Ketika “Eyang” Sakit…
Dwi Anggia
12 Mei 2006, kasus pidana mantan Presiden Soeharto ditutup oleh Kejaksaan Agung, dengan dikeluarkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara (SKP3).
Hal ini berdasarkan pasal 140 ayat 2 KUHP, kasus PakHarto ditutup demi hukum, yang berbunyi ” Suatu perkara bisa ditutup demi hukum apabila terdakwa meninggal dunia, kasusnya kedaluwarsa, sakit permanen dan tidak dilengkapi dengan alat bukti .” “Eyang” dinyatakan sakit permanen, kasus pidananya pun ditutup.
Pada 4 Januari, Pak Harto kembali dirawat di RSPP, kondisinya jauh lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya. Mantan orang nomor satu di Indonesia itu, mendapatkan perawatan paling baik di negeri ini, atas perintah Presiden SBY. Mulai hari pertama hingga hari ke 9 dirawat, sejumlah tokoh datang membesuk. Ketika mantan penguasa negeri ini sakit, mantan pejabat di jaman Orde Baru dibuat sibuk, mereka bergantian membesuk mantan pemimpinnya. Tidak hanya mantan pejabat, pejabat pemerintah sekarang juga bergantian hadir. Di hari kedua Pak Harto dirawat di rumah sakit plat merah itu, Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyempatkan diri untuk membesuk sang jenderal bintang lima.
Terbersit pertanyaan dalam benak saya, “Apakah sebenarnya Pak Harto adalah benar mantan penguasa?” Atau sebenarnya ia tidak pernah menjadi “mantan penguasa”?? Anda tentu ingat, Presiden SBY mempercepat lawatannya ke Malaysia (12 Januari 2008), karena kondisi Pak Harto kian kritis. Pemerintah melalui Jaksa Agung, Hendarman Supanji, mendatangi Pak Harto untuk menawarkan win-win solution penyelesaian kasus perdatanya. Yaahh …. meskipun pada akhirnya ditolak oleh pihak keluarga.
Mengutip tulisan almarhum sastrawan Pramudya Ananta Toer di sebuah harian (Jawa Pos, Senin 12 April 1999, Washington-JP) ,”Soeharto tidak akan pernah diadili di Indonesia, rezim militeristiknya kuat, masih punya kuku dan daya cengkram yang kuat…”
Apakah benar???

tergantung orang yang dari sudut mana orang yang akan berkomentar itu berbicara.indonesia itu tidak hanya dibangun oleh orang yang JAGO KOMENTAR.EX.banyak orang berkomentar tentang permainnan sepakbola kita kalah dalam stamina atau alasan apa saja yang diberikan,cobalah yang ngomong itu bermanfaat atau melatihlah setidaknya merasakan tentang sepak bola nya?
teh anggi selamat ulang tahun yang ke 25 19 januari 2008 ,semoga kariernya sukses dan diberikan umur panjang,duakan saya juga ane mo ujian dan nyusun kti semoga cepat lulus dan mudah kerja insya selesai bulan september ……..teh anggi mf ucapannya dipercepat………..
Comment by suwah — January 12, 2008 @ 8:44 pm
Duh itu uda Konspirasi tinggkat tinggi
Comment by Andhee — January 13, 2008 @ 5:40 pm
Well sebenarnya kita dapat mengambil sikap bagaimana kebijakan presiden kita terhadap masalah ini yang memang realitanya tercermin dari apa yang dilakukan jaksa agung kita.
Pak harto saya rasa masih memiliki cakar yang kuat yang bisa menerkam siapa saja, namun jangan lupa apa yang diharapkannya saat ini bukan masalahnya yang sedang dipergunjang ganjingkan setiap orang pada saat yang tidak tepat, tapi lebih kepada doa agar dia tetap hidup di dunia ini.
Sebenarnya pro dan kontra itu tak seharusnya dilontarkan sekarang pada saat pak harto sekarat, tapi ketika dia sehat dan masih bisa melakukan aktifitas dengan tingkat kesadaran yang tinggi.
Hanya ini yang bisa menggambarkan kondisi pak harto sekarang:
Tawamu dukaku * terjadi saat ini, tergeletak tak berdaya di rumah sakit dan dicaci maki orang *
Tawamu dukaku * terjadi saat dia masih berkuasa*
Indonesia dimana letak ketidakraguanmu?
Akankah perasaan lebih penting dibanding logika?
Comment by evelynpy — January 13, 2008 @ 7:07 pm
Betapa bahagia “Eyang” dan keluarganya, mendapat pelayanan sangat istimewa dari para dokter yang berusaha menyelamatkan nyawa “Eyang”. Andai para dokter Indonesia bersikap sama kepada semua orang: tua muda, kaya miskin, terkenal dan tidak terkenal…semua dilayani sepenuh hati… tidak hanya ketika “Eyang” sakit…..
Comment by nawanug — January 13, 2008 @ 9:55 pm
Hmmm, Sebenarnya komentar saya ini tidak punya pengaruh apa-apa terhadap proses hukum dan kondisi terakhir mbah Harto. Paling tidak, saya mau sharing saat saya berkesempatan menjadi seorang demonstran yang sangat benci dengan mbah Harto harus Sholat di belakang shafnya. Saat perasaan muak dan benci muncul,tiba-tiba perasaan haru dan bangga bercampur menjadi satu. Mungkin, saat itu Sholat saya tidak khusyuk kali, pikiran kemana-mana. Yang jelas, dada bergemuruh saat harus bersalaman dengan mbah Harto. Terus terang kisah ini belum sempat terpublish secara frontal seperti saat ini. Mungkin ada perasaan malu diketahui oleh teman-teman aktivis apalagi sesama demonstran. Ha….ha….ha….siapa tahu pengalaman ini juga dirasakan oleh Anda ? Saya tidak beruntung hadir di Istana pada saat rezimnya tapi yang jelas saat sekarang ini saya hanya bisa senyum dan terbersit haru dengan kondisi beliau yang terbujur tidak berdaya. Tidak bermaksud untuk ikut-ikutan agar pengadilan bisa tetap diteruskan agar tidak seperti nasib pendahulunya, Soekarno. Tapi paling tidak kroni-kroninya bisa nyaman dan nyenyak dalam tidurnya ? Semoga cepat sembuh Mbah…..
Salam Demonstran dari Si Fulus yang pernah membencimu….
Comment by Si Fulus — January 14, 2008 @ 6:47 pm
komentar aku sih ga terlalu panjang.sebenarnya hukuman bagi pak Harto itu seharusnya ditiadakan, karena beliau telah banyak berjasa terhadap bangsa dan negara kita.walaupun hukumannya ada, itu pun harus yang ringan aj karena kita juga harus melihat perjuangan2 beliau pada masa kemerdekaan.
salam perdamaian……..!!!!!
aku akan tetap mendukung pak Harto.
Comment by muh.yunus — January 15, 2008 @ 7:23 am
semoga Allah memberikan yang terbaik buat pak harto dan bangsa ini.kita harus bisa memaafkan semua kesalahan manusia termasuk kesalahan2 pak harto jikalau ada (sesuatu hal yang mudah diucapkan tapi sangat sulit dijalankan…termasuk saya sendiri).Allah saja Maha Pemaaf masa kita yang cuma manusia tidak mau memaafkan.tetapi (lagi-lagi sebagai manusia) yang namanya telah berbuat harus bisa dipertanggungjawabankan, bisa menjawab dan menanggung sendiri hasilnya.kalo tidak di dunianya ya di akhirat nanti.maaf lho bukannya saya menggurui yang lebih pintar, sekali lagi maaf…maaf…
Comment by hadi — January 15, 2008 @ 8:15 am
Seorang raja tidak pernah menjadi mantan kecuali dia mangkat. Negara ini sudah mengalami proses jawanisasi yang parah. Proses suksesi yang sebenarnya baru akan terjadi setelah periode ini.
Comment by slatem — January 15, 2008 @ 1:06 pm
Klo aku jadi anaknya, aku akan bisikkan kata pertobatan, agar dilapangkan jalannya. Kalo ingat dosa2nya sih pasti banyak, cuma kita saja yg ga ngerasain getirnya ditinggal keluarga tercinta, hanya karena perbedaan garis politik dgn sang eyang…
Comment by Aiptu Kasno — January 15, 2008 @ 3:05 pm
Dulu aku begitu mengidolakan Pak Harto yang murah senyum, aku tak pernah tau kenapa ia harus dibenci. Yang aku tau hidupku yang sederhana di masa jayanya terasa tenang dan damai. Saat ini aku memang merasa ada perlakuan berlebih terhadap pelayanan istimewa yang diberikan kepadanya, tapi mungkin itu semua berjalan apa adanya, dan karena mungkin di masa jayanya dulu lebih banyak yang merasa diuntungkan dari pada yang dirugikan sehingga Beliau pantas mendapat balasannya???, entahlah … kita doakan semoga Pak Harto dan semua orang baik yang sedang sakit di negri ini lekas diberi kesembuhan oleh Allah SWT
Comment by Rini — January 15, 2008 @ 3:24 pm
Mba Anggia, coba lihat dafta donatur kampanye SBY-JK!
