November 30, 2007

Bagaimana Seseorang Menjadi Cameraman?

Filed under: Lain-lain, Liputan6 — gunawan @ 11:47 am
bagaimana-seseorang-menjadi-cameraman

Gunawan

Bagaimana seseorang menjadi cameraman?
(Bukan bagaimana menjadi seorang cameraman, lho…)

Masih lekat dalam ingatan, kala saya duduk di bangku sekolah dasar kelas satu, saat itu tahun 1971. Belum bisa menulis apalagi membaca. Pengalaman hari pertama bersekolah dilalui dengan banyak bermain dan menyanyi. Hingga ada saat ibu guru yang manis itu bertanya tentang cita-cita setiap murid.

“ Insinyuuuuuurrr…” teriak Rahman diikuti oleh beberapa temannya.

“ Saya dokter, bu Guru.” Kata Sri

“ Saya juga buuuu…” ujar murid lainnya.

Dua profesi itulah yang sering muncul saat ditanya cita cita. Dokter, insinyur, dokter, insinyur. Tak satu pun yang berucap ingin menjadi cameraman. Apalagi menjadi koruptor. Entah ada entah tidak, teman-teman SD saya yang terkabul cita citanya menjadi insinyur atau dokter saat ini , saya tidak tahu.

Sampai sekarang pun kalau kita bertanya pada siswa TK atau SD, jawabannya nyaris sama, malah sekarang bertambah: ingin jadi Presiden. Berkah reformasi mungkin. Nah… pertanyaannya, bagaimana seseorang bisa memiliki profesi sebagai cameraman? Berikut adalah hasil ngobrol santai saya dengan beberapa cameraman Liputan6 SCTV.

Adi Amir Zainudin:
“ Jutaan rupiah saya keluarkan untuk belajar camera, misalnya kursus, membeli bahan bahan, dan ikutan temen yang bekerja sebagai freelancer cameraman. Fotografi … Awal saya mengenal camera, kebetulan juga terlibat sebagai kru film dengan jabatan asisten cameraman tahun 1998.”

Adi, demikian dia selalu dipanggil. Punya angan untuk menjadi cameraman, karena sering bertemu dan berteman dengan cameraman. Lulus dari IAIN jurusan filsafat, Adi berkesempatan mengoperasikan kamera video, saat dia bekerja di sebuah rumah produksi. Tugasnya adalah merekam obyek urban landscape, untuk program dokumenter yang ditayangkan di salah satu televisi nasional.

” Saya sangat bergairah, waktu diminta shooting sendiri. Apalagi hasilnya buat ditayangin di TV. Semangatnya sih ingin membuat hasil bagus. Tapi akhirnya saya mengerti, kalo kamera video tuh nggak segampang kamera foto. Hasilnya gak sesuai seperti yang diharapkan. Malah bos saya ngomong kalo hasilnya, gak jelas mau apa.”

Sudah dua tahun lebih Adi bergabung di Liputan 6 sebagai cameraman. Menurut Adi ada 4 hal yang harus dimiliki setiap cameraman untuk mendapatkan hasil yang baik, yakni Visual/Estetika, Audio, Alur dan Voxpop. Lebih lanjut Adi mengatakan bahwa menjadi cameraman seperti penyair membaca puisi (dengan perkataan), cameraman harus bisa berkata-kata melalui gambar hingga penonton bisa menikmati. Adi sendiri ingin menjalani hidupnya, tetap sebagai cameraman profesional.

Novrianus Barend:
“ Boro-boro punya cita cita jadi cameraman, yang ada waktu itu adalah asal bisa kerja menghasilkan uang, dan gak mesti di televisi kerjanya. Kebetulan waktu itu ada lowongan di SCTV di bagian teknik, saya melamar dan diterima di divisi teknik logistik.”

