RI-Malaysia : Bertengkar Hingga Dunia Maya
Andy Budiman
Perang dunia maya, itulah yang sekarang sedang terjadi di internet, antara para blogger Indonesia dan Malaysia. Perang blog ini, bisa jadi adalah kelanjutan sejarah atas konflik yang selalu mewarnai hubungan kedua negara. Bukan hanya di tingkat pemerintahan, kecurigaan yang bahkan cenderung mengarah kebencian juga menyebar di akar rumput.
Di internet, sejumlah situs dibuat oleh para blogger Malaysia. Isinya, kecaman dan hujatan atas Indonesia. Sebaliknya, blogger asal Indonesia juga menumpahkan kemarahan yang sama.
Hubungan Indonesia-Malaysia, ibarat api dalam sekam. Tahun 60-an, Presiden Soekarno pernah memerintahkan agresi atas Malaysia. Alasannya, negeri jiran itu dianggap sebagai antek imperialisme Inggris.
Bertahun-tahun kemudian, perseteruan kedua negara berlanjut. Kali ini menyangkut dua pulau di bagian terluar Republik, yakni Sipadan-Ligitan. Kasus ini bahkan terpaksa diselesaikan melalui Mahkamah Internasional. Lewat pemungutan suara, akhirnya pengadilan Internasional kala itu memutuskan kedua pulau itu jatuh ke tangan Malaysia.
Klaim wilayah, lagi-lagi memicu ketegangan. Kali ini menyangkut blok Ambalat di laut Sulawesi. Kedua negara, kala itu sempat mengerahkan kapal perang dan pesawat tempur mengitari wilayah sengketa, yang kaya akan cadangan minyak bumi itu. Krisis Ambalat, mendorong munculnya sentimen anti negeri jiran. Di Jakarta, muncul posko pendaftaran relawan ganyang Malaysia. Tak hanya di tanah air, sentimen nasionalisme juga muncul di kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di negeri jiran, akibat konflik Ambalat. Kedutaan besar Malaysia di Jakarta, sempat menjadi sasaran langganan para demonstran.
Bukan cuma wilayah, ketegangan diplomatik kedua negara juga muncul dalam soal hak cipta. Iklan pariwisata Malaysia yang menggunakan latar lagu Rasa Sayange kali ini menjadi sebab. Setelah lagu, giliran berikutnya Reog. Lagi-lagi, pemerintah Malaysia mengklaim sebagai pemilik sah kesenian asal Ponorogo, Jawa Timur itu. Klaim ini, langsung disambut demonstrasi di Jakarta hingga Ponorogo.
Insiden Donald Luther Kolopita, juga sempat memperuncing hubungan kedua negara. Pelatih karate asal Indonesia ini babak belur dianiaya polisi Malaysia, saat mendampingi timnya bertanding di negeri jiran. Perlakuan kasar dari polisi Rela Malaysia juga kerap menimpa para tenaga kerja. Penggeledahan atas apartemen buruh asal indonesia sering disertai perusakan.
Inilah yang membuat sentimen di antara kedua negara makin meruncing. Orang Malaysia, memandang warga Indonesia sebagai pendatang ilegal dan kerap membuat onar. Di sisi lain, orang Indonesia melihat Malaysia sebagai sosok arogan dan tidak menghargai Indonesia sebagai negeri serumpun.
Pasang surut, terus mewarnai hubungan kedua negara. Bukan cuma pemerintah, bibit perseteruan juga mulai muncul di antara warga kedua negara, sebagaimana perang yang terjadi di dunia maya.
(Naskah ini dicuplik dari program Topik Minggu Ini, yang ditayangkan Rabu, 12 Desember 2007)

Jadi penasaran pingin tau situsnya.
Comment by Rahmat Aini — December 13, 2007 @ 8:14 am
perang tak akan usai sampai malaysia benar-benar menghargai Indonesia sebagai negara yang bedaulat!
Comment by zaM — December 13, 2007 @ 8:22 am
sebenarnya siapa sih yang main diantara kita ini? mungkinkah kita cuma korban adu domba orang-orang kapitalis? kalau menurut aku sih, sebaiknya kita jangan bisa marah2 dan demonstrasi aja. kita juga harus bisa meningkatkan kinerja negeri di segala bidang. mulai rakyat sampai pemerintahnya. meskipun susah juga sih, kan nggak mau donk kita di ‘injak2′ terus apalagi oleh negara yang masih serumpun. gak jauh bedalah sama hubungan diplomatik antara jepang & cina yang sama2 sipitnya itu. hehe yang penting bagaimana mendisiplinkan diri dulu kali, yah? aku berharap suatu hari nanti indonesia jauh lebih baik dari sekarang.
Comment by gita devi — December 13, 2007 @ 8:52 am
mungkin tingkah laku malaysia kini sudah tidak bisa ditolerir lagi, mengapa indonesia yang selalu kalah dalam sbuah perundingan? mungkin pemerintah kita juga yang kurang tegas dalam beberapa hal. dan moral kita sangat kurang. para pejabat tinggi indonesia hanya mementingkan diri sendiri. hanya segelintir yang peduli dengan negeri ini. negeri yang begitu kaya, namun tak bisa memanfaatkan dengan baik. itulah negeriku. ironis memang.
Comment by ilham — December 13, 2007 @ 10:23 am
Lanjutin aja perang dengan malaysia. Tanpa Indonesia, Malaysia tak akan maju seperti sekarang. Buat apa sih takut sama pihak hacker malaysia? Ayo, kita buktikan hacker indonesia lebih mumpuni daripada mereka.
Comment by trimo — December 13, 2007 @ 12:29 pm
Malaysia….. sampai kapan kamu main klaim wilayah dan budaya Indonesia ?
Sebaiknya Indonesia harus berani mengklaim bahwa Malaysia adalah milik Indonesia. Begitu aja koq repot…….!!
Comment by Dartono — December 13, 2007 @ 12:41 pm
Siapa takut lawan Malaysia? Angkatan bersenjata kita lebih bagus koq dibanding Malaysia, hanya kita tidak gembar-gembor saja. Lain halnya kalau para “anjing penjaga” dari Malaysia ikut campur, itu yang menjadikannya tidak fair. Tapi kalau 1 lawan 1? siapa takut? saya yakin pasti menang!!!
Comment by Bi[G] — December 13, 2007 @ 1:04 pm
http://ihateindon.blogspot.com/
Comment by nasruldev — December 13, 2007 @ 5:53 pm
Saya kira harus ada ketegasan dari pihak Indonesia dalam menangani permaslaahan yang berlarut-larut seperti ini..
Peran PR di kedua pihak harus benar2 terlihat
Comment by andhee — December 13, 2007 @ 5:58 pm
indonesia memang negara kepulauan yang terdiri dari leboh dari 17000 pulau sehingga malaysia iri kepada kita.
Comment by pak husnawan — December 13, 2007 @ 7:27 pm
Kenapa Website yang dibuat malaysia untuk menjelekan Indonesia masih ada? Katanya sudah dihapus, tapi setelah saya lihat ternyata masih ada!!! Pertahankan kebudayaan Indonesia. Kembalikan nama baik Indonesia…
Comment by Gilang Mahameru — December 13, 2007 @ 11:35 pm
Iya… Kok Malaysia jadi nyebrang ke hal-hal yang gak ada hubungan… barusan aja temen-temen komunitas Wong Kito (Blogger Palembang) Ngabarin kalo mereka buat lagi blog khusus yang isinya menhina banget Indonesia.
Ada 2 hal yang harus kita ambil sebagai manfaat dari kejadian ini:
1. Teguran untuk Pemerintah kita agar lebih konsen kepada hal-hal yang memang rentan terhadap konflik.
2. Buat warga Indonesia agar lebih menunjukan sikap kebangsaan yang lebih kuat terhadap negeri yang (Masya Allah) Maha kaya ini.
Malaysia, seperti kita ketahui memang bangsa yang senang sekali mencari perkara, ini pun di-amin-in oleh salah satu artis Malaysia yang berkarir di Sinetron kita, dia bilang kalo orang Malaysia memang gampang emosi, jadi indon jangan suka mancing emosi orang Malaysia…
Secara pribadi, saya menyatakan sikap terhadap artis tersebut sebagai sikap tidak tahu diri…
Ya… Mudah-mudahan jangan sampe perang aja… kalo perang ya… kita harus lebih banyak belanja alat militer kali ye…
Merdeka Inodnesia..!!!!!
Comment by Wahyu — December 14, 2007 @ 2:08 pm
Indonesia selalu bereaksi setelah kalah set dari Malaysia. Sipadan dan Ligitan lepas karena selama ini kedua pulau tersebut tidak pernah dirawat oleh Indonesia. Batik juga begitu, ketika corak tertentu diklaim oleh Malaysia, kita baru kebakaran jenggot. Selama ini peduli apa pemerintah Indonesia yang semestinya membina dan melindungi para seniman dan perajin batik kita?