Disana banyak perusahaan-perusahaan bayangan keluarga Cendana.
Kira-kira siapa presiden RI selanjutnya?
Pasti ada orang Cendana di belakangnya.
Gampang sekali untuk ditebak.
Comment by Verdinand Siahaan — January 15, 2008 @ 4:11 pm
Walaupun dia banyak salah atau dosa, yang namanya orang sakit, sudah sewajarnya didoakan lekas sembuh.
btw kasus TIME gimana ? denger2 mau disumbangin dananya?
Salam
Comment by pondokiklan.com — January 15, 2008 @ 6:44 pm
Pak Harto..presiden paling visioner setelah Bung Karno..
Pemikirannya hundred step a head..
memikirkan jauh ke depan.
contoh sederhana:
dulu orang pada ga setuju suharto dan bu tien suharto bikin Taman Mini Indonesia Indah..katanya mahasiswa ui ikut demo menlak jg…tapi lihat sekarang manfaatnya..ruar biasa..TMII merupakan replika Indonesia yg dinikmati dari anak2 sampe orang tua..sungguh brilian pak harto waktu itu..sekarang..boro2 mikirin jauh ke depan indonesia..pemimpin pada sibuk mikirin gimana mempertahankan kekuasaan dan memenangkan PEMILU!!
Comment by Daeng Leo — January 16, 2008 @ 10:22 am
lha ini kan negara hukum, teorinya adalah hukum mesti didahulukan…tapi kalo kembali ke filosofi awal bahwa hukum itu adalah produk politik..nah siapa yang berkuasa dia berpeluang meng-create aturan.. permasalahannya adalah…selama ini produk hukum kita di create oleh “otak-otak” generasi eyang itu…apa kita termasuk yang dicreate kalee yah…
Comment by wong ganteng tenan — January 16, 2008 @ 11:11 am
ngapain mikirin soeharto….mendingan lihat dwi anggia…..udah cantik senyumnya manis….
Comment by bethar — January 17, 2008 @ 11:45 am
Sebenarnya, bangsa ini meyakini bahwa presiden yang punya pengaruh besar pada bangsa adalah Suharto. Coba aja lihat bagaimana ributnya orang ketika mau menaikkan Suharto dengan kejadian G30S PKI, kemudian ribut untuk menurunkan Suharto, lalu bagaimana ributnya orang ketika Suharto mau meninggal…..Jadi memang Suharto no. 1
Comment by Maman Somantri — January 17, 2008 @ 11:54 am
Berita sakitnya si mbah nyaris melumpuhkan aktivitas di negeri ini. Sementara anak2nya bertahan sang ayah dimaafkan tanpa syarat yang artinya keluarga ini serta kroni2 yang dulu menikmati buah korupsi selama 32 tahun bisa tidur nyenyak bahkan matipun dengan tertawa-tawa. Perkara maaf-memaafkan bukan hal yang susah. Karena Tuhan telah memberikan mata dan hati agar manusia bisa menilai sendiri apa itu kebaikan dan keburukan, apa itu kejujuran dan kebohongan. Berikut ini kutipan saja dari seorang penyair Chalik Hamid yang mungkin paling pas menggambarkan euphoria sakitnya si mbah besar :
Nyawa dan kekayaan haram
————————-
Di rumah sakit terbaring seorang kakek
kondisinya makin memburuk makin jelek
empat puluh dokter ahli dikerahkan
semua alat canggih dipergunakan.
para pengunjung menampakkan muka
dari presiden sampai para menteri tercinta
pejabat baru dan sahabat lama.
di seluruh negeri umat memanjatkan doa
agar kakek sehat seperti semula
andai dipanggil yang maha kuasa
bersihkan dulu semua dosa
diampuni rakyat dan negara
agar selamat di jalan rata.
jutaan doa sudah dipanjatkan
kesehatan kakek makin berantakan
multi organ tak berfungsi
tidak hidup tapi tak juga mati.
