December 27, 2007

I Believe…

Filed under: Musik, Sosial Kemasyarakatan — gunawan @ 4:29 pm
i-believe

Gunawan

I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away

Robert Sylvester Kelly, a.k.a R. Kelly, saat membuat lirik lagu I Believe I Can Fly, tentunya tidak pernah memikirkan apakah orang akan percaya bahwa dia bisa terbang? Atau malah tidak sama sekali terpikir olehnya.

Dia hanya ingin memberi inspirasi lewat lagunya, agar setiap orang mempunyai keinginan yang tinggi, atau kalau bisa yang mustahil sekalipun, manusia bisa terbang. Sebuah lagu bisa menghipnotis pendengarnya seolah olah merasakan apapun kalimat yang terkandung didalamnya. Bisa gembira, menangis bahkan anarkis. I believe…bisa terbang.

Tiga penghargaan diraih dari ajang Grammy Awards 1998 lalu, membuktikan bahwa lagu ini didengar oleh jutaan orang, tanpa ada satu pun yang protes ataupun bereaksi negatif, ”mana mungkin manusia bisa terbang!”

Tidak ada yang bereaksi aneh kalau itu hanya sebuah lagu. Tapi coba Anda lakukan hal ini bukan dengan bernyanyi, Anda ada disebuah keramaian lalu berteriak,”Saya bisa terbang!”

Reaksi orang beraneka rupa, ada yang mengerutkan dahi, tidak sedikit yang tertawa dan menganggap Anda orang kurang waras, mungkin juga ada yang menunggu, menduga Anda adalah seorang pesulap yang sedang praktek di jalanan. Jika terbukti bisa terbang, mereka baru percaya, atau tepatnya setengah tidak percaya. Anda harus terbang dua kali baru orang percaya. Lho kok? Matematisnya: (2) x terbang x (½) percaya = (1) percaya … hahaha yang ini cuma intermezzo, supaya jangan terlalu serius. Makanya jangan pernah kaget setengah mati, kalau Anda mengalaminya dua kali, ya mati beneran.

Yuk, kita teruskan. Lalu coba lagi, kali ini tidak usah berteriak, tapi dengan nada biasa Anda berkata didepan orang banyak. “Saya adalah malaikat Jibril, bertobatlah kalian karena tanggal sekian tahun sekian kiamat akan tiba, kalian akan selamat jika percaya.”

Ada yang percaya? Ada, bahkan jumlahnya cukup banyak, tapi yang tidak percaya dan menghujat jumlahnya lebih banyak lagi. Demi menjaga stabilitas keamanan, pihak kepolisian turun tangan, atmosfernya bukan lagi urusan percaya atau tidak percaya. Mereka dituduh melakukan penistaan dan penodaan agama.

“Ini ngomongin apa sih?”

“Keyakinan.”

“Hari gini masih ribut-ribut masalah keyakinan? Gak ada habisnya, sob”

“Ya memang, karena keyakinan memang susah dibuktikan kebenarannya, apalagi membandingkan dengan keyakinan orang lain.”

“Lho, setiap orang harus yakin dong bahwa keyakinan dan agamanya adalah yang benar.”

“Itu bagus…”

“Lantas apa masalahnya?”

“Apa sikapmu kalau ada orang yang beda keyakinan dan mengatakan bahwa keyakinannya yang paling benar, kamu setuju?”

“Tidak setuju, tapi aku menghormati pendapatnya, pluralisme keyakinan di negri ini justru membuat aku semakin bisa memperdalam kebenaran dari keyakinan yang aku peluk. Aku tidak butuh dialog atau debat tentang kebenaran keyakinan masing masing,”

“Kalau ada orang memiliki keyakinan yang sama denganmu, tapi cara ibadahnya berbeda, apa pendapatmu?”

Gak masalah, yang penting dia sudah melakukan hal paling prinsip yaitu ibadah.”

“Tapi kalau dia percaya bahwa akan datang lagi nabi setelah nabi yang diyakini sekarang?”

“Silahkan, kalau dia percaya tunggu saja kebenaran dari keyakinannya.”

Gak marah?”

“Lho, marah tidak membuktikan apapun, malah orang akan berbalik mempertanyakan landasan dari keyakinan aku, aku yakin dengan kebenaran keyakinanku, tapi bukan berarti boleh marah, menyerang apalagi merusak dengan dalih superioritas keyakinanku.”

“Sampai kapan orang harus yakin bahwa keyakinannya paling benar?”

“Sampai matilah, orang kan butuh keyakinan dalam menjalankan hidupnya, benar atau tidaknya akan terbukti ketika dia mati, menghadap Sang Pencipta.”

Ya. Diskusi seperti itulah yang sering berkecamuk di benak ini. Hasilnya? Masih sebuah tanda tanya yang semakin membesar. Masih bisakah kita memiliki keyakinan yang berbeda dengan keyakinan yang ada? Masih akan marahkah orang orang? Masih adakah ketakutan, kerusakan atau kematian, jika orang orang marah? Lalu di mana lagi kita bisa hidup tenang? Padahal kita cinta negeri ini, negeri tempat kita dilahirkan.

Salam SCTV

7 Comments »

  1. baca i believe i can fly kok saya jadi keinget pas asian idol ya. lagu andalan mike :D
    btw, “Sampai kapan orang harus yakin bahwa keyakinannya paling benar?”

    “Sampai matilah, orang kan butuh keyakinan dalam menjalankan hidupnya, benar atau tidaknya akan terbukti ketika dia mati, menghadap Sang Pencipta.”

    setuju mas!

    Comment by nico wijaya — December 28, 2007 @ 5:14 am

  2. watch the video clip here:
    http://www.youtube.com/watch?v=QTahrYXCChI
    read more about the song here
    http://en.wikipedia.org/wiki/I_Believe_I_Can_Fly

    Comment by djoko — December 28, 2007 @ 7:17 am

  3. keyakinan itu lebih mengerikan dari pada kepercayaan…
    karena sekarang kepercayaan itu bisa digandakan

    Comment by hime — December 30, 2007 @ 2:57 pm

  4. “Terbang” bukan pada arti yg sebenarnya kira2 artinya = I can do it

    Comment by Iwan — January 5, 2008 @ 11:36 pm

  5. dari kecil aku selalu pingin bgt terbang….

    Comment by ima — January 22, 2008 @ 4:33 pm

  6. lirik lagu ini memberikan sebuah semangat untuk meraih cita-cita.
    i believe it…

    Comment by Sonny Madil — February 16, 2008 @ 5:39 pm

  7. Lagu ini yang bikin w bangkit n merasa jauh lebih dewasa dalam menghadapi hidup, meski umur w baru 21th…

    I believe I can fly
    I believe I can touch the sky

    Benar-benar spirit hidup w…

    Comment by Jurmansyah — June 13, 2008 @ 4:07 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment