<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Sarimin-Polisi Adu Punggung</title>
	<atom:link href="http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/</link>
	<description>Blog liputan 6 aktual tajam dan terpercaya</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 20:35:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: hai teman-teman ku dan family ku setanah air &#187; Blog Archive &#187; Jangan Sekali-Kali jatuh Cinta,Kau Tak Akan Suka</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-2894</link>
		<dc:creator>hai teman-teman ku dan family ku setanah air &#187; Blog Archive &#187; Jangan Sekali-Kali jatuh Cinta,Kau Tak Akan Suka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 15:38:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-2894</guid>
		<description>[...] lagi, seorang abdi negara marah, ketika korps kepolisian tempatnya bernaung diobok-obok seorang seniman panggung. Walau fakta [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] lagi, seorang abdi negara marah, ketika korps kepolisian tempatnya bernaung diobok-obok seorang seniman panggung. Walau fakta [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Reza</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-1510</link>
		<dc:creator>Reza</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 09:56:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-1510</guid>
		<description>Saya ingin menyambung/memperdalam komentar diatas, mungkin karena saya sudah di bodohi atau terlanjur jengkel. Yang pertama menyangkut cermin, karena sewaktu kita melihat objek yang dilihat dengan cermin akan tidak sama dengan kita melihat langsung, saya ambil contoh misalnya jika melihat objek dengan jarak pandang 3 Meter akan beda jika kita lihat dengan cermin akan berubah jarak pandang menjadi 6 Meter, Atau jika kita melihat spion mobil di situ dikatakan (mungkin tidak semua mobil ada tulisan di spionnya), mengatakan "objek yang kita lihat di cermin tidak sedekat apa yang terlihat" tetapi dengan bahasa inggris. Lalu menyangkut Optik, saya pergi ke optik yang jaraknya 1 Km dari tempat pembuatan SIM lalu saya pergi ketempat optik lain jadi sampai dua kali saya memeriksa mata saya dan yang saya heran dan baru sadar kenapa tidak dikatakan pergi ke dokter mata atau optik mungkin kalau pergi ke dokter di situ jaraknya jauh atau hanya pemikiran saya dan atau akan tidak akan mendapat untung jika diperiksa ke optik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin menyambung/memperdalam komentar diatas, mungkin karena saya sudah di bodohi atau terlanjur jengkel. Yang pertama menyangkut cermin, karena sewaktu kita melihat objek yang dilihat dengan cermin akan tidak sama dengan kita melihat langsung, saya ambil contoh misalnya jika melihat objek dengan jarak pandang 3 Meter akan beda jika kita lihat dengan cermin akan berubah jarak pandang menjadi 6 Meter, Atau jika kita melihat spion mobil di situ dikatakan (mungkin tidak semua mobil ada tulisan di spionnya), mengatakan &#8220;objek yang kita lihat di cermin tidak sedekat apa yang terlihat&#8221; tetapi dengan bahasa inggris. Lalu menyangkut Optik, saya pergi ke optik yang jaraknya 1 Km dari tempat pembuatan SIM lalu saya pergi ketempat optik lain jadi sampai dua kali saya memeriksa mata saya dan yang saya heran dan baru sadar kenapa tidak dikatakan pergi ke dokter mata atau optik mungkin kalau pergi ke dokter di situ jaraknya jauh atau hanya pemikiran saya dan atau akan tidak akan mendapat untung jika diperiksa ke optik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Reza</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-1509</link>
		<dc:creator>Reza</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 09:12:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-1509</guid>
		<description>Hanya ingin memberitahukan kepada masyarakat depok yang ingin membuat SIM di yang terletak di depan Walikota Depok, saya ingin memperpanjang SIM C yang pada tahap awal adalah tes kesehatan yaitu mengecek apakah mata saya masih bagus atau jelek ternyata dalam mengetesnya bukan secara langsung melihat huruf/angka yang di perlihatkan di depan saya, melainkan diperlihatkan di depan cermin yang menghadap ke huruf/angka itu jadinya saya melihat dengan bantuan cermin tersebut yang secara tidak mungkin akan terbaca dengan jelas padahal mata saya baik-baik saja sampai saya datang ke tempat optik dua kali dan mata saya dikatakan masih normal, dan saya berpikir kenapa pada saat dicek mata di kantor polisi depok harus melihat cermin dulu baru melihat angka/huruf yang diperlihatkan karena sewaktu saya di tes di optik, langsung dihadapkan kepada angka/huruf tersebut tidak melalui cermin, lalu saya melihat sistem yang ada di tempat pembuatan sim tersebut sudah berubah menjadi tidak adanya kecurangan istilahnya "sim tembak". Dan karena sistem tersebut tidak bisa dicurangi oleh aparat maka mereka mencari akal supaya mendapat untung dari pembuatan sim yaitu melalui pemeriksaan mata yang dimana dari awal karena gagal disuruhlah saya ke optik untuk diperiksa, pemikiran saya mengatakan polisi bekerja sama dengan tempat optik yang jaraknya kira-kira 1 km dari tempat pembuatan SIM tersebut. Akhirnya saya bisa memperpanjang SIM C dengan cara membawa surat keterangan bahwa mata saya normal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya ingin memberitahukan kepada masyarakat depok yang ingin membuat SIM di yang terletak di depan Walikota Depok, saya ingin memperpanjang SIM C yang pada tahap awal adalah tes kesehatan yaitu mengecek apakah mata saya masih bagus atau jelek ternyata dalam mengetesnya bukan secara langsung melihat huruf/angka yang di perlihatkan di depan saya, melainkan diperlihatkan di depan cermin yang menghadap ke huruf/angka itu jadinya saya melihat dengan bantuan cermin tersebut yang secara tidak mungkin akan terbaca dengan jelas padahal mata saya baik-baik saja sampai saya datang ke tempat optik dua kali dan mata saya dikatakan masih normal, dan saya berpikir kenapa pada saat dicek mata di kantor polisi depok harus melihat cermin dulu baru melihat angka/huruf yang diperlihatkan karena sewaktu saya di tes di optik, langsung dihadapkan kepada angka/huruf tersebut tidak melalui cermin, lalu saya melihat sistem yang ada di tempat pembuatan sim tersebut sudah berubah menjadi tidak adanya kecurangan istilahnya &#8220;sim tembak&#8221;. Dan karena sistem tersebut tidak bisa dicurangi oleh aparat maka mereka mencari akal supaya mendapat untung dari pembuatan sim yaitu melalui pemeriksaan mata yang dimana dari awal karena gagal disuruhlah saya ke optik untuk diperiksa, pemikiran saya mengatakan polisi bekerja sama dengan tempat optik yang jaraknya kira-kira 1 km dari tempat pembuatan SIM tersebut. Akhirnya saya bisa memperpanjang SIM C dengan cara membawa surat keterangan bahwa mata saya normal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: azurre</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-410</link>
		<dc:creator>azurre</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 02:58:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-410</guid>
		<description>seharus nya para juragan hukum tau sosok sarimin itu.....si penurut (patuh) dalam melaksanakan aturan, perintah..sarimin juga pencetak rp..tapi kenapa tak diukur taringnya yg tajam, barangkali penuh bisa pula. sudah banyak  di negeri yg terlanjur dicabik taring sarimin yg sudah tak mau diajak kepasar. "merenunglah tuk se...o/e sarimin"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seharus nya para juragan hukum tau sosok sarimin itu&#8230;..si penurut (patuh) dalam melaksanakan aturan, perintah..sarimin juga pencetak rp..tapi kenapa tak diukur taringnya yg tajam, barangkali penuh bisa pula. sudah banyak  di negeri yg terlanjur dicabik taring sarimin yg sudah tak mau diajak kepasar. &#8220;merenunglah tuk se&#8230;o/e sarimin&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhamad Arpan</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-374</link>
		<dc:creator>Muhamad Arpan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 08:03:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-374</guid>
		<description>ah OM POL..... koQ sEnsI BenEr seCh... tAkUt KetaUan Yach... aYo nGaku !!! BENER tu, klw mang udah brubah, tunjukin donkz sama masyarakat, gitu! jGn cUma Di mUluT kAli......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah OM POL&#8230;.. koQ sEnsI BenEr seCh&#8230; tAkUt KetaUan Yach&#8230; aYo nGaku !!! BENER tu, klw mang udah brubah, tunjukin donkz sama masyarakat, gitu! jGn cUma Di mUluT kAli&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alamsyah</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-340</link>
		<dc:creator>alamsyah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 12:51:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-340</guid>
		<description>ahh..memang gitulah nyatanya polisi jadi beking narkoba, peredaran narkoba didiskotik banyak oknom polisi yang jadi pengedar alias penjual...liat dibatam " fasifik" narkoba bebas dibeli...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ahh..memang gitulah nyatanya polisi jadi beking narkoba, peredaran narkoba didiskotik banyak oknom polisi yang jadi pengedar alias penjual&#8230;liat dibatam &#8221; fasifik&#8221; narkoba bebas dibeli&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mauza</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-304</link>
		<dc:creator>mauza</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 10:37:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-304</guid>
		<description>hehehe..polisi oh polisi...., sampai teman saya bilang, walaupun kita benar, kita harus tetap harus bayar.
ANEH YA, polisi kan dibayar negara, knp kalo ada kasus walaupun semua dokumen lengkap, masih tetap ada "uang terima kasih"!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe..polisi oh polisi&#8230;., sampai teman saya bilang, walaupun kita benar, kita harus tetap harus bayar.<br />
ANEH YA, polisi kan dibayar negara, knp kalo ada kasus walaupun semua dokumen lengkap, masih tetap ada &#8220;uang terima kasih&#8221;!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Erwin</title>
		<link>http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-299</link>
		<dc:creator>Erwin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 09:23:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.liputan6.com/2007/12/18/sarimin-polisi-adu-punggung/#comment-299</guid>
		<description>Masih banyak dari kita yang tidak siap dengam kritikan, pasti ada sisi buruk jika ada sisi baik. Baiknya memang harus berbesar hati.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masih banyak dari kita yang tidak siap dengam kritikan, pasti ada sisi buruk jika ada sisi baik. Baiknya memang harus berbesar hati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