di rumah sakit terbaring seorang kakek
bekas jendral berbintang lima
mantan presiden bertangan besi
penjual negara dan kekayaan negeri
memperkaya keluarga dan seluruh kroni.
di rumah sakit terbaring seorang kakek
di sini para sahabat berdatangan
di sini para cecunguk berkeliaran
di sini doa didengungkan
di sini kekayaan haram dipertahankan.
di pojok negeri rakyat dilanda banjir
lumpur menyembur manusia tersingkir
di kampung dan desa tanah longsor
betapa sulit mencari seorang dokter.
ketika nyawa kakek sedang dipertahankan
di sekitarnya tawar-menawar kekayaan haram
diselesaikan dengan hukum atau di luar pengadilan?
Medan, Januari 2008
Comment by Barito — January 18, 2008 @ 12:43 pm
knapa Yang jadi pertanyaan anggi ga ada yang jawab ya..? APAKAH BENAR? ya benar banget mba anggi.. pa’de harto itu memang dikenal sebagai c ahli strategi. sudah pasti KUKU nya kaya kuku macan yg pasti nya banyak yang kesakitan tergores kuku nya dan banyak pula yg berlindung bernaung ber foya2 dibawah kuku pa’de harto…terlepas dari kasus yg ada pada pa’de harto dlm masalah KKN? pa’de harto itu sedang sekarat terbujur di RSPP yg sedang mengalami permainan para ahli kedokteran dgn dalih AKAN DISEMBUH KAN….? sampai sejauh mana pa’de harto bisa sembuh? apakah akan bisa pulih kembali kesehatan nya? apakah pa’de harto bisa bermain kembali bersama anak cucu buyutnya bila sembuh? kalau saja saya jadi keluarganya? saya tidak akan rela bapak saya di buat experimen oleh para dokter..akan saya pasrahkan pa’de harto untuk berpulang kepangkuan Nya dgn damai.. saya pernah berjabat tangan dengan pa’de harto saat peresmian pembukaan KJRI di Houston Texas saat pa’de harto kelimpungan cari kain sarung yg tdk terbawa oleh rombongan(saya juga sempat ngedumel pda panitia)dan entah kapan lagi saya bisa berjabat tangan dgn pa’de? mba anggi ingin tau apa betul pa’de harto yg nmer 1? Dunia hanya mengenal dua orang besar untuk Indonesia..Soekarno dan Soeharto..yg mana yg nmer satu? hanya sejarah dunia yg bisa menjawab nya. Semoga pa’de harto dapat berpulang dgn damai kepangkuan Nya..amien.
Comment by Dayat Aulia — January 18, 2008 @ 1:47 pm
manusia pasti punya salah..tergantung kita melapangkan dada untuk sama2x memaafkan pak harto…walaupun itu semua terasa berat…
Comment by andhyxs — January 18, 2008 @ 2:19 pm
SCTV nggak usah banyak-banyak meliput Eyang Harto yang sakit… Jangan budayakan pemaafan seseorang karena iba. Jalan hukum harus diteruskan, setelah jelas statusnya; mau dimaafin atau ngak itu perkara lain.
Ayo SCTV jangan menjadi corong dari kroni-kroni Eyang Harto untuk memaafkan tanpa diadili.
Benar jasa Eyang Harto banyak…. tapi jangan untuk barter dengan kejahatan yang dilakukan.
Saudaraku yang mencuri 1 ayam saja kena penjara 4 bulan… ehm, yang mencuri berapa juta ayam santai-santai.
Comment by widi — January 18, 2008 @ 4:50 pm
Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak punya kesalahan, biasa semakin tinggi kedudukan orang itu semakin tinggi juga kesalahannya. Tidak ada orang yang sempurna. Jangan kita hanya trus melihat kesalahan seseorang, mari kita lihat juga berapa besar jasa seseorang yang membuat orang merasakan kenikmatannya. Begitu juga dengan Pak Harto telah banyak dia sumbangkan untuk negeri ini. Tapi kayaknya ada sebagian orang masih juga mengungkit-ungkit kesalahannya. Dan terus mengungkit, tanpa ada perasaan sedikitpun, walaupun orang dalam keadaan susah melawan penyakitnya. Tanpa dia sadari dia juga telah menikmati sebagian jasanya. Mari kita cubit diri kita, bagaimana kalau keluarga kita yang menghadapi masalah tersebut, bagaimana kalau kita dicaci maki orang. Kalau kita sdh dpt mencubit diri kita sendiri, Insya Allah, dalam hati yang paling dalam kita dapat merasakan apa yang orang sedang rasakan. Mari kita sama-sama berdo’a agar orang yang sering mendemo di RSPP dibuka hatinya oleh Allah SWT untuk dapat menerima dan memaafkan segala kesalahan Pak Harto. Semoga pak Harto dapat tenang menghadap yang Khalik.
Comment by yulia adelia — January 21, 2008 @ 8:00 am
E… Yang lagi jalan-jalan ke Makasar!!! emang sich Meliput Masalah pilkada Gubenur SUL-SEL, tapi sambil menyelam minum susu ee.eee minum air, Oleh-olehnya donk
Comment by Didik — January 21, 2008 @ 8:52 am
Pepatah Jawa bilang,”tego lorone ora tego patine”, yang artinya “tega melihat sakitnya, tapi tidak tega melihat kematiannya”. Sakit Pak Harto juga bisa dikaitkan dengan Nasionalisme beliau. Pernahkah beliau ke rumah sakit di luar negeri??? Terlepas bagaimana perlakuan Pak Harto terhadap Bung Karno..
Comment by kusdiyono — January 22, 2008 @ 7:58 am
Tiada maaf untuk Soeharto!
Comment by Guk11 — January 25, 2008 @ 7:39 am
terimakasih ya, atas semua comment-nya..
Comment by anggi — January 25, 2008 @ 8:52 pm
Inna lillahi wa inna lillahi ra jiun..
Sekarang pak harto dah wafat.About comment2 d atas td,saya hny bpikir masalah pak harto sangat kontroversial.Saya sbg generasi muda buta akan jasa2 beliau thd bangsa ini.
Comment by Anak kecil — January 28, 2008 @ 6:53 am
Orang yang kontroversial itu bukan pahlawan, bung! Jadi saya mohon stop kepada seluruh media eletronik menggunakan nyanyian berbau pahlawan!
Comment by kiky — January 28, 2008 @ 4:10 pm
suharto benar mantan penguasa. kepiawaian yang bisa membuat dia mampu berkuasa 32 tahun. sifat militernya memang dominan. ketegasan dia membuat orang tunduk. anadaikata ada orang yang punya ketegasan separti pak harto pastilah Indonesia tidak bisa dilirik sebelah mata seperti sekarang ini. pelajari sisi baik pak harto jangan sisi jeleknya. ketegangan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan ketepatan bakal buat pemimpin itu dikenang seperti pak harto. Selamat jalan Jendral besar
Comment by dzx — January 28, 2008 @ 10:13 pm
Sekarang Bapak Jendral Besar (Purn) Haji Muhammad Suharto sudah wafat, yang tertinggal adalah apa yang teringat di hati dan pikiran orang-orang yang mengingatnya. Apapun perbuatan beliau di masa yang lalu tidak usah permasalahkan lagi dan kita lihat hal-hal positif yang beliau telah perbuat untuk bangsa ini. Hal-hal negatif yang sekiranya beliau perbuat kita maafkan dan menjadi pengalaman untuk masa depan yang kita jelang bersama. Hanya Tuhan dan kroni-kroni almarhum yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Sekarang jangan sampai sejarah mengulang kembali apa yang pahit yang tejadi di masa lalu. Memang berat memaafkan dan mengampuni orang yang telah melakukan kesalahan kepada kita. Semua berpulang kepada kita, apa kita mau terus terbebani oleh akar kepahitan yang disebabkan oleh orang yang sudah meninggal dunia??? Apa setelah mantan penguasa orde baru wafat, kroni-kroninya masih belum bisa diadili??? Jaksa Agung dan kawan-kawan inilah tugas bagi anda sekalian….rakyat menunggu hasilnya…Terima kasih…
Comment by neosahadewa — January 29, 2008 @ 6:13 am
Kalo sekarang Eyang sudah berpulang, nantinya apakah rezim militeristiknya masih punya daya cengkram yang kuat? wallahua’lam..
Biasanya neh tidak sekuat ketika Sang Pemimpin masih ada, meskipun dilihat dari sisi kesetiaan kepada Sang Jendral. Saya sih buta hukum ya, jadi saya serahkan proses peradilan pada ahlinya saja. Saya hanya melihat dari sisi kemanusiaannya, mendem jero mikul duwur. Jasanya lebih banyak, hanya orang-orang sekitarnya yang tega memanfaatkannya.
