“Jangan Sekali-kali Jatuh Cinta, Kau Tak Akan Suka”
Gunawan
Kalimat di atas, tidak semata-mata dalam konteks asmara. Karena definisi cinta sangat banyak dan rumit, tergantung objek yang disinggahi. Cinta bisa datang kepada siapa saja, apa saja dan kapan saja.
Urutan pertama paling populer dari definisi kata cinta bisa jadi adalah untuk hubungan asmara antara pria dan wanita dewasa. Nominasi kedua mungkin adalah cinta kepada keluarga, selanjutnya berturut-turut, patriotisme; cinta pada negara, nasionalisme; cinta pada bangsa dan terakhir yang sekarang lagi ngetren cinta pada diri sendiri, narsisme!
Sepasang insan yang berkomitmen untuk saling mencinta, masing masing memiliki keinginan, harapan dan tuntutan atas pasangannya. Sang pria ingin wanitanya selalu terlihat cantik, selalu disampingnya, selalu memperhatikannya, selalu ingat padanya dan lain lain, dan lain sebagainya, pokoknya semua hal yang membuat hatinya senang dan puas. Sekali saja dia melihat kekasihnya bersama pria lain, dia tak akan suka! Apa yang akan terjadi? Macam-macamlah, bisa saja sang pria akan menginterograsi, memarahi, mungkin juga menangis, atau lebih kasar lagi sang wanita akan ditampar!
Kok, gitu sih? Katanya cinta? Ya, itulah cinta. Di balik keagungan cinta yang memberikan dan menjanjikan kenikmatan, cinta mengandung ekspektasi atau harapan yang kaku, tidak fleksibel, dan tanpa reserve. Sedikit saja tergores, sakitnya seperti luka yang menganga! Tidak ada yang suka terluka. Apalagi bila rasa cinta itu dimiliki secara massal, bencana yang akan tiba.
Lihat saja ketika cinta bangsa ini terluka, ketika seni dan budaya warisan nenek moyang diakui oleh negara tetangga sebagai budaya mereka, tidak ada yang suka.
“Ganyang Malaysia!” teriak ribuan seniman reog Ponorogo.
“Malaysia tidak punya malu,” kata seniman pembuat angklung.
Patriotisme membara, nasionalisme bangun dari tidur, akibat pemangku mandat, pengelola kekuasaan negara ini lalai menjaga cinta.
Masih urusan cinta, mari kita amati carut-marut negara ini akibat banyak orang “jatuh cinta” (mungkin) tidak pada tempatnya. Tengoklah proses pilkada di mana-mana, penuh protes, anarkis, karena kandidat yang dicintai gagal meraih kemenangan. Mereka tidak suka kekalahan.
Lihatlah seorang koruptor di pengadilan, tanpa malu-malu menyatakan dirinya tidak bersalah. Dia tidak suka disalahkan.
Lihat lagi, seorang abdi negara marah, ketika korps kepolisian tempatnya bernaung diobok-obok seorang seniman panggung. Walau fakta nyata, dia tidak suka diungkit.
Bayangkan lagi wajah almarhum Munir, yang cinta damai dan tidak suka tindak kekerasan, harus pergi selamanya akibat sindirannya yang tajam, karena ada yang tidak suka.
Penguasa, koruptor, calon penguasa, polisi, siapapun, ketika sudah jatuh cinta kepada apa yang sedang dilakukannya, tidak masalah benar atau salah, tidak ada satupun yang suka “cinta”-nya diganggu. Bahkan mereka akan balik mengganggu sang pengganggu, mumpung masih memakai topeng kewenangan. Karena mereka merasa paling benar, huh, narsis!
Itu hari ini, mendatang mungkin kita akan lihat rombongan pencuri tanpa malu malu berdemo karena barangnya dicuri. Koruptor berteriak karena hartanya dari hasil korupsi, dikorup pegawainya.
Tidak ada larangan jatuh cinta. Anda yang sedang dilanda cinta saat ini, apakah saya menyinggung Anda? Saya minta maaf. Saya takut Anda tidak suka dengan saya.
Bagi Anda yang belum mencintai apapun, masih beranikah jatuh cinta?
Salam SCTV

are you in love gun?
Comment by djoko — December 19, 2007 @ 10:16 pm
wah gak berani jatuh cinta deh
Comment by gusti — December 20, 2007 @ 6:05 pm
cinta ibarat goresan pena pada sebuah ilustrasi. Jika tidak hati2 dalam menggoreskannya, akan merusak keseluruhan karya itu sendiri.
Maka, buatlah goresan cinta Anda menjadi indah.
Comment by comicusmnn — December 20, 2007 @ 8:08 pm
cinta emang aneh, susah ngaturnya, tapi gimana caranya biar gak jatuh cinta suliiiit……
Comment by Zulkifli Abdi — December 21, 2007 @ 8:25 am
Ah, namanya juga cinta bagai buah simalakama…. tetep, I Love Cinta….
