Monday, May 20, 2013

Andy Budiman

Bung, saya jadi ingat masa lalu. Saya lihat Anda di TV, bikin partai baru. Apa namanya, Bung? Maaf saya agak lupa nama partai baru Anda. Maklum, Bung, bagi saya, Anda terlalu identik dengan Golkar masa lalu.

Tapi wajah Anda tak pernah saya lupa. Jauh sebelum muncul di TV, saya masih ingat tampang Anda. Masih pakai pomade, kan? Dengan sisir rapi jali ke belakang. Ya, saya ingat wajah Anda yang klimis dan berminyak. Masih suka pakai safari kuning? Selengkapnya »

Kameraklopedia

April - 26 - 2008 11 KOMENTAR
kameraklopedia

Satu jam lebih saya menunggu dimulainya konferensi pers di sebuah ruangan Departemen Luar Negeri era Orde Baru. Saat itu, tahun 1989, saya bekerja sebagai fotografer media asing dengan status paruh waktu. Ternyata mereka masih menunggu kru TVRI yang belum datang, padahal hampir semua media sudah hadir. Keluhan sudah mulai keluar dari mulut semua orang. Lama banget, sih? Deadline nih! Saat itu masih belum terpikir, mengapa media televisi – kebetulan TVRI sebagai satu-satunya – begitu ditunggu kedatangannya?

Ketika membaca informasi atau berita dari surat kabar, dan atau mendengar berita lewat radio, ada pekerjaan lain lagi yang otomatis Anda lakukan, yakni membayangkan situasi kejadian tersebut, melalui imajinasi anda. Misalkan peristiwa tsunami di Aceh, surat kabar menulis ratusan ribu mayat bergelimpangan, radio mengatakan Aceh lumpuh total. Tentu saja tiap orang akan berbeda-beda hasil imajinasinya. Namun ketika semua orang menyaksikan peristiwa itu melalui televisi, semua mempunyai bayangan yang sama. Semua terlihat jelas “kiamat” yang terjadi tanpa harus berimajinasi lagi. Selengkapnya »

Arnie dan Dede

April - 22 - 2008 2 KOMENTAR
arnie-dan-dede

Yus Ariyanto

Ketika mulai bertugas selaku Gubernur California pada 2003, Arnold Schwarzenegger mengumumkan sepaket rencana. Ia hendak membenahi problem lingkungan hidup negara bagian tersebut. Arnie, panggilan akrab mantan binaragawan itu, lalu membangun ratusan hektare taman. Ia pun menggelontorkan jutaan dolar untuk restorasi lingkungan, manajemen air bersih, dan pemangkasan tingkat polusi.

Dan, Arnie tak segan menanam mimpi: pada 2020, pasokan listrik California berasal dari energi terbarukan. Misalnya, angin, biomassa, dan matahari. Kader Partai Republik ini percaya, derap perekonomian harus selaras dengan kebijakan ramah lingkungan. Selengkapnya »

kepada-pemeluk-teguh-ahmadiyah

Moh. Samsul Arifin

Pintu yang dibuka Chairil Anwar sekarang menyempit saat pemerintah (menanggapi rekomendasi Bakor Pakem) melarang Ahmadiyah di tanah air. Ahmadiyah dinilai menodai Islam, sebab menahbiskan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan Tadzkirah sebagai kitab suci. Tak pelak lagi Ahmadiyah dicap sesat dan menyesatkan! Kini sekitar 500 ribu penganut Ahmadiyah yang tersebar sejak Manis Lor dan Pancor (Lombok Tengah) hingga Parung-Bogor harus siap-siap mengganti keyakinan jika tak mau di jidat mereka distempeli kata laknat: Tersesat.

***

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Selengkapnya »

slank-generasi-biru-dan-dpr-yang-gagap

Anton Bahtiar Rifa’i

Di awal dekade 1990-an, lima anak muda tampil di layar TVRI. Dengan gaya seenaknya meski agak sedikit kikuk, mereka menyanyikan lagu dalam iringan musik rock ‘n’ roll yang keras: “Memang, kantongku memang kering. Jangan menghina, yang penting bukannya maling. Memang, jaketku memang kotor. Jangan menghina, yang penting bukan koruptor……” Kelima anak muda yang tergabung dalam grup Slank itu–Bimbim (drum), Kaka (vokal), Pay (gitar), Indra (kibor), dan Bongki (bas)—tengah menyanyikan lagu Memang dari album Suit Suit He He. Saat itu, sesungguhnya publik tengah menjadi saksi: musik rock Indonesia tengah memasuki fase baru.