Comment by ennok — January 29, 2008 @ 3:21 pm
Yang kelihatan p.harto bisa mengendalikan inflasi yg mencapai 650 %, mengurangi tk kemiskinan dari 60 % jadi 14 %, swasenbada beras, swasembada kedelai,swasembada jagung, mengadakan posyandu dan puskesmas sampai ke tk desa, ada penyuluh pertanian sampai kedesa2 shg petani tidak dibiarkan jalan sendiri,dolar eq Rp. 2500, emas pergram 25.000, buku sekolah bisa dipakai turunmenurun sampai enam kakakberadik, petani bisa menjadikan 7 anaknya jadi sarjana UGM, mengamankan rep. Indonesia dari komunis, tidak pernah ada kasus kurang gizi (kt dr anak airlangga), tidak ada bumn yang dijual ke singapura, disegani negara2 lain, klo kita keluar negeri gak diperlakukan kaya warga klas 2, gak ada portal2 dan pagar nutup jalan shg harus muter2. Takut pergi kemana2.Untuk itu saya ingin berterima kasih pada p.harto. Selamat jalan Bapak Suharto… terima kasih atas segala yang telah Bapak berikan kepada kami. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak disisiNya. Sekarang ? Hitunglah berapa bank yang sudah dikuasai asing, telkom sdh dipecah2 dan sebagian dijual ke s.pura. PLN sebentar lagi. Daripada terus menghujat…lebih baik berbuat lebih baik dari yang sudah dilakukan beliau.
Comment by arifah — February 2, 2008 @ 10:55 pm
duh kok makin kyut aja….
Comment by sikunyuk — February 4, 2008 @ 7:21 pm
Terpesona aku! Bagai bidadari tanpa sayap
Comment by akiyama ren — February 4, 2008 @ 8:05 pm
Soeharto adalah mantan penguasa yg sangat dihormati, kharismatik. Dr kunjungan pemimpin2 LN yg sangat respek. Jasa beliau sangat besar bukan hanya utk Indonesia, tp juga Asia Tenggara. Kenapa harta eyang dipermasalahkan. Org menghormati, kita malah demo. Mau sampai kapan bangsa ini bangkit ? Coba belajar dr keluarga kecil, coba demo bapak2 kalian kalau korupsi….Pengorbanan rekan mahasiswa kita thn 98 jadikan cambuk agar kita berusaha utk jd bangsa yg maju, bukan nostalgia.
Comment by Saptahadi — February 9, 2008 @ 10:00 pm
orang udah meninggal koq ya diomongin, ..mending di doain, siapa tau eyang ato derajatnya lebih baik di alam sana daripada kita … salahnya, mending dari dulu indonesia jadi kerajaan aja sekalian, wong namanya raja ya ndak pernah salah tho …yg penting rakyat makmur sejahtera, lha kalo negara bagkrut dan banyak utang, kan rajanya yang nombokin, bukan rakyatnya ..mosok raja ora duwe duit,raja koq dilawan, …lha skrg sopo sing mau ngadili, wong kabe ki konco-koncone tho ..ada-ada aja, mikir dong mikir …
Comment by kuncung — February 25, 2008 @ 5:22 pm
ndak ngaruh….
yo wes ben
becik ketitk olo ketoro
rak ya gitu tooo
Comment by mbah darmo — March 3, 2008 @ 8:06 pm
Menurut saya yang lalu biarlah berlalu…!yang perlu kita pikirkan skr adalah bgmn memikirkan kemajuan bangsa ini kedepan.bagaimana kita bisa maju kl yang dipikirkan hanya permasalahan bangsa yang sudah berlalu,sedangkan permasalahan bangsa saat ini malah lebih banyak untuk segera diaatasi,exp: kemiskinan,gizi buruk bagi balita dan balita,sikap pemimpin yang selalu mementingkan kepentingan pribadi atau segelintir orang alias partai.
Comment by budi — March 18, 2008 @ 4:00 pm
apakah topik pemberitaan tentang “EYANG SOEHARTO & KELUARGA” ini sengaja selalu dihembuskan, sehingga mampu menutupi kelalaian memperhatikan kemiskinan, gizi buruk dan kelaparan ?
Marilah kita realistis, arif dan bijaksana mensikapi kejadian dan fenomena bangsa ini.
Comment by Chicha — March 22, 2008 @ 11:40 pm