Satu jam lebih saya menunggu dimulainya konferensi pers di sebuah ruangan Departemen Luar Negeri era Orde Baru. Saat itu, tahun 1989, saya bekerja sebagai fotografer media asing dengan status paruh waktu. Ternyata mereka masih menunggu kru TVRI yang belum datang, padahal hampir semua media sudah hadir. Keluhan sudah mulai keluar dari mulut semua orang. Lama banget, sih? Deadline nih! Saat itu masih belum terpikir, mengapa media televisi – kebetulan TVRI sebagai satu-satunya – begitu ditunggu kedatangannya?
Ketika membaca informasi atau berita dari surat kabar, dan atau mendengar berita lewat radio, ada pekerjaan lain lagi yang otomatis Anda lakukan, yakni membayangkan situasi kejadian tersebut, melalui imajinasi anda. Misalkan peristiwa tsunami di Aceh, surat kabar menulis ratusan ribu mayat bergelimpangan, radio mengatakan Aceh lumpuh total. Tentu saja tiap orang akan berbeda-beda hasil imajinasinya. Namun ketika semua orang menyaksikan peristiwa itu melalui televisi, semua mempunyai bayangan yang sama. Semua terlihat jelas “kiamat” yang terjadi tanpa harus berimajinasi lagi. Selengkapnya »