Comment by gytha devie — December 21, 2007 @ 10:20 am
hidup tanpa cinta ???!!! bener gak tu… nggak nahaaannn………
Comment by Muhamad Arpan — December 22, 2007 @ 2:35 pm
cinta itu datang sendiri ke hati kita, tanpa permisi!! jadi kalau ditanya beranikah jatuh cinta..ya ga tau. soalnya ya itu tadi, cinta itu datang sendiri, bukan kita yang ingin!! gitu.
oh cintakuuuu….liputan6!!
Comment by Putri — December 24, 2007 @ 1:56 pm
ahiahaihai…boss what happened to you?? dulu sering banget bilang “bego” yg khas dan ditakuti seantero SCTV ternyata sekarang bisa bikin artikel tentang “cinta”….ccciieehh si boss..salut bos salut!! tunjukan bahwa di balik penampilanmu yg garang dan kepulan asap rokok yg keluar dari ****** (harus disensor, kalo ga ntar gw dijitak) ternyata ada secercah cinta..halah!!ddaagghh booss!!!
Comment by SiKumaN — December 24, 2007 @ 3:14 pm
ngakak baca komennya sikuman. hehe…
Comment by nico wijaya — December 28, 2007 @ 5:25 am
GANYAAANG CINTAA,,,,
Comment by wawan — December 28, 2007 @ 7:38 am
Where there is love, there is pain… ouch!
Btw, salam kenal mas Gun. Saya masih pengunjung baru nih di blog liputan6 ini. Tulisan2 mas Gun termasuk yang paling menarik buat saya baca
Comment by S a k t i — December 28, 2007 @ 2:07 pm
[...] nulis aja gara-gara tadi pagi muter lagu Friday I’m In Love-nya The Cure dan teringat tulisan mas Gun, “Jangan Sekali-kali Jatuh Cinta, Kau Tak Akan [...]
Pingback by Dari Mana Cinta Itu? — December 28, 2007 @ 6:00 pm
DENTINGAN BELL TAHUN BARU
Rabalah hangat hatimu, kawan
Tebarkan persahabatan sehangat-hangatnya
Rangkulah kawan lama, kawan baru jangan dimusuhi
Berbagi rasa dengan hangatnya tetesan air mata damai
Mari berpegangan sambil melantun, bersama dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan! Kita berdamai, kasih! Kita berdamai, saudara!
Lupakan perbedaan bangsa, kawan
Janganlah risau akan perbedaan warna kulit
Kawan Islam, kawan Kristen, kawan Hindu, kawan Buda
Kawan Pantheistic, kawan Atheis, dan kawan-kawan kepercayaan lainnya
Jabat tangan-tangan mereka dalam senyuman ramah dan setulus hati
Mari berpegangan sambil melantun, bersama dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan! Kita berdamai, kasih! Kita berdamai, saudara!
Kecuplah damaimu, kawan
Sirnakan amarah dan dendam, jangan ada kesalahpahaman yang sesat
Kita adalah satu dalam sahabat, persahabatan dalam perdamaian dunia
Waktu telah berlalu, kawan
Jemput nuansa ramah pagi hingga senja, hirup udara damai ditahun yang baru
Mari berpegangan sambil melantun, bersama dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan! Kita berdamai, kasih! Kita berdamai, saudara!
Kawan manusia, kawan hewan, dan kawan pepohonan
Kawan wanita dan kawan pria, kawan orang tua dan kawan muda-mudi
Kita bagaikan bagian dari kebaikan hati-hati tertulus dalam mencipta hidup damai
Janganlah terlupakan, kawan
Jiwa-jiwa telah merindu nikmatnya kerukunan dan penghargaan kehidupan
Mari berpegangan sambil melantun, bersama dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan! Kita berdamai, kasih! Kita berdamai, saudara!
Dang… ding… dang… dang… ding… dang
Bersama kebaikan dentingan bell tahun baru
Kita berdamai, kawan!
For auld lang syne, my friends
Nenen Gunadi
27-Des-2007
Comment by Nenen Gunadi — December 31, 2007 @ 9:04 am
cinta…memang menyakitkan!!! tapi cinta emang kayak jelangkung datang tak diundang pulang tak diantar he…
Comment by alfi — December 31, 2007 @ 2:54 pm
cinta adalah sebuah anugrah yang terindah dari Sang Pencipta.Pada hakekatnya dengan cinta manusia bisa merasakan damai dan bahagia…..bukan duka dan nestapa….
Cinta oh cinta…..
people die but love never die….
bravo
Comment by santi — January 1, 2008 @ 7:04 pm
Love is a pleasure in giving…
Comment by arifah — February 2, 2008 @ 10:07 pm