Hutan kita di perbatasan juga begitu, cukong-cukong Malaysia bebas saja membabat kekayaan alam kita itu dan mengangkutnya ke Malaysia pakai helikopter. Nanti kalau hutan kita habis, pasti baru kita teriak. Sekarang, jangankan teriak, aparat kita pejam mata aja, dengan alasan keterbatasan sumber daya, bahkan banyak yang adem ayem, yang penting setoran lancar.
Kalau bangsa ini begitu terus, ya jangan harap punya posisi tawar yang kuat menghadapi negeri serumpun, seperti Malaysia. Kayaknya, banyak di antara kita yang perlu minum suplemennya Mbak Maridjan, biar Rosa…Rosa…Rosa!
Comment by M Imron Rosyadi — December 14, 2007 @ 9:38 pm
jadi kepikiran seandainya kita perang sama malaysia doh batam keserang duluan loh

mau ikut ikutan komen di blog malay doh lawong ngenet saja masih nglirik biling masak buang2 waktu untuk itu.
mo kabur kemana coba, kiri kanan laut semua, mau gerilya dah gak bisa, lawong dah ada pln
weladala mau bikin bambu runcing, hehehe di batam gak pernah lihat pohon bambu pulak :), mau perang cyber gak bisa coding
hai Sukarno bangunlah
Comment by geblek — December 15, 2007 @ 8:49 am
Indoesia berantem sama Malaysia
sampe ke dunia maya!
waduuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhh!
sudah termasuk tingkatan yg parah tuch!
Indonesia dach capek2 buat lagu rasa sayange,masakkan rendang,tarian reog ,dll ITU KHAN WARISSAN NENEK MOYANG KITA TAHU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! iya ga`:)
Seharusnya Malaysia itu jangan maen jiplak segala donk malu donk accccchhhhhh!!!!!
Comment by vina avianty — December 15, 2007 @ 11:47 am
Mas Andy, saran dikit. Saya udah lihat topik minggu ini di SCTV Rabu kemarin. Menarik dan komprehensif banget. Sayang ada satu fakta yang terlewati. Saya fikir situs ihateindon bisa jadi merupakan reaksi dari kemunculan situs serupa yaitu malingsia.com buatan orang Indonesia.. Harusnya itu dikutip juga untuk menjaga keseimbangan liputannya.. Just a suggestion…
Satu hal lagi, kehadiran Enda disitu, ditambah pertanyaan2 yang diajukan mbak rieke jadi mengesankan bahwa antara blogger indonesia dengan malaysia terjadi perang di dunia maya.. Padahal nggak semua bersikap seperti itu.. Masih banyak blogger lain yang berupaya obyektif..
Anyway, salut buat liputan 6. Kehadiran Encik Karim Raslan dan Alvin menarik banget. Kenapa nggak sekalian dipertemukan dengan Enda..?
Comment by JaF — December 15, 2007 @ 12:31 pm
Bgitu ja ko’ repot, coba kita berkaca pd negeri yang kaya ini. Sumber daya ada di mana - mana, cuman gara - gara birokrat yang salah urus, negeri ini jadi runyam, perbedaan antara pelosok dengan kota sungguh jauh berbeda, sebagai contoh konkrit : kelaparan dan atau rakyat makan nasi BASI masih ditemukan di daerah pelosok. Bagaimana nasib para generasi penerus negeri ini ? Mengapa kita repot2 ngurus Malay yang jelas2 bertabiat seperti itu. Majukan dulu Indonesia.
Comment by yanee — December 15, 2007 @ 2:00 pm
malaysia seharusnya berterimakasih kepada Indonesia, sebab sebanyak lebih kurang 70 profesor dan doktoto yang notabene guru asal Indonesia mencerdaskan anak bangsa.
Jauh sebelum itu, malaysia pernah menginjakkan kaki bebalnya untuk menuntut ilmu di indonesia.
Sikap Malaysia sangat tidak etis.
Comment by dan — December 15, 2007 @ 6:26 pm
kayaknya di balik malaysia siapa ya?
oh iya kalau nyebut malaysia dalam bahasa inggris malays kita ganti saja menjadi males? “S.E.T.U.J.U”
Comment by bimoseptyop — December 16, 2007 @ 12:20 am
maju tak gentar buat indonesiaku tercinta… tunjukkan pada dunia bahwa yg di punyai indonesia tetap milik indonesia.. amerika aja di lawan kenpa malaysia enggak…
Comment by NIKEN ASTUY — December 16, 2007 @ 4:52 pm
setidaknya kita bijak dalam menyelesaikan permasalahan ini
Comment by arul — December 17, 2007 @ 2:43 am
hmm..kurang link-link terkait nih di postingannya

blog khan seharusnya penuh dgn tautan
have a nice blogging time
Comment by didut — December 18, 2007 @ 9:38 am
tapi kita syukur blog yang menggunjing nama bangsa indonesia telah ditutup ama google.
kita harus hadapi ini dgn tenang….