Tepatnya 25 September 1996, Novri bergabung di SCTV, bertugas di bagian teknik logistik, melayani kru liputan untuk pengambilan alat-alat seperti kamera, tripod dll. Berkat lingkup kerjanya yang selalu berhubungan dengan kru liputan, Novri banyak memiliki kesempatan belajar tentang camera. Teknik pengambilan gambar ia dapat melalui ngobrol dengan cameraman dan menonton berita.

“Waktu lihat cameraman ambil kamera untuk liputan, keren gitu lho, perasaan jadi ngiri gitu. Kapan ya saya bisa jadi cameraman?”

Satu tahun lamanya pertanyaan di atas selalu berputar-putar dibenaknya, tidak dinyana akhirnya datang juga kesempatan Novri untuk meliput bersama reporter. Waktu itu Koordinator cameraman kehabisan kru, padahal ada peristiwa kriminal yang harus segera diliput. Ada orang mati ditembak!!!

“Sebelum meliput sendiri, saya sering ikutan temen-temen kriminal hunting malam, kadang kadang cameramannya kasih saya kesempatan untuk ambil gambar. Nah waktu disutuh liputan senengnya bukan main. Apalagi waktu tayang nama saya disebut sebagai cameramannya. Ternyata nikmatnya lebih dari yang dibayangin. Tapi saya belum puas lihat hasil gambar sendiri, walau koordinator bilang lumayanlah buat pemula.”

Tidak pernah merasakan pendidikan teknik kamera secara formal, makin memicu Novri untuk terus belajar. Walau otodidak hingga kini ia telah banyak menguasai berbagai macam skill seperti, Underwater Camera, pengiriman gambar via satelit dan VPN-IP serta editing gambar berbasis computer.

Meliput di daerah konflik seperti Aceh dan Ambon sudah sering dialami oleh bapak dua anak ini. Bahkan saat Aceh masih dalam kondisi darurat militer, ia sempat terjebak pada situasi kontak senjata antara TNI dengan GAM.

“Gak ada rasa takut waktu disuruh ke Aceh, walau taruhannya nyawa ya mau diapain, karena udah resiko pekerjaan kita. Saya selalu ingat omongan temen-temen yang lebih senior, untuk jangan berhenti belajar, jangan takut salah karena kalau gak pernah salah kita gak tahu mana yang benar.”

Ketika ditanya apakah akan tetap berprofesi sebagai cameraman.

“Gak tahu deh liat nanti aja,” ujarnya sambil pergi untuk minum kopi di kantin belakang.

Daeng Tanto:
“Lulus SMA gak bisa kuliah, karena kakak saya yang dapet jatah duluan, jadi harus tunggu tahun depan. Daripada nganggur saya nongkrong di sanggar senirupa sambil belajar melukis dan fotografi. Sering ketemu orang manggul kamera, jadi kepingin. Waktu itu sih perasaan kalo jadi cameraman kayaknya udah hebat.”

Sambil kuliah jurnalistik di Surabaya, Daeng Tanto bekerja di rumah produksi sebagai lightingman, kadang ia gulung kabel, atau juga sebagai cameraboy. Selama tiga tahun pekerjaan itu dilakoni sambil terus mengasah kemampuan tentang teknik kamera.

“Pertama disuruh pegang camera, langsung tangan ini dredeg (gemetar) takut salah. Tapi lama-lama biasa juga sih. Pas kerja di Liputan6 juga gitu, apalagi waktu itu meliput tawuran mahasiswa, posisi saya di tengah orang tawuran. Saking semangat campur panik jadi gak konsentrasi sampe salah rekam, mestinya merekam justru sebaliknya. Jadi gambarnya justru aspal sama pohon-pohon gitu.”

Keinginan Daeng Tanto saat ini adalah menjadi Video Jurnalist (VJ). Alasan pemegang gelar Sarjana Publisistik ini, pengetahuan dia mengenai dunia jurnalistik ditambah skill sebagai cameraman, cukup sebagai bekalnya menjadi seorang VJ.

“Malah kalau ada waktu dan kesempatan, saya mau ngajar, Mas!”

Dari cerita di atas bisa disimpulkan bahwa tidak mudah berprofesi sebagai cameraman, dan tidak seorang pun sejak awal ingin menjadi cameraman. Sampai suatu saat nanti, entah kapan, ketika tangan Anda harus memegang sebuah kamera dan Anda boleh berkata, ”Saya seorang Cameraman.”

Tapi saya masih berharap kelak, suatu saat saya menemukan siswa TK atau SD ketika ditanya apa cita citanya, ia menjawab: …CAMERAMAN!!!

Salam SCTV


39 Comments »

  1. Sejak lahir setiap orang sudah menjadi kameramen. Dengan mata sebagai lensa dan otak untuk merekam semua peristiwa. Jadi dari bayi secara tidak langsung kita semua adalah kameramen. Saluuuut for kameramen!!!

    Comment by abi — November 30, 2007 @ 7:36 pm

  2. you didn’t become only a cameraman, but also a good writer :)…i really enjoy your article…well done gun ;)

    Comment by horea — December 1, 2007 @ 3:04 am

  3. kadang tho, sayah suka nemu ada orang yang ngira kalo cameraman sama potographer ituh sama..

    Comment by -tikabanget- — December 1, 2007 @ 2:30 pm

  4. loh Tik, aku malah lebih parah. Di kota aku banyak yg bilang kameraman sama wartawan yg sama :) ha ha

    Comment by rd Limosin — December 2, 2007 @ 8:16 pm

  5. gw cameraman video shooting for wedding. dah lama mimpi pengen jadi kameramen tv. gimana sih rasanya? he..he…salut buat cameraman sctv..

    Comment by zidane — December 7, 2007 @ 2:30 pm

  6. emang, bener-bener susah banget kerja jadi cameraman. hampir 2 tahun berpartner dengan cameraman kalo liputan. seru juga orang-orangnya!
    pernah suatu kali jadi cameraman dadakan karena biro kurang crew. critanya pengin eksklusif karena novarini sudah melobi pejabat POMAL. eh kok ndilalah salah pencet, yang terekam sepatuku sama ubin…untung bos gak ngasi SP. tapi malunya itu lho yang gak ketulungan..isin…sakantor ngetawain aku. sampe sekarang masih teringat….

    Comment by nyoman suparta — December 8, 2007 @ 11:39 pm

  7. halah, boro-boro jadi kamerawan, beli camdig saja termasuk cita cita, apalagi camera lsr :)
    hayo yg punya lsr dan udah bosen lempar ke sini, biar kutangkep.

    Comment by kepri — December 10, 2007 @ 1:02 pm

  8. ya!! aku mau!!
    aku mau jadi cameraman klw sdh kerja nanti!!
    tapi maunya di Liputan 6 aja,ga mau di yang lain!!

    hehehe (gubraks..,,)

    Comment by Putri — December 13, 2007 @ 2:22 pm

  9. Mas Gunawan, judul buku sinematografi apa yang bagus bagi pemula dan di mana mendapatkannya?

    Comment by talut — December 13, 2007 @ 9:54 pm

  10. Comment by talut — December 13, 2007 @ 9:54 pm
    Mas Gunawan, judul buku sinematografi apa yang bagus bagi pemula dan di mana mendapatkannya?

    Sudah cukup banyak buku buku tentang sinematografi diterbitkan,di toko toko buku besar semacam Gramedia pasti mudah menemukan. Rata rata lengkap isinya. Saran saya, anda jangan hanya membaca saja, tapi juga harus ditambah dengan video tutorial. Saya masih memiliki beberapa. Jika anda berminat tolong kirim alamat anda lewat email saya gunawan@sctv.co.id , nanti saya kirim.
    Terima kasih sudah membaca artikel saya.

    salam SCTV
    Gunawan

    Comment by Gunawan — December 14, 2007 @ 12:59 pm

  11. Jadi inget waktu zaman kuliah dulu dapet mata kuliah Pengantar Media televisi. Sang dosen mempertontonkan sebuah video pelatihan jurnalistik PJTV, dimana sang cameraman yang memperagakan teori bisa dibilang sangat amat teramat unik a.k.a Mas Gun. Ga pernah nyangka stelah lulus kuliah n masuk SCTV trnyata yg jadi bos gw itu a/ cameraman peraga yg dulu gw liat di TV kelas. Speaking about cameraman, i never saw a very great effort of a man doing his job to give the audience the very best picture, even their life is at risk. belum lg kalo di luar kota, beberapa cameraman sering curhat betapa mereka rindu keluarganya. Di luar sana mereka bekerja keras untuk membawa gambar terbaik juga membawa nafkah bagi keluarganya. Orang awam yg nonton TV ga akan pernah menyangka betapa sulitnya mendapat gambar yg baik hanya untuk penayangan 5 detik. U go guys, keep up the good work.

    Comment by SiKumaN — December 24, 2007 @ 3:29 pm

  12. Mas Gunawan, apa pengalaman paling berkesan buat mas gunawan saat meliput? dan kenapa? Saya tertarik dengan isi seminar mas gunawan mengenai teknik pengambilan gambar yang tidak biasa (unusual shoot) Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa gambar yang kita ambil tidak biasa? dan di mana tempat untuk pelatihannya? Terima kasih.

    caaaayo…cameraman n met bertugas

    Comment by ika — January 10, 2008 @ 5:37 pm

  13. mas Gunawan,saya kepengin sekali jadi cameramen,untuk itu ajarin dunk he he…siang or malam saya siap di contact,cameramen adalah cita -citaku sejak SMA.

    Comment by yos adventure — January 15, 2008 @ 3:19 pm

  14. Semenjak saya ikut melihat pembuatan video klip sama bapak dan temennya(guru saya sendiri)yang kebetulan ia adalah guru video shooting dan editing, saya menjadi suka dengan video shooting. Bahkan saya sekarang sekolah di SMK jurusan TI multimedia tentang video shooting dan editing. Saya jadi pengen banget jadi seorang Camiry (cameraman cewek) bahkan saya bertekad pengen banget jadi seorang Camiry di rumah juga ada camera MD 10000. Jadi di rumah, saya juga bisa belajar sedikit tentang Camera MD 10000. Apakah saya bisa menjadi seorang Camiry yang baik dan benar seperti mas Gunawan???
    Kalau boleh, saya minta tips-tipsnya sedikit tentang cameraman agar saya dapat pemasukan ilmu tentang camera…
    Sebelumnya terima kasih.

    Comment by Sasmi Putri — January 16, 2008 @ 2:22 pm

  15. Sasmi yang budiman,

    Terima kasih sudah mampir di blog Liputan6.
    Kalau kamu punya email atau nomer kontak, tolong kirim ke email saya gunawan@sctv.co.id.
    Mudah mudahan saya bisa membantu.

    salam SCTV

    Comment by gunawan — January 16, 2008 @ 8:26 pm

  16. kameramen menurut saya adalah rasa….warna….gbungan antara anak lukis,fotografidan Kamramen dah….temen temen akuminta tutorial kamera videona dong..thanks …www.sukslive@yahoo.co.id

    Comment by rian — January 30, 2008 @ 3:02 am

  17. salam
    Saya sadari menjadi kameramen tidaklah mudah,karena saya sedang belajar menjadi kameramen, tolong jika punya buku trik-trik mengenai kameramen bisa kirim ke emailku: m_kharis@yahoo.co.id.

    Comment by kharisfajar — January 30, 2008 @ 5:51 pm

  18. halu mas gunawan ….. senang sekali rasanya membaca blog punya sampean …. it’s feel like i’m not alone in this new world :) soale aku baru banget masuk dunia perfilman sekarang, kebetulan aku baru banget kerja di salah satu rumah produksi. posisiku sekarang sebagai cableboy…. a.k.a tukang gulung kabel RCA, sama banget kayak temen yang lain aku ngiri ngeliat anak2 kameramen, pengen belajar juga… so tolong dong kalo ada artikel2 tentang belajar jadi kameramen + perfilman di kirim ke emailku : januarhabibie@gmail.com, khususnya yang bahasa indonesia …. he he he …. thank’s a lot for your kindness
    success for all of you guys …..

