Sang Aktor
Andy Budiman
Ada fakta menarik di balik kekalahan Hugo Chavez dalam referendum untuk menentukan perubahan konsitusi Venezuela pekan lalu. Adalah El Nacional, yang pertama kali menurunkan laporan mengenai upaya Chavez menggagalkan hasil referendum tersebut.
Jorge Costenada, bekas menteri luar negeri Mexico juga mengkonfirmasikan hal yang sama. Mengutip sumber intelijen Venezuela, ia menyebut, sejumlah perwira militer sempat mengancam akan melancarkan kudeta, jika Chavez berkeras membatalkan hasil referendum. Sikap Chavez berubah, setelah Raul Isaias Baduel, seorang tokoh oposisi yang pernah menjadi kamerad-nya di angkatan bersenjata, menelepon Chavez pada suatu tengah malam dan mengancam akan menjatuhkannya jika berani berbuat curang.
Raul, adalah bekas kepala staf angkatan bersenjata Venezuela sejak 2004 hingga bulan Juli lalu. Bersama Chavez, ia merintis gerakan Bolivarian Revolutionary Army pada tahun 2000. Raul memutuskan bercerai dengan Chavez, setelah presiden Venezuela itu mengajukan proposal perubahan konstitusi yang memungkinkannya berkuasa seumur hidup dan mengubah wajah negeri itu menjadi sosialis.
Raul bilang, langkah Chavez bertentangan dengan semangat Simon Bolivar, pahlawan pembebasan Amerika Latin yang selama ini menjadi sumber insiprasi bagi dirinya dan Chavez. Chavez akhirnya menyerah, tapi dengan syarat marjin kekalahannya harus dibuat sekecil mungkin, agar ia tak kehilangan muka di hadapan pendukungnya.
Lalu, kita menyaksikan drama itu. Chavez dengan wajah takzim mengakui kekalahannya. Bersikap seolah sebagai demokrat sejati, Chavez memberi selamat kepada oposisi, sembari membesarkan hati pendukungnya dan menyebut mungkin ini bukan saat yang tepat. Rakyat Venezuela, terutama kaum oposisi, kata Chavez, belum siap menghadapi perubahan menuju sosialisme. Simpati, langsung mengalir kepada Chavez dari seluruh dunia. Memberi selamat atas sikapnya yang dianggap sebagai demokrat sejati. And the winner goes to Chavez!

Hmm, dibalik gebrakan populis, doi memang terlihat sangat ambisius dan otoriter. Beruntung juga dia kalah, sehingga tak bisa berbuat semaunya meski kebijakannya dibungkus kemasan populis yang pro rakyat miskin; power tends to corrupt, absolute power is corrupt absolutely. Untung hal ini tak terjadi.
Comment by n0vri — December 11, 2007 @ 3:01 pm
takut sama gertak sambal
Comment by bimoseptyop — December 16, 2007 @ 12:31 am