Comment by achmad — December 18, 2007 @ 10:54 am
emang udah saatnya Indonesia memperlihatkan kuku.
Comment by ika — December 18, 2007 @ 7:38 pm
@achmad : blog yang mana ? kalau yang dimaksud dengan ihateindon, masih ada tuh .
@ika : mudah-mudahan kuku bersih, coba kalau kotor, yach malu-maluin.
Dari saya, biarin saja mereka ngatain atau apalah, berarti mereka sedang mengatain kakek neneknya, ibu bapaknya, adiknya, saudaranya, dirinya sendiri dstnya. Rata-rata mereka itu ada darah Indonesia. Jadi sama toh … jadi nikmati sajalah. Ada yang nyumpahin Indonesia kena tsunami lagi …. weleh-weleh, kalau kejadian sih, mereka juga kenakan kok, apalagi kalau tsunami di daerah Sumatera Barat, Bengkulu. Gempa aja mereka pontang-panting.
Comment by auliahazza — December 21, 2007 @ 8:28 pm
perang tak akan usai,sampai mereka sadar akan eksistensi indonesia,sampai kapan pun malaysia masih di bawah indonesia……..
malaysia….how poor are you…..!!!!
menyedihkan…..melarat juga dulu…..
ga tau diri………
Comment by hendoz — December 24, 2007 @ 6:39 pm
aduh cape de,,,
stlh td liat sitex negara ‘malon’
,,,mrk jls2 ngejek kita bgt tuh,,
palagi blagu pake bahasa kita,,,,
mbok mereka sadar mereka tu sapa,,,,geto,,,
tapi pemerintah kt jg kok gak ngasih tanggapan y?
tapi salut jg buat jamu antangin,,,perusahaan itu brn bkin iklan yang agak2 ngena,,,geto,,
keep on movin guyz,,,
Comment by cAh zoLow — December 24, 2007 @ 10:09 pm
[...] saja ketika cinta bangsa ini terluka, ketika seni dan budaya warisan nenek moyang diakui oleh negara tetangga sebagai budaya [...]
Pingback by Blog liputan6 » “Jangan Sekali-kali Jatuh Cinta, Kau Tak Akan Suka” — December 27, 2007 @ 10:33 am
Kalo boleh kita sebut, malaysia itu “pagar makan tanaman”, pada era 70 banyak pelajar malaysia yang belajar di Indonesia.. setelah negara mereka sukses, sekarang.
Dari sudut seni dan budaya, mengimpor suling sunda, reog ponorogo..dsb hanya untuk diaku-aku….
Alangkah baiknya semua produk seni dan budaya kita stop ekspor ke malaysia. kalo pun mau diekspor harus terlebih dahulu di paten kan….
Comment by oyasuryana — December 29, 2007 @ 4:30 pm
maju terus blogger indonesia jangan sampai kalah sama negara tetangga. tunjukan pada dunia bahwa bloger kita memang bersaing secara sehat walafiat.
Comment by uday — January 5, 2008 @ 10:03 pm
ass…komentar saya tentang ketegangan antara RI-Malaysia harus ditinjau lebih dalam apa sih penyebab yang sesungguhnya?? jangan2 kita hanya korban adu domba, sama halnya antara rusia dengan inggris yang disebabkan oleh rusia menentang kebijakan amerika. apakah kita sama halnya dengan demikian? kita harus berpikiran cerdas sebagai ummat muslim kita tak boleh bertengkar sesama kita. kita saling memberi dan saling menerima dengan sesama muslim. bukan dengan amerika aja kita memberi tambang emas di freeport.
Comment by khairul — January 9, 2008 @ 9:17 am
temen saya di petronas pernah bilang bahwa petronas sendiri mengakui n hormat bahwa mereka belajar dan dibimbing oleh saudara tua pertamina sejak awal berdirinya. Perkara sekarang murid lebih sukses dari guru no comment. Sebaiknya kita menyikapinya dengan lebih introspeksi dan bermartabat, kalau kita kuat dan tegas bermartabat siapapun..apalagi cuma malaysia tidak akan gampang2 meremehkan kita. Waktu P. Harto masih kuat boro2 malaysia, IGGI aja minta2 maaf karena bersikap sembrono. Jadi kita sendiri dulu yang harus kuat, respek negara lain akan datang dengan sendirinya
Comment by arifah — January 29, 2008 @ 7:22 pm
Kalo kita/RI mau kuat dan dihormati bangsa lain :
1. Makmurkan dulu rakyat.kuatkan ekonomi.
2. Kuatkan dulu ketahanan pangan supaya rakyat cukup gizi dan siap berperang dengan siapapun.
3. Kuatkan dulu ketahan energi dalam negeri, bukan malah dijual dan diobral dengan harga murah ke negara lain.
4. Pintarkan dulu rakyat
5. Kuatkan dulu TNI kita, jangan malah diperlemah dari dalam/dibusukkan dari dalam.
6. Posisikan TNI sebagai kekuatan perang bukan kekuatan politik praktis, bukan kekuatan bisnis, biar TNI lebih fokus menjaji kekuatan perang yang kuat, tangguh dan profesioal.
7. Berantas kourptor-koruptor dan hilangkan mental korupsi, mental maling, mental pencuri dari negeri RI ini, krn faktor inilah bangsa kita menjadi lemah disegala sisi kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah sumber pembusukan dari dalam, segala malapetaka yang terjadi di negeri ini.
Maju perang lawan malaysia …….? Siapa Takut !!!!!!
Comment by benny fauzan — January 31, 2008 @ 6:00 am
aku kok kurang yakin kalo ncik2 malaysia itu kurang seneng dgn kita, soalnya aku dah pernah berkunjung ke 5 kota disono, dari semua kota mereka cukup hormat dgn kami2 rombongan. mereka tetap menganggap kita2 indon sbg abangan, layaknya perlakuan antara adik kpd abang. aku khawatir ada yg gosok2 kita agar benci dengan mereka. aku malah curiga negara pulau tetangga kecil tapi mentiko, soalnya dia merasa tergencet dan terancam baik dalam berbagai hal, kalo kita akuran dgn malaysia dia merasa gerah, makanya dia berkolaborasi dengan amrik, mau bangun pakta pertahanan di selat malaka, biar dia aman2 saja meskipun diapit dua negara di selat melayu/melaka. dia mencoba berbaik2 kpd kita indonesia, buktinya kemaren tsunami sampai2 helinya nungkik celaka. pokoknya dia mau ambil muka ke kita, agar ekspor pasir kwarsa kita dibolehkan lagi, dia mau timbun laut biar pulaunya makin luas. tapi perlakuan mrk terhadap kita amat diskriminasi, gak percaya coba aja berkunjung ke negaranya, masih dibandara kita sdh di zolimi, mrk pikir kalau kita kesana mau cari kerja atau merusuh/teroris, salah jawab mau seharian kita di bandaranya. pihak malaysia jg tak suka dgn mereka bayangkan, air yg dipasok ke mereka adalah air dari malaysia dgn harga murah, nha setelah diolah dijual lagi ke malaysia dgn mahal. mereka arogan, sepele, kpd kita bangsa melayu, sekarang malaysia menyesal memerdekakan mereka. bagi kita nonton ajalah pasti suatu saat nanti mereka akan berkecamuk, sebab benih2 kebencian sdh ada diantara mereka. salah satu contoh lagi bagi kami orang medan, saat ini kedua negara tsb sdg bersaing keras merebut pasien2 yg sakit dari medan, masing2 dgn berbagai fasilitas dan rayuan2 agar mau berobat ke negara jiran tsb. kalau bagi rekan malaysia mrk ikut prihatin dgn kita,…”saat ini negara si abang sedang teruk lah, kita mesti cuba bantu ape yg nak bisa bantu abang”.. ujar mereka. jadi kita mestilah berpikir jernih jgn cepat2 berburuk sangka dulu kepada sahabat kita sang adik dari seberang.
wassalam, doelkar
Comment by a.karim siagian — February 25, 2008 @ 10:43 am
Malaysia sudah keterlaluan memang, tidak tahu diri dan tidak tahu malu…….. sama dengan antek antek yang ada di indonesia, sok serumpun tapi ga sadar dirinya di lecehkan. bagi saya tidak seujung kukupun ada rasa takut dengan malaysia….tentaranya latihan aja nangis2 di indonesia mau melawan lagi.
Comment by rangga — June 13, 2008 @ 1:53 am
[...] saja ketika cinta bangsa ini terluka, ketika seni dan budaya warisan nenek moyang diakui oleh negara tetangga sebagai budaya [...]
Pingback by hai teman-teman ku dan family ku setanah air » Blog Archive » Jangan Sekali-Kali jatuh Cinta,Kau Tak Akan Suka — July 8, 2008 @ 12:05 pm