    Comment by wawan ngarewong — February 20, 2008 @ 9:17 pm

  19. hai mas gun….
    kameraman…keren tuh :)
    mas gun…tolong ajarin dunk cara jadi kameraman yang baik. aku punya kamera md 10000, dan sering coba2 ambil gambar di acara kawinan :), tapi hasil gambar nya nggak bagus, apa lagi klu di dalam ruangan. so tolong ya mas…klu ada tutorial atau artikel2 tentang belajar jadi kameraman yang baik dan benar :D di kirim ke email ku : bambang_juliansyah@yahoo.com
    thanks and sukses trus mas gun

    Comment by bambang — February 28, 2008 @ 11:33 pm

  20. mas gun, aku sering memakai kamera video digital seperti handycam dan panasonic MD9000, MD10000, AGDV C-15 dan AGDV C-62 pada saat aku kuliah dan kerja di shoting video di surabaya. Apakah pengalaman dengan hanya menggunakan kamera standard profesional ini bisa dipakai buat melamar pekerjaan sebagai kameraman di perusahaan tv terkenal seperti sctv itu mas?apa sih perbedaan yang mendasar pada kamera standard profesional dengan yang standard broadcast itu?lalu skill apa yang perlu aku pelajari supaya aku dapat menggunakan kamera dengan standard broadcast? thanks b4 y mas…

    Comment by arq — March 8, 2008 @ 2:47 am

  21. Mas Gun yang saya kagumi, saat ini saya masi kuliah jurusan Ilkom konsentrasi Broadcasting di UAI.
    Kebetulan semester 6 ini saya sedang mempelajari mata kuliah Teknik Kamera. Kalo boleh saya mo minta Mas Gun memberikan refrensi buku-buku apa saja yang penting atau tutorial lainnya, untuk dijadikan bahan belajar tambahan, tolong dikirim ke (arie_bachdar@yahoo.com)

    Saya sangat senang sekali dengan dunia Video Jurnalist, cita-cita saya dapat bergabung dengan Tim Lipuan6 SCTV.

    Terima Kasih dan Salam SCTV!