Selengkapnya »

negeriku-dikoyak-1001-partai

Moh. Samsul Arifin

“Libido” yang demikian tinggi pada sejumlah tokoh untuk mendirikan parpol berpengaruh besar bagi penataan sistem kepartaian. Tiga kali pemilu di masa reformasi agaknya belum akan membikin rakyat ini menikmati “madu” demokrasi. Negeri ini terbelenggu bendera parpol. Jadi, apa yang bisa diharapkan dari 69 parpol yang berhasrat besar ikut Pemilu 2009?

Selengkapnya »

seberapa-indonesiakah-anda

Rahman Andi Mangussara

Di blog ini, kolega saya, Samsul Arifin, menulis artikel di bawah judul Malu Aku jadi Orang Indonesia. Tulisan ini mendapat banyak respon yang sebagian besar, jika tidak seluruhnya, adalah kritik. Para netter/blogger itu “marah” karena Samsul dianggap tidak bangga jadi orang Indonesia (saya tidak perlu mengulang lagi secara rinci apa yang membuat sejawat saya itu menulis seperti itu). Dalam pandangan kawan-kawan bloggers itu, seberapa buruk pun wajah Indonesia, kita harus tetap bangga hidup di buminya. Selengkapnya »

Kenapa YouTube?

April - 8 - 2008 42 KOMENTAR
kenapa-youtube

Yus Ariyanto

 

Akhir pekan lalu, Havel berkenalan dengan YouTube. Saya mulai dengan membukakan Naruto, film kartun yang digandrunginya. Mendapati cuplikan-cuplikan Naruto, anak sulung saya yang baru enam tahun itu, girang tak kepalang.

Tapi, kegirangan itu harus stop. Pemerintah Indonesia memblokir YouTube. Alasannya, situs tersebut tak mengindahkan permintaan agar Fitna karya Geert Wilders diturunkan. Selengkapnya »

poligami-akhir-kisah-maria

Moh. Samsul Arifin

Hanung Bramantyo menyisipkan poligami dalam sepertiga durasi Ayat-ayat Cinta. Tidak seperti dunia nyata yang sarat konflik, poligami yang disisipkan Hanung begitu sederhana, nyaris tanpa konflik. Fahri tinggal di rumah Aisha. Beberapa saat kemudian menikahi Maria dan lalu memboyongnya ke rumah Aisha. Hiduplah tiga orang itu di sana. Persis telenovela.

***

Meski Ayat-ayat Cinta telah menyita perhatian 3 juta-an penonton, saya tak pernah benar-benar terlecut untuk melangkahkan kaki ke bioskop. Orang rumah bahkan menahan saya untuk membaca novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Di kantor, sebagian kawan terpikat sinematografi besutan Hanung Bramantyo tersebut. Sebagian lagi mengirim pesan singkat: Jangan buang waktu untuk menyaksikan film yang bahkan tak mampu mendekatkan Kairo, Mesir dengan bahasa gambar. Selengkapnya »

memanfaatkan-momentum-akbar

Merdi Sofansyah

Hari genee nggak punya blog ? Mantan ketua umum Partai Golkar, Akbar Tandjung akhirnya tak tahan juga untuk tidak merambah ranah blog (website log). Maka, lahirlah bangakbar.com yang resmi diluncurkan hari ini (5 April 2008). Dengan blognya, Bang Akbar yang juga mantan Ketua DPR, ingin membuka komunikasi yang intens sekaligus mengukur jarak masyakarat terhadap dirinya, atau bisakah dibaca sebagai langkah terobosan untuk menyambut momentum akbar  pemilihan presiden 2009 ?

Selengkapnya »

gus-dur-dan-dewa-mabuk

Moh. Samsul Arifin

Apa yang paling sulit ditebak di kolong langit ini? Secara teologis—setidaknya berdasarkan teologi Islam yang saya anut—ada tiga hal, yakni rezeki, jodoh dan maut. Tapi, ganti kata “apa” dengan kata “siapa”. Anda pasti pusing tujuh keliling lantaran ingin mendapat jawaban yang akurat. Namun, bagi sebagian praktisi politik atau lebih sempit lagi di kalangan santri atau Nahdliyin, jawabannya tunggal: Abdurrahman Wahid alias Gus Dur!

Gus Dur kembali menghebohkan saat hadir dalam rapat pleno yang memutuskan agar Muhaimin Iskandar, Ketua Dewan Tanfidz PKB, mundur dari jabatannya. Berembuslah satu nama yang ikut menukangi konflik di tubuh partai ini. Sang “dalang” bernama Sigid Haryo Wibisono dikabarkan dekat dengan Yenny Wahid (Sekjen PKB), yang tak lain putri Gus Dur. Selengkapnya »