Monday, May 20, 2013
jangan-berharap-jakarta-tertib-meskipun-kita-sudah-mati

Gunawan

Pesimis memang. Tapi itulah faktanya, mungkin hampir semua penduduk Jakarta punya perasaan itu. Akibat putus asa orang jadi skeptis, masa bodoh.

“Berapa jumlah bintang di langit? Tak terhitung! Berapa banyak jalan rusak dan berlubang di Jakarta? Tak terhitung!”

Kalimat di atas adalah jawaban seorang supir taksi, waktu saya minta sarannya mencari jalan yang lancar. “Gak bisa milih jalan pak, semua sama. Terserah bapak deh mau lewat mana,” katanya.

Saya hanya terpaku. Untuk bisa berkendara dengan layak yang merupakan hak saya sebagai warga kota dan pembayar pajak yang taat, saya tidak punya pilihan. Saya dipaksa untuk menerima apa adanya, no choice!

Ini salah satu dari sekian banyak “paksaan” yang harus dialami warga kota Jakarta. Kita terpaksa antri minyak tanah, kita terpaksa tidak makan tempe dan tahu, terpaksa mengungsi karena banjir, terpaksa tidak jadi terbang karena bandara ditutup, dan kita terpaksa memilih calon Gubernur karena tidak ada pilihan lain dari jalur independen.

Nah, lo! Ngomong-ngomong kemana ya Gubernur? Tahu gak sih beliau kalau jalan buanyak yang rusak? Pasti tahu dong, setiap hari pasti beliau melewati jalan-jalan ketika ke Balai Kota. Apa tidur waktu di jalan? Apa…mirip doang? Hahahaha…iklan deh.

Baiklah! Kita anggap saja Foke tahu bahwa jalan pada rusak. Foke tahu bahwa infrastruktur jalan rusak, akan berakibat laju perekonomian terhambat, kerugiannya melebihi biaya perbaikan jalan itu sendiri. Waktu banyak terbuang sia sia karena macet. Tapi … Mana ekspresinyaaaa…? Kok gak seperti waktu kampanye? Begitu ekspresif mengatakan, “ Masalah Jakarta, serahkan pada ahlinya, yang ada kumisnya.” Kemon…Bang Foke, rakyat sudah percaya dengan memilih ente, balikin dong kepercayaan itu dengan tindakan konkret.

Apa jawaban bang Foke? “Membenahi Jakarta tidak bisa dalam waktu singkat, Mas!” “Apalagi saya baru menjabat, yang bisa saya lakukan baru merencanakan dasar dasarnya saja dulu. Kalau harapannya lebih dari itu, anda salah memilih saya. Pilih aja tukang sulap.”

Hah? Selama sepuluh tahun mendampingi Bang Yos, seharusnya sudah berpengalaman, bukan? Oke. Fauzi Bowo sudah terlanjur jadi Gubernur, kalaupun masyarakat harus menunggu kapan rencana beliau akan terwujud, mestinya ada target dong ya, setahun, dua tahun, atau lima tahun? Selesai dong masa jabatan? So … blame it on the nature!

Bruuk!!!. Dua motor beradu persis di depan taksi yang saya tumpangi. Rupanya salah satu motor awalnya hendak menghindari lubang di jalan, tapi dari sisi kiri melesat cepat biker lain, terjadi adu mulut saling menyalahkan. Wajah keduanya nyaris saling tempel, masing-masing suaranya lantang dan keras. Saya tidak tertarik untuk mengetahui siapa yang salah. Bagi saya aneh, jarak sedekat itu kenapa harus teriak-teriak? Berbisik pun seharusnya sudah terdengar. Jarak mereka memang dekat, tapi hati keduanya sangat jauh, di belah jurang emosi dan ego.

Itulah akibat hukum dan peraturan tidak dijalankan dengan benar, tidak ada panutan bagi masyarakat untuk urusan sosial, hasilnya banyak orang apatis, egois, apa yang dimaui terpenuhi. Orang jadi tidak toleran. Lihat saja ulah pengemudi kendaraan bermotor di jalan, prilakunya seperti pembalap di sirkuit, mobil lain adalah lawan yang harus dilewati, pantang melihat pantat mobil lain, kalau perlu serobot. Kalau saja mereka mengerti bahwa definisi mengemudi adalah mengatur kecepatan dan arah kendaraan dengan mengikuti aturan lalu lintas, tentu tidak semrawut di jalan. Demikian juga dengan para biker, selama paradigma “naik motor lebih cepat” mereka pegang, maka tidak akan mengubah cara mereka berkendara, selap-selip, tidak sabaran, pantang berhenti walau cuma satu detik, karena merasa harus (pasti) lebih cepat itu. Akhirnya semua menyamaratakan bahwa bikers sebagai pencetus kemacetan.

Gerak lalu-lintas di Indonesia sudah seperti air mengalir, setiap celah kosong pasti terisi, melawan arah gak peduli. Tidak hanya di jalan raya, di pemukiman kecepatan mobil terbatas, tapi tetap saja ngebut. Akibatnya penghuni sakit hati maka dibuatlah undakan atau polisi tidur, gak tanggung tanggung setiap 15 meter ada undakan, gantian pengendara yang sakit hati. Nah … haruskah kita saling menyakiti seperti ini? Kalau sudah begini, jadi urusan siapa? Gubernur? Mana mau bang Foke disalahkan, siapapun tidak ada yang mau disalahkan. Jakarta ruwet seperti ini karena semua orang ikut menebar “racun,” secara langsung maupun tidak. Jalan rusak, macet, banjir, adalah kerugian yang akan selalu kita alami. Paling berbahaya adalah jika jiwa dan mental ikut kena racun. Makan waktu tahunan untuk penyembuhan.

Maka jangan berharap bisa melihat Jakarta tertib, jika kita mati Jakarta masih juga ruwet, sebaiknya siapkan surat wasiat untuk anak cucu kita, satu kalimat saja.

“ Anak dan cucuku, jangan kalian tangisi kematianku, tapi menangislah untuk keruwetan Jakarta.”

Salam SCTV

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

42 Komentar pada ““Jangan Berharap Jakarta Tertib, Meskipun Kita Sudah Mati””

  1. reynaldi says:

    Dramatis, mas. Sad but true. Mungkin memang pejabat itu kalo mau bobrok ya bobrok sekalian, biar revolusi semakin cepat ?

  2. Disadari atau tidak. Wajah Foke memang mirip Rhenald Kasali (RK), salah satu enterpreneur top Indonesia. Orang berharap banyak pada RK. Orang memimpikan RK memimpin Jakarta. Tapi RK ogah. Momentum ini tampaknya dimanfaatkan betul oleh Foke. Dengan modal tampang mirip RK, dia berani maju jadi pemimpin Jakarta. Padahal secara kualitas, no comment deh. He..he, just kidding. Susah ya, jadi manusia. Apalagi manusia Jakarta.

  3. suryantoro says:

    saya pernah jadi warga Jakarta. dulu datang pertama ke Jakarta disambut banjir, tahun 2002 meninggalkan Jakarta dilepas banjir… sekarang ternyata Jakarta masih banjir tho? cuma dulu meski banjir,jalan mulus di mana-mana – sekarang banyak lubang tho? Padahal gubernur sudah silih berganti (suryantoro – http://www.misterihartakarun.blogspot.com)

  4. undercover says:

    Jalanan macet dan berlubang, bandara internasional semrawut mirip terminal dan terminal tak kalah bau pesing dengan wc umum… bukankah identitas jakarta? Sebaiknya surat wasiatnya satu kalimat saja, jika aku mati tolong bangunkan aku jika kau lihat jakarta tertib. Wakaka… salam kenal. Mas nya seniman ya kok gondrong?

  5. Caesar Alvino says:

    Yang saya bingung soal lubang di jalan-jalan Jakarta itu kok semakin sering jalan dilapis ulang aspalnya malah menambah semakin banyak lubang. Seperti yang terlihat di jalan-jalan yang berdampingan dengan koridor busway yang baru dibangun seperti di jalan MT. Haryono dan Gatot Subroto. Jalan-jalan itu setelah dilapis ulang sejalan dengan pembangunan busway malah jadi berlubang di mana-mana, dalamnya dan lebarnya nggak tanggung-tanggung pula, bisa sampai kedalaman 10 cm dan diameter 50 cm!!! Padahal sebelum dilapis ulang lubang-lubang yang ada gak sebesar dan dalam itu. Mendingan gak usah dilapis sekalian deh.. lubang-lubang baru ini banyak sekali terdapat di jalan-jalan utama Jakarta. Padahal busway yang paling pertama itu umurnya belum sampai 5 tahun, apalagi di MT Haryono dan Gatot Subroto, beroperasi pun belum!!!

    Ini yang salah siapa ya???? Alam lagi kah yang salah????

  6. gita devi says:

    aku selalu suka gaya penulisannya, ringan, menyenangkan tapi tajam. Wah, kalau saya naik transjakarta bus suka ngomel2 sendiri, “katanya bebas hambatan? mana yang bebas? ah, cuma basa-basi”. mana ekspresinya itu loh… saya suka.. hehehehe. cool…

  7. agustiyan says:

    bener bgt tuh mas Gunawan, bang Foke harusnya punya date line untuk membenahi Jakarta, tapi sayang date line nya ternyata 5 tahun kedepan…yg intinya akan dialihkan ke gubernur yang baru, dan gubernur yang baru tersebut akan memberikan estafet ke gubernur berikutnya…

  8. Muhammad Ginanjar says:

    aku ora pesimis, ora sinis, ora nyumpah ..lha pikir2 buat apa juga mberesi jakarta, wong mengko klelep .. byurrr, bablas “kotorane” ..

  9. turun temurun sama aja, janji2 doank waktu kampanye ….

  10. gusti says:

    Foke lupa, jakarta bisa seperti ini karena “karya sulap”nya Sutiyoso. Ruang hijau jadi Mall, contoh Plaza Semanggi, lalu lintas sebelumnya lancar “disulap” jadi macet. Lalu taman taman jadi pom bensin. Jalur jalan dibelah jadi Busway yang prakteknya jadi “All Way”.
    Saya punya “trik sulap” buat SBY; Segera pindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta, biarkan Jakarta penjadi pusat bisnis.

  11. sikunyuk says:

    gitu aja kok repot (sambil ngutik ngutik telunjuk kiri keatas kebawah)

    “Serahkan pada ahlinya?
    Yaa bukan saya … pasti ada ahlinya, gampang toh.” ujar Foke.

    kayak begini mau benahin jakarta… benerin kumismu tuh?

  12. iRin says:

    ngapain ribet-ribet si kLo ga mau macet ya jaLan kaki
    waLau akhirnya kena radang paru-paru seminggu kemudian
    atau Lengkapi kendaraan anda dengan fitur-fitur entertaiment ( kaLo sepeda motor bisa bawa tape compo mini, kan bisa karaoke bareng-bareng dengan yang terjebak macet )

  13. arifah says:

    makanya ibukota/pusat pemerintahan dipindahkan aja ke kota lain… pusat bisnis dan perdagangan tetep di jakarta, kawasan industri TI di Batam(misalnya), industri textil dsb di Jawa tengah… dibagi2lah, supaya tidak terkonsentrasi di jakarta smua. Serakah sih…semuanya mau di jakarta tanpa memikirkan beban sampingan yang timbul kalau semua dipusatkan di satu tempat. Dana pembangunan akan merata ke daerah lain orang2 gak nyerbu jakarta semua.

  14. KALO GAK BERLUBANG
    KALO GAK PESING
    KALO GAK BANJIR
    KALO GAK MACET

    ITU
    BUKAN JAKARTA
    ………..

  15. ajbranx says:

    assakamu’alaikum wr. wb
    lha wong semua yang ikut ngomong itu aneh yang ada pada ngomongin salah orang (ini salah, itu salah, ini semua salah) terus yang benar yang kaya apa? WNI itu sudah tidak tahu arti kata “benar” kalo boleh hapus aja kata itu dari kamus bahasa indonesia, terus cari artinya, dari dasar dulu (begitu kata foke), tapi ya jangan sampe 5 tahun (mbok jadi alasan pejabat yang akan datang, adi inget SBY)
    kembali kagi, mbok ya semua ga usah ngomong salah-salah aja, jadi ngomongin orang tokk!! mending ya dirembug yang bener kaya apa?(jadi nyindir)
    serahkan pad ahlinya, (waduh sapa y, waktu itu foke cume ngomong gitu….?)
    ya jadi ngomong ga karuan pada ga nyambung kaya pejabat aja, hehehehe
    wass

  16. slamet riyanto says:

    pusiiiiiiiiiiiiiing jalan rusak banjir harga2 mahal, e ketambahan bus way di jalur all way kebakaran, hahahahahahahahah

  17. axeldead says:

    iya nih… padahal saya masih sekolah…. jalan lewat mana aja pasti macet… sekolah dari selatan ke timur past ada sekitar 200 lubang yang saya lalui… pernah ban motor vespa peninggalan ayah saya ban belakangnya lepas… huhuhu sungguh terlalu

  18. Akhbar Rahadi says:

    Mas Gunawan, kolom ini hanya jadi ajang uneg2 atau ada “way out”nya ,dengan bantuan SCTV ya tentunya, maksudnya agar omongan para uneger-uneger ini bisa didengar orang2 yang berkepentingan untuk ngebangun JKT , tentunya ya Foke Cs.
    Kita rakyat kecil dibikin bingguuung melulu, waktu PILKADA waah menggebu gebu kampanyenya, tapi giliran udah duduk dikursi eeh malah bilang “” kalo mau cepet pilih aja Tukang Sulap?? itu namanya similikithi weleh-weleeeh.
    Aku setuju bangeet sama ide nya Gusti, pindahin Pemerintahan Pusat dari Jakarta, cari tempat lain yang jauh dari Jakarta, biar Jakarta jadi kota bisnis berdiri sendiri.Githuu looh thenk ki yuu

  19. Itulah ciri JAKARTA….
    Jakarta yang berlubang…Oke
    Jakarta Yang kebanjiran..Oke
    Jakarta Yang Macet…….Oke

    Kayak nya seru ya bikin web http://www.jakartaoke.com hahahaha :D Pindahin lagi aja Ibukota Negara Ke Jogja lagi…… Biar Presiden & Raja bisa hidup berdampingan……….. Adem ayem trus leyeh leyeh dah……. Biarin Jakarta dengan keruwetan nya itulah wajah jakarta.. Janji ya tinggal janji dari pemerintah sebelum nya ke pemerintah selanjut nya sama aja……. Ember Lobang hahahahahaha Btw Kangen Jakarta euy :( ( pengen pulannnnngggggggggggg…… huaaaaaaawaaaaa Pulang ke jakarta pas lebaran aja nggak macetttt :P hihihi

  20. Ghatel says:

    Jakarta memang mantabss… :D

  21. yustin says:

    jakarta bukan indonesia
    kalo bukan indonesia
    mana yaaaaaaaaaaaaaaaa?????????????????
    jakarta
    jakarta
    di sinilah aku pernah
    hampir kehilangan selenbar nyawa
    jakarta
    jakarta
    kapan kau tutup lubangmu yang berserakan di tiap nadi jantungmu itu
    jakarta
    jakarta
    aku rindu
    aku juga benci melihatmu
    kalo da waktu
    liat aku di
    gadisgila.blogspot.com
    bye…………..bye…………
    jakarta
    oh jakartaaaaaaaaaaaaa

  22. borsalino says:

    mungkin “jakarta” memang butuh lahirnya nabi baru atau juru selamat masa kini ?

  23. yustin says:

    ciang bungggggg
    kok blog saya jadinya kacao
    di apain bung
    kan tadinya bercerita tentang kisah hidup saya
    kok sekarang berganti tentang
    jakarta

    ayo bung……..
    jangan di kacoin dong
    aku kan hanya berusaha membuka kebenaran
    kok………..

    mohon tanggapanya ya
    sctv
    salam hormat

  24. yustin says:

    oklah
    thx sctv atas tanggapanya
    habisnya saya kaget,bengong se….
    kok berubah
    itu aja
    tapi sekarang tidak lagi
    dan saya ucapkan banyak2 terimakasih atas
    respon baik dari pihak sctv

    hehehe……..
    karna saya gila kali ya
    jadinya asal selonong aja…

    maaf maaf maaf
    semoga lain kali saya bisa
    lebih selektif lagi

    tapi tetap aja saya bertanya
    kok……….???

    ok salam manis sctv
    maju terus
    beritakan tentang kebenaran yang nyata

    lain kali ketemu ya……….
    hormat saya,yustin

  25. Mau menyalahkan Gubernur ? Mau menyalahkan Pemerintah ? Sehaurnya berkaca lagi pada diri sendiri, siapa yang suka membawa kuda besi tatkala kuda – kuda lain merayap di jalan dan tanpa sengaja meretakkan aspal ? :lol:

    Siapa yang selalu membawa motor beroda dua dengan gaya seorang biker tatkala berada di jalan kecil dan banyak anak ? :-?

  26. daniel.simanjuntak says:

    untuk ngatasi persoalan di jakarta aku orang medan ngusulkan agar jakarta di pindah kan ke TAPANULI aja laey kan beres !

  27. Duki Marseno says:

    ASSALAMU’ALAIKUM WARRAHMATULLOHI WABARAKATUH

    Tidak usah berpikir jauh ke Barat!!!!!!!!
    dirumah kita sendiri (Indonesia), Bagaimana Seorang SBY, Jk dan konco2nya sering tidak pernah memperhatikan kesejahteraan rakyat jelata yang nantinya kita selalu dengar berita busung lapar dan gizi buruk ahirnya tewas mengenaskan, tak usah berpikir jauh ke daerah coba kita selalu jalan jalan menyusuri setiap jalan diJakarta ini selalu mendapati pemulung tanpa rumah yang sehat menurut SBY JK $ kroni. seharusnya seorang pemulung bukan dibuang yang seperti terjadi selama ini. mereka tak pernah diakui penduduk, tapi saya pun mengerti hati pemulung pun akan masa bodo terhadap semua kebijakan SBY JK $ kroni karena mereka pun sama seperti saya mencari nafkah tanpa perlu bantuan SBY JK $ kroni yang sok membela rakyat jelata. harusnya kita semua setuju untuk REVOLUSI sampai benar-benar kita MATI atau Kita BEBAS KORUPSI seperti yang selalu dikerjakan oleh GANGS OF KEJAGUNG, GANGS OF BI, GANGS OF MA, GANGS OF POLRI, dan masih banyak lagi GANGS yang selalu bersekongkol dengan GANGS OF SENAYAN,
    HIDUP REVOLUSI
    REVOLUSI ATAU MATI
    REVOLUSI ATAU MATI
    REVOLUSI ATAU MATI

    WASSALAMU’ALAIKUM WARRAHMATULLOHI WABARAKATUH

  28. Duki Marseno says:

    ASSALAMU’ALAIKUM WARRAHMATULLOHI WABARAKATUH
    Harusnya kita bersatu memikirkan apa yang saya utarakan dibawah ini setelah kita berhasil memikirkan apa yang saya utarakan kita duduki Senayan dan kita tahan semua yang korupsi, setalah kita buktikan bahwa mereka korupsi diatas Rp 1 Milyar kita hukum gantung berderet di bundaran HI setiap hari minggu pagi yang disaksikan oleh Presiden pilihan kita.
    Pernahkah Kita Sadar? Pernahkah Kita Peduli? Bahkan Untuk Diri Kita Sendiri? Kalau Saya Jadi Pengurus SPSI Ataupun SPN !!!!!! Saya Akan Jadikan Buruh, Sebagai Anggota koperasi

    Penduduk Indonesia = 222.192.000 (BPS, 2007)
    Penduduk Indonesia > 20 th = 155.524400 (BPS, 2007)
    Penduduk Jakarta = 7.776720 (Pikiran Rakyat, 2007), 5%
    Penduduk Botabek = 10.887.408 (Pikiran Rakyat, 2007), 7%
    Penduduk Indonesia Yang bekerja= 95.177.102 (BPS, 2007), 43%
    Penduduk Jakarta Yang Bekerja = 3.331.199 (BPS, 2007), 43%
    Penduduk Botabek Yang Bekerja = 4.663.678 ( BPS, 2007), 43%
    Yang mau Menjadi Anggota koperasi = 1.598.975 orang

    Iuran Bulanan Saldo Bulanan Saldo Tahunan
    a. Rp 10.000 15.989.750.000 191.877.000.000
    b. Rp 20.000 31.979.500.000 383.754.000.000
    c. Rp 25.000 39.974.375.000 479.692.500.000
    d. Rp 30.000 47.969.250.000 575.631.000.000
    e. Rp 50.000 79.948.750.000 959.385.000.000

    Dengan Jumlah Anggota = 1.598.975 orang atau hanya 20% orang yang bekerja di Jabotabek saja, dan setiap orang hannya menabung Rp 10.000, maka dana itu akan bisa digunakan untuk modal yang nantinya keuntungannya dibagikan dalam bentuk SHU tahunan, bagaimana kalau hampir seluruh rakyat kita bersatu membikin koperasi yang kuat ini,

    Kalau kita terus mengandalkan semua pejabat pemerintah kita, itu hanya mimpi, dan kalaupun ada dewi fortuna Indonesia itupun hanya mimpi, hanya inilah cara kita untuk menjadi bangsa yang besar, serta untuk membuktikan bahwa kita bukan bangsa kuli, tetapi bangsa yang bermartabat,

    Jadi bisa jadi kalau ini semua ini sudah kuat, maka tugas seluruh pengurus SPSI bukan hanya menuntut UMP, tetapi justru akan menentukan UMP itu sendiri, serta segala peraturan yang menyangkut ketenagakerjaan.
    Pernahkah Kita Membayangkan Ini Semua????

    DUKI MARSENO (021-4601412, 021-94677163, senji82@yahoo.com)

  29. jardeeq says:

    mari kita serahkan pada ahlinya??????????

  30. idang alias idhar/da'ang/idam says:

    knp ga minta bantuan ki.joko bodo aja “bukan joko BoDoH.. loh”mungkin dg kemenyan&bunga 7 rupa bisa beres tuh..hati masyarakat tergerak untuk menyumbangkan1 kg aspal+batu&pasir,krn kalau diterawang dg kaca benggala(punya mak lampir) ternyata jmlh kendaraan bermotor lebih banyak dari pd lubang dijalan tsb..

  31. tri says:

    salut buat sctv

  32. rizal says:

    wah, bung, masih lumayan di jakarta.

    lha yang di sumatera?

    kita gak punya jalanan yang berlubang disana,, sori bukannya sombong,,

    tapi,,

    lubang-lubang yang ber-jalan,,

    saking banyaknya lubang

  33. mcdamas says:

    Betul Bung. Aku setuju ama ente. Jakarta nggak tertib itu memang dipelihara. Soalnya kalo tertib, nggak ada proyek lagi. kalo nggak ada proyek pejabat susah untuk korupsi. Jadi kalau bangun jalan, jembatan, gedung SD Inpres dan sejenisnya, semua dikerjakan di bawah standar. Biar cepet rusak. Sehingga repeat order proyek nya juga cepet. Mudah2 an Indonesia negeri federasi atau merdeka sendiri2. Biar masing2 negeri makmur sperti Eropa, Amerika, Malaysia, atau Singapura. Negerinya kecil tapi makmur. Daripada besar Amburadul.

  34. William says:

    Memang benar, sampai tujuh turunan kita, jakarta ngk akan bebas dari macet, banjir, korupsi, bila para pemegang kekuasaan mementingkan perutnya supaya tidak lapar dan mencari keuntugan di atas penderitaan rakyat kecil. BERANTAS DULU PARA manusia-manusia 1/2 setan YG KORUPSI, NAKAL baru jakarta bisa nyaman seperti tempoe doloe.

  35. hardiansyah says:

    mas blog nya lucu banget….
    seniman yah…?
    bisa aja bikin orang untuk komentar…
    he..he…he…

  36. Blogger says:

    Jakarta tak akan pernah bebas dari macet, kejahatan, korupsi, kemiskinan bila para pemimpin yang ada tidak peduli dengan rakya kecil (jangan gebukin rakyat kecil dong, gebukin rakyat besar berani tidak contohnya :koruptor kelas kakap). Oleh karenanya, janganlah memilih salah pemimpin karena FATAL AKIBATNYA (lebih baik diam). KORUPSI SUDAH MENJADI DARAH DAGING DI NEGERI KITA, karena bila tidak korupsi tidak afdol katanya. (KPK aku dukung untuk berantas korupsi di Indonesia, jangan takut kepada siapapun kecuali Tuhan Yang Maha Esa, karena kebenaran dan kejujuran adalah Amanah yang harus kita jaga. Berantas Korupsi Dari Negeri kita, jangan disisakan sedikitpun biarpun itu pemimpin kita ataupun anak kita sendiri

  37. sobat padi says:

    TAKDIR
    tapi apakah secepat iti dunia berakhir

  38. sobat padi says:

    itu adalah garisan terbaik yang di berikan TUHAN kepada kita…,,?
    tapi emang manusia kurang bersyukur en kurang sabar mugkin juga aku, kamu dan mereka semua,termasuk orang2 yang buat masalah itu
    mending di desa,
    INDONESIA udah ngak fair, kata benar tau salah udah ngak ada, coz semua karna ulah manusia termasuk aku, kamu dan mereka semua

  39. Bambang says:

    10tahun kemana aja si Foke ini? heran, gelar pendidikan tinggi tapi cara bicaranya seperti anak kemarin sore..

    Persis seperti yg anda katakan, serahkan pada ahlinya. Jika anda merasa bukan ahlinya, sebaiknya mundur saja dari jabatan skrg dan serahkan kepada yg lebih mampu untuk memimpin jakarta.

    Rakyat kecil seperti saya mendambakan Jakarta yg maju baik secara infrastruktur maupun sistem dan dipimpin oleh orang yg kredibel, jadi tolong tunjukkan bahwa anda mampu.

  40. moko says:

    jangan salahkan jakartanya. Tapi semua penduduknya.
    jakarta mau jadi seperti apa, kita yang cipta.

  41. J akarta = J Oko says:

    Indonesia telah gagal memunculkan si J …. kini saaatnya jakarta harus sebenar benarnya yang punya huruf J …

Tinggalkan Komentar