    Comment by Arie — March 16, 2008 @ 11:47 am

  22. lamlikum

    saya tinggal di majalengka jw brt. saya lulusan sastra perancis unpad 2006, sampai sekarang masih nganggur. kegiatan saya kameramen pernikahan tapi ke kampung-kampung, bukan yang gedongan. pake hendikem kecil aja, jvc.
    saya pernah ngambil orderan ke kampung NUNUK (bareng orjes dangdut), harus naek kol bak, jalan turun 1,5 jam tanjakan hampir 70 derajat, kemiringan lebih 45 drajat, lewat 2 sungai besar yang ga ada jembatannya, trus pemuda2nya ribut brantem pake pedang mirip samuraiXXX batosai. untung saya ga diapa-apain. berkesan bgt. penuh tantangan.
    suatu hari saya ngorder di tmpt terpencil (lupa namanya). ribut juga, ada hansip pundaknya sobek di clurit. minggu dpnnya pas vcdnya beres, si pengantin udah pada kerja pabrikan ke tangerang, yg ada di rumah cuman ortu sama neneknya. gaptek bgt. jd saya mesti masangin kabel2 vcd player ke tv, trus distel.(saya juga hrs maketin vcd back-up ke tangerang, krn ortunya ga tau apa2). its amazing liat wajah2 senyum mereka, mereka pikir wajah2 mreka ga mungkin muncul di layar tv, tp sekarang kejadian. “look, my face is on tv”. hampir semua org kampung itu ngumpul, si preman mabok yg bikin ribut jg ada nongkrong. wajahnya serem banget, tp pas liat waktu kejadian beliau ribut, kok jd tersipu-sipu malu, malah sembunyi di pblk punggung temennya. pas mau pulang… wah ga mungkin pulang ke rmh, pdhl masih jam 10 mlm, knapa??, terpencil bgt, kt org situ takut ada macan kumbang. ya udah saya “ditampung”, tp kok kaya raja. makanan, rokok, kopi, bahkan sengaja bakar ayam, ikan, sama pemuda2. gampang bgt nyari ayam, ga usah ke pasar. yg ngasihnya jg sukarela.
    ya begitulah sy jd kameramen weding ke kampung2, menurut saya itu pengabdian, suatu komitmen.
    sy prnh ikutan testing kameramen lativi, tp ga lulus, atuh da langsung ditesting pake kamera stdio yg gede bgt, ktnya hrg 200jtan, ya kelabakan. tp tmn2 lain yg ikutan testing bilang gampang, ya eyalah atuh da mereka mah kuliah di jurusannya (D3 jurnal apa getoh). tp menurut sy, mrk mmg jago stel2 kamera, cuman dlm mengambil momen butuh pengalaman. analoginya: tmn sy (cewe) sudah mahir stir mobil, purwokerto - bandung seminggu sekali, apalg pas ibunya sakit, i mgg 3 kl bolak2, tp yg namanya cewe dia ga ngerti mesin. bandingkan dg tmn sy cowo dari smk otomotif, ngerti bgt jeroan mesin, stelan balap, stelan irit dsb, tp tidak mahir nyetir (krn ga ny mobil). mau pake yg mana seandainya ada perjalanan jauh?????
    jadi getoh… laaaah itu mah curhat aja…
    pa punya tutorial buat kamera besa ga?? literetur atau apa aja deh?? kirim atuuuuuhh.

    Comment by azis nugraha — April 2, 2008 @ 10:53 pm

  23. salam kenal buat mas GUN… saya setuju banget dengan ulasan mas gun. kebetulan saya juga orang yang sehari-hari berkutat dengan kamera.
    ikut senang banyaknya animo pengunjung yang pingin belajar kamera. Saya juga pingin banyak menimba ilmu sama senior kaya mas Gun yang sudah banyak makan asam garam per-kamera-an hehehe.
    buat teman2 boleh saling share sama2 belajar kamera

    trimakasih…
    sekalian saya link ya mas banu.

    Comment by masoro-cameraman — April 9, 2008 @ 9:08 am

  24. salam kenal buat mas GUN… saya setuju banget dengan ulasan mas gun. kebetulan saya juga orang yang sehari-hari berkutat dengan kamera.
    ikut senang banyaknya animo pengunjung yang pingin belajar kamera. Saya juga pingin banyak menimba ilmu sama senior kaya mas Gun yang sudah banyak makan asam garam per-kamera-an hehehe.
    buat teman2 boleh saling share sama2 belajar kamera
    BELAJAR basic KAMERA

    trimakasih…
    sekalian saya link ya mas banu.

    Comment by masoro-cameraman — April 9, 2008 @ 9:36 am

  25. alangkah indahnya kalo dalam blog mas gunawan di isi dengan = bagai mana trik dalam mengambil sebuah gambar

    Comment by aby sudjarwo — April 14, 2008 @ 12:45 pm

  26. mas honornya berapa yah jadi cameraman itu ? kalau sering bawa camera suka sakit pinggang ga? (kat- nya orang bijak; jika disukuri kan terasa lebih indah)

    Comment by idang — April 15, 2008 @ 7:23 am

  27. wah,,, hebat banget, terus terang sy sangat tertarik menjadi seseorang cameraman walaupun sy lulusan sospol,sy mohon informasinya dimana sy bisa kursus cameraman khususny cameraman news,sy tunggu y informasiny, makasih.

    Comment by yossie — April 15, 2008 @ 11:01 pm

  28. gmana cara pengambilan gambar yang baik?

    Comment by Roland — April 21, 2008 @ 11:47 am

  29. Mas Gun, saya mo tanya nih! saya berminat sekali untuk berkerja dibidang broadcast. baik sebagai cameraman maupun video editor. terlebih bidang sinematografi. saya sempat bekerja di Tv Komunitas di Kampus saya (lokasi didepok), sbg fotografer, cameraman, dan video editor (sept.2006-Febr.2008). walaupun saya tidak terlalu mahir dalam masalah teorinya. walaupun pada dasarnya dasar ilmu saya hanyalah ilmu komputer.

    saya butuh informasi alamat2 situs-situs untuk referensi pembelajaran broadcast camera .

    sekalian apabila di stasiun TV SCTV membutuhkan tenaga cameraman. saya siap untuk melamar.

    sekedar informasi Peralatan Broadcast, yang biasa saya gunakan:

    1.SLR : Nikon D 70, Pentax K 100 D, dan Canon 400 D
    2.Video Cam : Sony DCR-TRV40E PAL, Sony DCR-VX2100E PAL, dan Canon V4
    3.Mixer : XENYX 2222 FX
    4.Switcher : Data Video Digital Video Switcher
    SE-800
    5.VCR : JVC A2/NICAM SHOW VIEW (DELUXE)

    terima kasih byk untuk perhatiannya dan saya tunggu informasinya. salam liputan 6 SCTV !!!

    paroel(paroel29@gmail.com)

    Comment by paroel — April 29, 2008 @ 4:30 pm

  30. doohhh,,,
    1,5 tahun jadi tukang shuting eo
    2,5 tahun jadi tukang shuting ma tukang edit wo
    capek?? ya iyalah,, nmnya jg kj,,
    tp amien,, dah kja matur nuwun sanget alias alhamdulillah,,
    tp masalahnya,, sekarang ngidam jadi kameramen tv

    ku D1 design graphic 2004
    tinggi 160cm kecil tapi garang
    hobi adventure.. doain tahan banting
    26thn
    kira kira nyantol ga y
    kabari dong mas kalo ada info ma nyantol ga c aku

    Comment by adi — May 4, 2008 @ 3:48 pm

  31. bukan maya, bukan kata tapi nyata … sebuah gambar dan peristiwa merupakan sebuah sejarah dan kenangan . setiap pribadi akan lebih berharga jika memiliki sebuah karya.

    Comment by giovani rainanto — May 9, 2008 @ 2:35 pm

  32. mas Gun, saya dari dulu pengen banget jadi cameraman, apalagi di liputan6 sctv. saya udh kursus di school production & TV Production CBN Indonesia. yang saya heran kenapa sampe sekarang belum ada panggilan yang mau terima saya yaaa. saya udah test di stasiun tv hampir semuanya.tapi nihil semuanya. kasih saran dong mas gun. o iya saya juga pernah test disctv tapi cuma samape test yang ke 3. thanks

    Comment by Andreas — May 14, 2008 @ 11:24 am

  33. salam knal maz Gun,,,
    saya berminat jd Kamerawan di bagian liputan 6 news.
    pengalaman saya di bidang ini yaitu:
    1. nominasi 10 besar di ajang festival Video klip di IKJ Jadi sutradara & kameraman
    2. Liputan kasus korupsi BNI 46 dengan tersangka Andrian sasongko jadi kamera person
    3. membuat program non drama dokumenter budaya portrait tana sunda durasi 24 menit
    4. Membuat Profile fotografer senior Indonesia DON HASMAN durasi 15 menit

    Klo ad kesempatan berkerja di Liputan 6 Sctv Tolong Konfirm ke saya maz…

    Makasih atas perhatiannya

    Contact Person : 021 -7544292 or spirit_soul06@yahoo.com

    Comment by Indra — June 1, 2008 @ 12:43 am

  34. saya pengen banget jd kameramen,,,
    sekarang lg kuliah
    bantuin dunk?,,,

    Comment by edwind — June 1, 2008 @ 3:07 pm

  35. salam..
    mas gun saya s1 teknik elektro tahun 2003 saya pernah ngelamar jd kamerawan dan d tranmisi tp ga pernah di panggil.,mas gun..dan sampai hari ini saya masih ingin jd camerawan tapi apalah daya tiap ada lowongan pasti yg d cari yg blm menikah dan umurnya d bawah 30 tahun..tapi sekarang ga apa tidak bisa bergabung d liputan6 sctv saya sekarang kerja d dinas pekerjaan umum (DPU) tapi untuk bermain2 dengan kamera vidio masih selalu memakai tapi dalam acara ke dinas’an.,akhir kata.. mas gun tolong donk saya di kasih referensi/tutorial teknik shoting vidio menggunakan handycam karena d kantor ga punya kamera profesional agar bisa saya terapkan dalam acara kedinasan..ok trim’s

    Comment by fredy — June 5, 2008 @ 9:37 pm

  36. Ass. makasih bgt bwat informasi tntg profesi juru kamera, kalo bisa liputan 6 bikin sekolah dong ttg dunia jurnalistik apalagi yg bwat di daerah kaya tempat saya sekarang ini di aceh,minat ttg jurusan ini sangat banyak lho. saya mau banget jadi assisten cameraman walau ga digaji,seriuz ni@tolong konfirmasinya ya

    Comment by heri — June 6, 2008 @ 9:06 pm

  37. assalamualaikum. saya pingin bngt jd kameramen yg profesional, bisa kasih tau gmn teknik pengambilan gambar yang baik dan enak di liat
    paling gak langkah2 nya aja sebagai pedoman, klu ikut kursus orang tua ku gak mampu membiayai
    mohon bantuannya, terima kasih sebelumnya

    Comment by addhy — July 12, 2008 @ 4:41 pm

  38. kenalin aq addhy
    aq pernah ngeliat nonton VCD tentang jurnalistik terutaman kameramen dan reporter
    klu gak salah, pemeran kameramennya mas GUNAWAN.
    aq sangat pengin jd kameramen profesional, tp orang tua ku gk sanngup membiayai, karna itu aq mohon bantuan nya tuk bisa jd kameramen
    aq pingin tau gmn teknik pengambilan gambar yg baik dan enak di liat, mohon bantuannya!!! please
    kirim k email ku ja maut_perfect@yahoo.com
    terima kasih sebelumnya
    sukses buat liputan6 SCTV

    Comment by addhy — July 12, 2008 @ 4:50 pm

  39. Sebelumnya salam kenal, saya dari daerah pelosok yg agak tertinggal teknologi. Tepatnya Desa Tambang Emas Kabupaten Merangin Jambi. Saya mungkin terlambat menemukan forum ini, saya sangat kagum sekali dengan mas gunawan. Disini saya buka usaha kecil kecilan dibidang dokumentasi : photo digital n Video Shoting.
    inipun video barusan berjalan, krn bisa beli kamerapun juga barusan. Berkat Bantuan rekan saya Mas Saipul Mujab di Jakarta sayapun beli Sony HDV 1000p.
    disini kami belum merasa prof, lantaran tidak ada yang ngajarin gimana bagusnya menjadi seorang Cameraman. sering kami mencari referensi diinternet yg banyak juga saya dapat dan tidak bisa memahami.
    Saya berharap mas Gunawan bisa ngasih refernsi/bimbingan bagaimana menjadi seorang Cameraman & Editornya, kebetulan hasil Cameraku saya edit sendiri dengan kawan dirumah, yg hanya berdampingan dengan software Adobe primier pro 2, yg klo dibandingin vcd dari pasar masih jauh tertinggal, karena blm begitu menguasai editing.
    Saya ingin juga gimana misalnya saya punya gambar dan ingin ditayangin diTV, mengingat disini saya pribadi belum pernah menjumpai wartawan tv.
    Sebelumnya terimakasih saya sampaikan, semoga Mas Gunawan mengabulkan permohonanku.
    Kirim di Email ku fuadphoto@gmail.com
    sekali lagi terimakasih.
    Sukses buat SCTV

    Comment by Ahmad fuad — July 28, 2008 @ 12:45 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment