February 28, 2008

Kata-kata

Filed under: Lain-lain, Sosial Kemasyarakatan — vincent @ 7:26 pm
kata-kata

Vincent Hakim R.

Semua berawal dari kata-kata.

Bukan hanya seseorang. Ada banyak orang yang malu dengan kondisi di negeri ini yang tak juga membaik. Bahkan makin hari, kian tidak menentu. Tapi ada juga orang yang bangga dengan kondisi negeri ini, apa pun yang terjadi, bagaimana jua situasi dan kondisinya. Baik-buruk, salah-benar – inilah negeriku. Perbedaan ekspresi atas pemahaman makna cinta negeri pun bisa menjadi salah kaprah tidak karuan.

Negeri ini sejatinya tak pernah punya kesalahan apa pun. Kecuali para penguasa dan orang-orang di sekitarnya yang ikut mendukung kekeliruan turun-temurun. Baik secara sadar atau pun tidak. Nasib orang hanya diombang-ambingkan dengan permainan kata-kata. (more…)

February 22, 2008

“Jangan Berharap Jakarta Tertib, Meskipun Kita Sudah Mati”

Filed under: Metropolitan, Sosial Kemasyarakatan — gunawan @ 8:53 pm
%e2%80%9cjangan-berharap-jakarta-tertib-meskipun-kita-sudah-mati%e2%80%9d

Gunawan

Pesimis memang. Tapi itulah faktanya, mungkin hampir semua penduduk Jakarta punya perasaan itu. Akibat putus asa orang jadi skeptis, masa bodoh.

“Berapa jumlah bintang di langit? Tak terhitung! Berapa banyak jalan rusak dan berlubang di Jakarta? Tak terhitung!” (more…)

Tuan Daendels, Al Fatihahku Buat Para Korbanmu

Filed under: Daerah, Lain-lain, Tokoh — syamsul @ 10:25 am
tuan-daendels-al-fatihahku-buat-para-korbanmu

Moh. Samsul Arifin

Namanya Herman Willem Daendels. Bacalah nama ini dari buku sejarah di bangku sekolah, Anda bakal terhubung dengan “luka” yang menganga! Ya, proyek ambisius Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1808-1811) yang merentangkan jalan antara Anyer-Panarukan itu membawa petaka bagi anak bangsa. Ada beragam data ihwal korban tewas karena kerja paksa membangun jalan yang menyusuri sedikitnya 39 kota tersebut. (more…)

February 21, 2008

Tetap Juga Terkini

Filed under: Lain-lain, Liputan6 — iskandar @ 6:08 pm
tetap-juga-terkini

Iskandar Siahaan

(Catatan: Dua tulisan Iskandar Siahaan yang dimaksudkan sebagai tanggapan dua artikel Salomo Simanungkalit di Kompas tak dimuat. Kompas hanya menyediakan rubrik surat pembaca ini untuk menampungnya. Tulisan pertama Iskandar akhirnya kami terbitkan sebagai Catatan Produser. Berikut adalah tulisan keduanya, Admin.)

Hanya karena–dengan segala hormat–seorang Sutardji Calzoum Bachri menulis sebuah puisi–dan di dalamnya ada frasa paling mawar–Salomo Simanungkalit (Kompas, 15/2) bangun dari tidur dogmatisnya. (more…)

Liputan 6 Pagi Format Baru, Sudah Setahun…

Filed under: Liputan6 — bayu @ 10:07 am
liputan-6-pagi-format-baru-sudah-setahun

Bayu Sutiyono

Pada 19 Februari 2008 lalu, ternyata Liputan 6 pagi format baru, dengan presenter Bayu Sutiyono dan Nova Rini, sudah berjalan setahun. Saya sendiri tidak akan ingat kalau Nova tidak mengatakan atau mengingatkannya saya. Maklum, bisa dibilang saya memang kurang “care” dengan tanggal dan hari. Sementara Nova, entah kenapa, dia mengingat betul tanggal kami siaran pertama kali untuk Liputan 6 Pagi. Bisa jadi, karena dia kami “tarik” dari Biro Surabaya untuk bergabung dengan tim Liputan 6 di Jakarta, khusus untuk menemani saya di Liputan 6 pagi. Jadi, mana bisa dia tidak ingat tanggal dia terpaksa meninggalkan sanak keluarganya di Surabaya?! (more…)

February 12, 2008

Dili, Horta, dan Leo Kristi

Filed under: Luar Negeri, Perjalanan, Politik — yus @ 10:24 am
dili-horta-dan-leo-kristi

Yus Ariyanto

 

 

Saya tiba di Dili, September 1999, beberapa hari setelah kerusuhan pasca-jajak pendapat yang mengoyak Timor Timur. Jurnalis yang tersisa bisa dihitung dengan jari tangan. Rata-rata senior, sementara saya amat hijau. (more…)

February 6, 2008

Malu Aku Jadi Orang Indonesia

Filed under: Lain-lain, Metropolitan — syamsul @ 3:17 pm
malu-aku-jadi-orang-indonesia

Moh. Samsul Arifin

Bandara Soekarno-Hatta lumpuh akibat banjir di sejumlah titik Tol Sedyatmo, yang menghubungkan Jakarta dengan bandara internasional tersebut. Gerbang pertama—sekaligus wajah pertama—menuju dan keluar Indonesia itu limbung. Antara 1-3 Februari lalu, penerbangan terpaksa dialihkan ke Halim Perdanakusuma, Palembang, Semarang, Surabaya dan bahkan Singapura! Di antara 30-40 ribu penumpang yang setiap hari datang dan pergi lewat Soekarno-Hatta, sekian ribu pastilah warga negara asing. Di mana akan ditaruh muka kita?

(more…)

February 5, 2008

Kami ke Senayan City

Filed under: Liputan6 — admin @ 3:35 pm

to Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan Cityto Senayan City (more…)

February 4, 2008

Pahlawan

Filed under: Politik — zaenal @ 12:45 pm
pahlawan

Zaenal Bhakti

“Menderitalah bangsa yang membutuhkan Pahlawan…” Begitu kata seniman Jerman, Bertolt Brecht. Bangsa semacam itu adalah bangsa yang sedang berada dalam ketidakpastian. Nilai-nilai gamang, realita tak lagi sepenuhnya dapat dipahami. Dalam kekusutan dan ketidakmenentuan itu, orang kemudian melirik sesuatu yang berada di luar sana.

Sesuatu yang diimajinasikan dapat mengatasi semua kesulitan dan angkara murka. Maka pada saat itu, lahirlah sang pahlawan. Ia diperlukan untuk menjaga agar kekusutan hidup dapat diurai. Ketidakpastian dapat dijerat kembali oleh harapan baru. (more…)