Teater adalah dunia yang tak sebenarnya, tempat segala simbol berseliweran, metafora dan bahkan hiperbola bertaburan. Sebagai media kesenian, teater tak mungkin dapat dimaknai secara tunggal. Penonton yang berjubel di sekitar panggung akan menarik makna menurut kepala masing-masing. Demikian pula seharusnya, publik menarik makna dari perhelatan monolog Sarimin yang digelar di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya Sabtu pekan lalu. (more…)
Vincent Hakim R.
Di saat-saat yang amat genting, orang sering membutuhkan kehadiran sosok yang bisa dipercaya, mau mendengarkan, membantu, dan mampu mengayomi. Syukur-syukur mampu memberikan kepastian dan mencarikan jalan keluar. Para korban lumpur Lapindo sampai detik ini butuh semuanya itu. Masyarakat lemah tergusur juga sama, memerlukan sosok itu. Demikian juga para pedagang di pinggir-pinggir jalan yang acap kali diusir polisi pamong praja. Atau orang-orang kecil yang tertindas oleh kaum penguasa dan dipermainkan para penegak hukum yang tidak adil. Rakyat amat rindu kehadiran sang sosok. (more…)
Henry Sianipar
Jumat siang, di Media Center BICC, tempat penyelenggaraan KTT Perubahan Iklim (UNFCCC). Mungkin karena di Bali, nuansa sholat Jumat, tidak terlalu terlihat di sini. Sebagian besar jurnalis di tempat ini didominasi wartawan asing, dari beraneka bangsa. Kasak-kusuk, gosip sana sini, hilir-mudik membawa tripod, kamera, lampu, laptop, dan perabotan peliputan lain. Beragam peralatan, saya yakin mereka berpikir sama saat ini: apakah Konferensi ini bisa menghasilkan sesuatu yang berguna untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. (more…)
Yus Ariyanto
Turnamen layang-layang. Setiap tim terdiri dari dua orang; satu orang menerbangkan dan mengendalikan, seorang lagi membawakan gulungan benang dan mengulurnya. Amir dan Hassan membentuk tim. Tapi, di akhir turnamen, ketika layang-layang terakhir putus dan mereka mengejar, suatu kejadian mengubah hidup mereka sepenuhnya. (more…)
Vincent Hakim R.
Hidup tak ubahnya sebuah kompetisi. Lengkap dengan segala kompleksitas persoalannya. Yang pasti, ada kalah, ada menang. (Ya, sekali tempo, mungkin ada juga yang mengalami draw, atau impas alias balik modal). Kalah menang menjadi sangat akrab dalam kehidupan kita. Dalam kondisi hidup normal, kemenangan selalu dikejar dan bahkan ada yang menjadikannya sebagai tujuan (Adakah orang hidup mengejar kekalahan?). (more…)
Andy Budiman
Perang dunia maya, itulah yang sekarang sedang terjadi di internet, antara para blogger Indonesia dan Malaysia. Perang blog ini, bisa jadi adalah kelanjutan sejarah atas konflik yang selalu mewarnai hubungan kedua negara. Bukan hanya di tingkat pemerintahan, kecurigaan yang bahkan cenderung mengarah kebencian juga menyebar di akar rumput. (more…)
Andy Budiman
Fareed Zakaria, kolumnis Newsweek, dengan gagah berani mengumumkan berakhirnya era Amerika Serikat di panggung dunia (Newsweek Special Edition Issues 2008). Berakhir bukan berarti runtuh. Fareed mau bilang, inilah era keruntuhan Amerika sebagai negara superpower. (more…)
M. Samsul Arifin
Adakalanya tokoh besar sendu. Bahkan itu terjadi pada Boris Yeltsin, seorang yang disebut Mikhail Gorbachev sebagai telah mencabik-cabik Uni Soviet sehingga akhirnya runtuh pada 7 Februari 1990. Setahun sebelum Soviet tinggal nama, Yeltsin berkunjung ke Amerika Serikat. Entah bagaimana ceritanya, Yeltsin melangkahkan kaki ke sebuah supermarket di Houston, Amerika Serikat. Matanya terbelalak “revolusi” pasar modern tersebut. Suasana hatinya mendadak sendu.
(more…)
Andy Budiman
Ada fakta menarik di balik kekalahan Hugo Chavez dalam referendum untuk menentukan perubahan konsitusi Venezuela pekan lalu. Adalah El Nacional, yang pertama kali menurunkan laporan mengenai upaya Chavez menggagalkan hasil referendum tersebut.
Jorge Costenada, bekas menteri luar negeri Mexico juga mengkonfirmasikan hal yang sama. Mengutip sumber intelijen Venezuela, ia menyebut, sejumlah perwira militer sempat mengancam akan melancarkan kudeta, jika Chavez berkeras membatalkan hasil referendum. Sikap Chavez berubah, setelah Raul Isaias Baduel, seorang tokoh oposisi yang pernah menjadi kamerad-nya di angkatan bersenjata, menelepon Chavez pada suatu tengah malam dan mengancam akan menjatuhkannya jika berani berbuat curang. (more…)
Rike Amru
Saya teringat waktu melewati masa kecil di barat Sumatera. Bila hujan datang, ada luapan rasa yang membahagiakan. Hujan, menjadi saat yang seolah menyahihkan saya untuk bermanja pada ibu; memeluk atau sekadar duduk rapat-rapat di sampingnya. Hujan juga menginspirasikan hal-hal menyenangkan; membayangkan bermain, berlarian, mandi hujan bersama teman-teman di halaman rumah. (more…)