Saturday, May 18, 2013

Kata-kata

February - 28 - 2008 17 KOMENTAR
kata-kata

Vincent Hakim R.

Semua berawal dari kata-kata.

Bukan hanya seseorang. Ada banyak orang yang malu dengan kondisi di negeri ini yang tak juga membaik. Bahkan makin hari, kian tidak menentu. Tapi ada juga orang yang bangga dengan kondisi negeri ini, apa pun yang terjadi, bagaimana jua situasi dan kondisinya. Baik-buruk, salah-benar – inilah negeriku. Perbedaan ekspresi atas pemahaman makna cinta negeri pun bisa menjadi salah kaprah tidak karuan.

Negeri ini sejatinya tak pernah punya kesalahan apa pun. Kecuali para penguasa dan orang-orang di sekitarnya yang ikut mendukung kekeliruan turun-temurun. Baik secara sadar atau pun tidak. Nasib orang hanya diombang-ambingkan dengan permainan kata-kata. Selengkapnya »

jangan-berharap-jakarta-tertib-meskipun-kita-sudah-mati

Gunawan

Pesimis memang. Tapi itulah faktanya, mungkin hampir semua penduduk Jakarta punya perasaan itu. Akibat putus asa orang jadi skeptis, masa bodoh.

“Berapa jumlah bintang di langit? Tak terhitung! Berapa banyak jalan rusak dan berlubang di Jakarta? Tak terhitung!” Selengkapnya »

tuan-daendels-al-fatihahku-buat-para-korbanmu

Moh. Samsul Arifin

Namanya Herman Willem Daendels. Bacalah nama ini dari buku sejarah di bangku sekolah, Anda bakal terhubung dengan “luka” yang menganga! Ya, proyek ambisius Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1808-1811) yang merentangkan jalan antara Anyer-Panarukan itu membawa petaka bagi anak bangsa. Ada beragam data ihwal korban tewas karena kerja paksa membangun jalan yang menyusuri sedikitnya 39 kota tersebut. Selengkapnya »

Tetap Juga Terkini

February - 21 - 2008 3 KOMENTAR
tetap-juga-terkini

Iskandar Siahaan

(Catatan: Dua tulisan Iskandar Siahaan yang dimaksudkan sebagai tanggapan dua artikel Salomo Simanungkalit di Kompas tak dimuat. Kompas hanya menyediakan rubrik surat pembaca ini untuk menampungnya. Tulisan pertama Iskandar akhirnya kami terbitkan sebagai Catatan Produser. Berikut adalah tulisan keduanya, Admin.)

Hanya karena–dengan segala hormat–seorang Sutardji Calzoum Bachri menulis sebuah puisi–dan di dalamnya ada frasa paling mawar–Salomo Simanungkalit (Kompas, 15/2) bangun dari tidur dogmatisnya. Selengkapnya »

dili-horta-dan-leo-kristi

Yus Ariyanto

 

 

Saya tiba di Dili, September 1999, beberapa hari setelah kerusuhan pasca-jajak pendapat yang mengoyak Timor Timur. Jurnalis yang tersisa bisa dihitung dengan jari tangan. Rata-rata senior, sementara saya amat hijau. Selengkapnya »

malu-aku-jadi-orang-indonesia

Moh. Samsul Arifin

Bandara Soekarno-Hatta lumpuh akibat banjir di sejumlah titik Tol Sedyatmo, yang menghubungkan Jakarta dengan bandara internasional tersebut. Gerbang pertama—sekaligus wajah pertama—menuju dan keluar Indonesia itu limbung. Antara 1-3 Februari lalu, penerbangan terpaksa dialihkan ke Halim Perdanakusuma, Palembang, Semarang, Surabaya dan bahkan Singapura! Di antara 30-40 ribu penumpang yang setiap hari datang dan pergi lewat Soekarno-Hatta, sekian ribu pastilah warga negara asing. Di mana akan ditaruh muka kita?

Selengkapnya »

Kami ke Senayan City

February - 5 - 2008 29 KOMENTAR

to Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan City Selengkapnya »

Pahlawan

February - 4 - 2008 7 KOMENTAR
pahlawan

Zaenal Bhakti

“Menderitalah bangsa yang membutuhkan Pahlawan…” Begitu kata seniman Jerman, Bertolt Brecht. Bangsa semacam itu adalah bangsa yang sedang berada dalam ketidakpastian. Nilai-nilai gamang, realita tak lagi sepenuhnya dapat dipahami. Dalam kekusutan dan ketidakmenentuan itu, orang kemudian melirik sesuatu yang berada di luar sana.

Sesuatu yang diimajinasikan dapat mengatasi semua kesulitan dan angkara murka. Maka pada saat itu, lahirlah sang pahlawan. Ia diperlukan untuk menjaga agar kekusutan hidup dapat diurai. Ketidakpastian dapat dijerat kembali oleh harapan baru. Selengkapnya »