Andy Budiman
Rawalpindi, seolah menjadi kota kutukan bagi dinasti politik Bhutto. April 1979, Zulfikar Ali Bhutto tewas di tiang gantungan penjara Rawalpindi oleh rejim militer Zia Ul Haq. Dua puluh delapan tahun kemudian, anaknya, Benazir Bhutto, tewas dibunuh di atas kendaraan usai kampanye di Lapangan Liaqat Bagh, Rawalpindi. (more…)
Anton Bahtiar Rifa’i
Menatap 2008 dalam gundah. Adakah di sana kemungkinan-kemungkinan baru, ataukah kita hanya akan mendapati almanak menjadi lembaran-lembaran usang? Kita telah menggulung rangkaian tanggal dalam gelombang harapan yang bergemuruh, namun hanya gundah yang menepi.
Ketika di akhir tahun ini jutaan orang Indonesia berbicara tentang kemungkinan-kemungkinan –bahkan dalam bungkus ritual materialistik– Achwan Alwaris justru telah melunaskan kemungkinan hidupnya di sudut kemuraman gang sempit di kawasan Gubeng, Surabaya. Sebuah rumah petak triplek yang pengap ditempati lelaki berusia 80 tahun itu, dengan biaya sewa lima puluh ribu rupiah per bulan. Rumah itu sebenarnya tak layak disebut rumah, karena hanya ada satu ruangan dengan dipan dan lemari usang di dalamnya, serta tungku hitam di bawah jendela.
Siapakah Waris?
(more…)
Dwi Anggia
Hhhhmmm…. Saya menarik nafas panjang, ketika bangun pagi, berada di atas sebuah bukit dengan hamparan lautan hijau kebiruan di depannya. Bau air laut.
Pagi yang panas!!! Hah, ternyata bukan pagi, saya yang bangun kesiangan. Hehe...kecapean. (more…)
Vincent Hakim R.
Pergantian tahun selalu menjadi ajang pesta perayaan. Pesan biasa di balik perayaan pesta tutup dibarengi ucapan: Selamat tinggal masa lampau selamat datang tahun baru. (more…)
Gunawan
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
Robert Sylvester Kelly, a.k.a R. Kelly, saat membuat lirik lagu I Believe I Can Fly, tentunya tidak pernah memikirkan apakah orang akan percaya bahwa dia bisa terbang? Atau malah tidak sama sekali terpikir olehnya. (more…)
Rahman Andi Mangussara
Rekan saya, Iskandar Siahaan, menyentil keberadaan rating dan share (untuk kepentingan tulisan ini saya hanya akan memakai kata rating) dalam tulisannya di blog ini. Ini tema sensitif di dunia pertelevisian, sehingga setiap kali diperbincangkan pasti menarik banyak komentar. Tapi, setiap kali itu pula hasilnya hanya berupa diskusi, paling banter jadi tumpukan kertas makalah, sudah istimewa kalau jadi buku. Setelah itu, dilupakan. (more…)
M. Samsul Arifin
Terbentang jarak 40 tahun, publik Inggris merayakan kemenangan mereka di Piala Dunia 1966—saat itu masih Piala Jules Rimet—dengan menggelar reuni di Stadion Wembley, 21 Maret 2006. Reuni itu dibuat mirip pertandingan aslinya, skuad Inggris dan Jerman dihadirkan minus sejumlah pemain The Three Lions yang sudah mangkat seperti sang kapten Booby Moore. (more…)
Andy Budiman
Seorang pria ditikam karena keyakinannya. Di bawah terik, Udin Saefudin yang mencoba mempertahankan langgar dan rumahnya, ditikam dada kirinya oleh segerombolan orang yang datang dan menyerang atas nama kebenaran. (more…)
Zaenal Bhakti
Perlahan tapi pasti, derita korban Lumpur Lapindo semakin menciut di ruang pemberitaan media massa. Lebih delapan belas bulan berlalu, nasib mereka masih tak menentu. Sementara peristiwa-peristiwa lain hadir silih berganti, mengisi ruang-ruang utama di media massa.
(more…)
Iskandar Siahaan
Desember di Indonesia – entahlah di negeri lain – adalah bulan para peramal. Pada bulan ini muncul banyak peramal. Aktornya macam-macam. Ada yang disebut atau menyebut diri paranormal, dukun, hingga pakar. Dasarnya meramal ada yang berbasiskan data dan pemikiran rasional, tapi ada pula yang tidak berbasiskan data sama sekali dan irasional. Hasil ramalan mereka dikonsumsi dengan rakusnya oleh rakyat Indonesia, baik secara langsung berkomunikasi dengan para peramal maupun melalui media-massa. (more…)