadi President Republik Indonesia..Salah satu Persyaratan untk menjadi President adalah SEHAT JASMANI DAN ROHANI! Jelas2 gusdur mata nya Buta knapa dipilih jadi President? Sebagai President atau Mantan President ada kode2 etik tertentu sesama Pemimpin untuk saling menghormati…Tapi komentar gusdur pada President yg Sah? Pemimpinnya Pengecut..Penakut..etc. Begitu juga Megawati..Pemerintahan yg dipimpin SBY seperti Penari Poco-Poco..? Disini membuktikan bahwa Para Mantan Pemimpin Bangsa Indonesia Tidak ada yg tau Aturan..kalau Pemimpin nya saja sudah tidak tau aturan? Gimana Rakyat nya Pak? Mohon Gusdur dan Megawati tidak usah lagi untuk repot2 Menjadi Pemimpin Rakyat Please..Apa ga Malu Ma Rakyat? Apa masih Kurang Uang Setoran yg didapat? Umur sdah lbih dari 55Thn sudah pantes untk Pensiun!

    Comment by Dayat Aulia. — May 26, 2008 @ 3:45 am

  21. aq pernah bngga dgn bangsa ini karena 1 dipimpin soekarno yg bercita2 menjadi pemimpin dunia.2. dipimpin gusdur yang dengan keberaniannya membuka kasus2 kkn para pentolan orde baru,pemikiran beliau amat cemerlang,andai ada 10 orang aja berpikiran kyak beliau munkinbangsa ini akn segera menjadi bangsa yang makmur dan bermartabat di mata dunia internasional.dan buat bang dayat.sy yakin kemampuan anda jauh di bawah 2 tokoh yg anda sebut.pemimpin bangsa ini memang harus berani dgn ngra lain dan pemimpin yg skrang tidak memiliki itu.ada mahasiswa demo dikit menolak kebijakannya main nyogok rakyat dgn blt dan mhasiswa dngn bkm.apanya yg mau dibanggain,paradigma anda tlong d rubah la.ok juragan

    Comment by didi — June 4, 2008 @ 1:16 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment