Thursday, April 17, 2014
bagaimana-seseorang-menjadi-cameraman

Gunawan

Bagaimana seseorang menjadi cameraman?
(Bukan bagaimana menjadi seorang cameraman, lho…)

Masih lekat dalam ingatan, kala saya duduk di bangku sekolah dasar kelas satu, saat itu tahun 1971. Belum bisa menulis apalagi membaca. Pengalaman hari pertama bersekolah dilalui dengan banyak bermain dan menyanyi. Hingga ada saat ibu guru yang manis itu bertanya tentang cita-cita setiap murid.

“ Insinyuuuuuurrr…” teriak Rahman diikuti oleh beberapa temannya.

“ Saya dokter, bu Guru.” Kata Sri

“ Saya juga buuuu…” ujar murid lainnya.

Dua profesi itulah yang sering muncul saat ditanya cita cita. Dokter, insinyur, dokter, insinyur. Tak satu pun yang berucap ingin menjadi cameraman. Apalagi menjadi koruptor. Entah ada entah tidak, teman-teman SD saya yang terkabul cita citanya menjadi insinyur atau dokter saat ini , saya tidak tahu.

Sampai sekarang pun kalau kita bertanya pada siswa TK atau SD, jawabannya nyaris sama, malah sekarang bertambah: ingin jadi Presiden. Berkah reformasi mungkin. Nah… pertanyaannya, bagaimana seseorang bisa memiliki profesi sebagai cameraman? Berikut adalah hasil ngobrol santai saya dengan beberapa cameraman Liputan6 SCTV.

Adi Amir Zainudin:
“ Jutaan rupiah saya keluarkan untuk belajar camera, misalnya kursus, membeli bahan bahan, dan ikutan temen yang bekerja sebagai freelancer cameraman. Fotografi … Awal saya mengenal camera, kebetulan juga terlibat sebagai kru film dengan jabatan asisten cameraman tahun 1998.”

Adi, demikian dia selalu dipanggil. Punya angan untuk menjadi cameraman, karena sering bertemu dan berteman dengan cameraman. Lulus dari IAIN jurusan filsafat, Adi berkesempatan mengoperasikan kamera video, saat dia bekerja di sebuah rumah produksi. Tugasnya adalah merekam obyek urban landscape, untuk program dokumenter yang ditayangkan di salah satu televisi nasional.

” Saya sangat bergairah, waktu diminta shooting sendiri. Apalagi hasilnya buat ditayangin di TV. Semangatnya sih ingin membuat hasil bagus. Tapi akhirnya saya mengerti, kalo kamera video tuh nggak segampang kamera foto. Hasilnya gak sesuai seperti yang diharapkan. Malah bos saya ngomong kalo hasilnya, gak jelas mau apa.”

Sudah dua tahun lebih Adi bergabung di Liputan 6 sebagai cameraman. Menurut Adi ada 4 hal yang harus dimiliki setiap cameraman untuk mendapatkan hasil yang baik, yakni Visual/Estetika, Audio, Alur dan Voxpop. Lebih lanjut Adi mengatakan bahwa menjadi cameraman seperti penyair membaca puisi (dengan perkataan), cameraman harus bisa berkata-kata melalui gambar hingga penonton bisa menikmati. Adi sendiri ingin menjalani hidupnya, tetap sebagai cameraman profesional.

Novrianus Barend:
“ Boro-boro punya cita cita jadi cameraman, yang ada waktu itu adalah asal bisa kerja menghasilkan uang, dan gak mesti di televisi kerjanya. Kebetulan waktu itu ada lowongan di SCTV di bagian teknik, saya melamar dan diterima di divisi teknik logistik.”

Tepatnya 25 September 1996, Novri bergabung di SCTV, bertugas di bagian teknik logistik, melayani kru liputan untuk pengambilan alat-alat seperti kamera, tripod dll. Berkat lingkup kerjanya yang selalu berhubungan dengan kru liputan, Novri banyak memiliki kesempatan belajar tentang camera. Teknik pengambilan gambar ia dapat melalui ngobrol dengan cameraman dan menonton berita.

“Waktu lihat cameraman ambil kamera untuk liputan, keren gitu lho, perasaan jadi ngiri gitu. Kapan ya saya bisa jadi cameraman?”

Satu tahun lamanya pertanyaan di atas selalu berputar-putar dibenaknya, tidak dinyana akhirnya datang juga kesempatan Novri untuk meliput bersama reporter. Waktu itu Koordinator cameraman kehabisan kru, padahal ada peristiwa kriminal yang harus segera diliput. Ada orang mati ditembak!!!

“Sebelum meliput sendiri, saya sering ikutan temen-temen kriminal hunting malam, kadang kadang cameramannya kasih saya kesempatan untuk ambil gambar. Nah waktu disutuh liputan senengnya bukan main. Apalagi waktu tayang nama saya disebut sebagai cameramannya. Ternyata nikmatnya lebih dari yang dibayangin. Tapi saya belum puas lihat hasil gambar sendiri, walau koordinator bilang lumayanlah buat pemula.”

Tidak pernah merasakan pendidikan teknik kamera secara formal, makin memicu Novri untuk terus belajar. Walau otodidak hingga kini ia telah banyak menguasai berbagai macam skill seperti, Underwater Camera, pengiriman gambar via satelit dan VPN-IP serta editing gambar berbasis computer.

Meliput di daerah konflik seperti Aceh dan Ambon sudah sering dialami oleh bapak dua anak ini. Bahkan saat Aceh masih dalam kondisi darurat militer, ia sempat terjebak pada situasi kontak senjata antara TNI dengan GAM.

“Gak ada rasa takut waktu disuruh ke Aceh, walau taruhannya nyawa ya mau diapain, karena udah resiko pekerjaan kita. Saya selalu ingat omongan temen-temen yang lebih senior, untuk jangan berhenti belajar, jangan takut salah karena kalau gak pernah salah kita gak tahu mana yang benar.”

Ketika ditanya apakah akan tetap berprofesi sebagai cameraman.

“Gak tahu deh liat nanti aja,” ujarnya sambil pergi untuk minum kopi di kantin belakang.

Daeng Tanto:
“Lulus SMA gak bisa kuliah, karena kakak saya yang dapet jatah duluan, jadi harus tunggu tahun depan. Daripada nganggur saya nongkrong di sanggar senirupa sambil belajar melukis dan fotografi. Sering ketemu orang manggul kamera, jadi kepingin. Waktu itu sih perasaan kalo jadi cameraman kayaknya udah hebat.”

Sambil kuliah jurnalistik di Surabaya, Daeng Tanto bekerja di rumah produksi sebagai lightingman, kadang ia gulung kabel, atau juga sebagai cameraboy. Selama tiga tahun pekerjaan itu dilakoni sambil terus mengasah kemampuan tentang teknik kamera.

“Pertama disuruh pegang camera, langsung tangan ini dredeg (gemetar) takut salah. Tapi lama-lama biasa juga sih. Pas kerja di Liputan6 juga gitu, apalagi waktu itu meliput tawuran mahasiswa, posisi saya di tengah orang tawuran. Saking semangat campur panik jadi gak konsentrasi sampe salah rekam, mestinya merekam justru sebaliknya. Jadi gambarnya justru aspal sama pohon-pohon gitu.”

Keinginan Daeng Tanto saat ini adalah menjadi Video Jurnalist (VJ). Alasan pemegang gelar Sarjana Publisistik ini, pengetahuan dia mengenai dunia jurnalistik ditambah skill sebagai cameraman, cukup sebagai bekalnya menjadi seorang VJ.

“Malah kalau ada waktu dan kesempatan, saya mau ngajar, Mas!”

Dari cerita di atas bisa disimpulkan bahwa tidak mudah berprofesi sebagai cameraman, dan tidak seorang pun sejak awal ingin menjadi cameraman. Sampai suatu saat nanti, entah kapan, ketika tangan Anda harus memegang sebuah kamera dan Anda boleh berkata, ”Saya seorang Cameraman.”

Tapi saya masih berharap kelak, suatu saat saya menemukan siswa TK atau SD ketika ditanya apa cita citanya, ia menjawab: …CAMERAMAN!!!

Salam SCTV


Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Netvibes
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Wikio

132 Komentar pada “Bagaimana Seseorang Menjadi Cameraman?”

  1. Muhammad Ardy says:

    mas..saya pengen banget jdi cameraman yg handal..gmn ya carax???
    saat ini sih saya udh menjadi kameramen di slah satu IO yg ad di balikpapan..tetapi saya blum merasa puas dengan kemampuan saya ini..saya pengen tahu lebih dlam lgi soal kameramen..

  2. zarkoni lugie david says:

    mas saya pgn bgt jadi cameramen,tapi saya belom berpengalaman sedikitpun tentang ini,tapi saya bener bener pgn bgt,tapi tidak tahu bagaimana caranya…
    apakah seorang cameramen harus berpendidikan yang tinggi sehingga bisa bekerja di tempat di stasiun televisi..
    tolong beritahu mas…atau kirim ke fb saya jawabanya mas..thx

  3. Rachmatul Akbar says:

    Adakah peluang bagi saya untuk menjadi cameraman Proffesional mengingat usia (33 tahun) saya yang tidak muda lagi? Sekarang saya bekerja di salah satu studio sebagai Cameraman & Editor.

  4. rara_creative says:

    cita-cita…
    dulu waktu saya masih sd saya pernah bercita-cita jadi cameraman
    semua orang tertawa ketika saya bilang kepengen jadi cameraman
    bahkan bunda dan ayah saya…
    pernah waktu sd saya bawa handycam kesana kemari…
    orang yang melihat saya pasti tertawa *ngledek* sampek sekarang…
    mungkin gak kalo saya bisa jadi cameraman beneran,..?? *walaupun saya cewek*

  5. iskandar says:

    saya pengen mnjdi seorang kameraman, tp sya blm bgtu ngerti cara mengambl gambar, dan sya jg tdk mmpunyai handycam..
    tp sya pgen bngt mnjdi seorng kameraman,apa kah bisa ?

  6. iskandar says:

    mksdny mngambil gambar yg baik..,.

  7. rama frasetiya says:

    pengen jadi seorang kameramen di stasiun tv… apalagi di sctv… kayanya keren banget, karna memang impian saya sejak kecil. tapi sekarng cuma jadi editor & kameramen di studio production di kota subang. rasanya kurang puas karna masih banyak yang belum saya ketahui tentang kamera & editng. karna dgn alat & software yang hanya se adanya..

  8. Dewa mesi says:

    saya bekerja di salah satu tv lokal di bali sebagai MCR tp saya lebih seneng memegang camera karena setiap megang camera jiwa dan inspirasi serta semangat saya tiba2 menyatu dan menghasilkan creativitas tanpa batas sehingga hasilnya gambar dan pesan yg di hasilkan pun tercapai,…

  9. pekerjaan Saya pekerja musiman orang hajat seperti pernikahan/khitan ultah dll
    yang ingin saya sampaikan bisa tidak aku di terima kerja di sctv sbg cameraman karna ingin sekali saya mengabdi pada sctv
    trims

  10. epl says:

    banyak juga yang pengen jadi kamerawan.. jadi pengen nyoba.. kayaknya asik juga ya.. huhuhu…

  11. mawan says:

    gua nih salah satux yg g ngerti tiba2 di cempolingin di dunia camera… butaaaa abisss…. mohon doax, kelak bs jg cuap2 sperti temen2 d atas…
    thx.. :)

  12. hendra says:

    bang saya sudah ada pengalaman dibeberapa ph besar n station tv.sebagai free lance,kebetulan saya jg mengoperasionalkan kamera n lighting,berhubung sudah menikah n mempunyai anak,sy tdk dapat melanjutkan kerja di ph yang notabenenya sinetron striping,,,bisa gak membantu tk bantuannya di sctv,,kalau memang abang mw n bs menolong sy akan krm lamaran n cv n pengalaman kerja saya ke abang,,,mhn bantuannya,,karena tidaklah mungkin saya bisa menyaksikan tumbuh kembang anak saya,,jikalau saya tidak pernah ada dirumah syuting striping,,,mhn bantuannya bang,,,terima kasih

  13. adi says:

    sy skarang lgi lanjutin D3 disalah satu akdemi broadcast di beakasi,sy ngambil jur Teknik kamera” semoga agan2 di atas Doain sy biar jdi Cameraman yg handal………Amin”

  14. Pizza says:

    saya pengen banget mas menjadi D.O.P(sinematographer) bukan Videographer(Cameraman Televisi)..

    Bagaimana tahap awal untuk dpt ikut menjadi crew film mas??(Tolong di jawab mas)

    Alhamdulillah saya sekarang menjadi D.O.P di salah satu stasiun TV komunitas yaitu Grabag TV..
    saya Prakerin di Grabag TV.

    Saya kelas 2 SMK,slama 4 bulan saya d Grabag TV,dan selama itu jg saya menjadi cameraman saya telah bisa membuat 5 film fiksi,dan 7 video clip..
    Saya bangga menjadi cameraman..
    sengaja tiap hari saya bangun jam 3 pagi untuk menonton film demi menjadi seorang Director of Photography.

    bagaimana mencari angle/Framing yang bagus mas??

    Cukup 2 saja pertanyaan saya mas.

  15. arief says:

    mas saya juga ingin menjadi seorang cameraman yang handal.bagaimana sikh caranya..??
    saat ini saya mw masuk smk.saya ngambil teknik broadcast…!!!
    Bagaimana tahap awal untuk dpt ikut menjadi crew film mas??

    cukkup sekian dan terima kasih

    wassalam.

  16. Tri Iswanto says:

    Cita cita saya semenjak lulus SMA ingin menjadi Cameraman yg bisa disemua medan, baik di dunia adventurer maupun di dunia news, namun cita cita hingga saya sekarang ini berumur 30th belom ad kesempatan, walaupun kursus camera video hingga menjadi frilanch cameraman di IO sering saya jalani, mungkin takdir berkata lain, hingga saat ini saya bekerja sebagai photographer di media, setiap saya melamar cameraman selalu gagal seleksi paling akhir, setiap saya melamar diberbagai media sebagai photographer, selalu diterima…. apakah ini yg namanya cita cita atau belom ad kesempatan untuk menuju ita cita?????

    salam, Tryswan

  17. amang says:

    klo aq sudah tau cara menghidupkan …terus mengatur white balance…dan klo mengatur klo objec over…tu dah tau tinggal..cara pengambilan gambar /angkel…dan seterusnya gimana tau hanya cuman camera staind di situ aja…kan paling gak di maian kan…tau pening ke mna gitu tanks mohaon saranya….?krm ke fb saya.

  18. amang says:

    oh ya…mas di tempat ku ni cameranya pd 170 dan 177dan Hdv

  19. lastari says:

    aku mau nnya, gimana caranya biar jadi cameramen yang handal, soalnya, aku lagi mau blajar buat jadi cameramen.. tolong bantuannya
    trimaksih

  20. Muhammad iswanto says:

    Bisa ngk aku jadi cameramen,aku dah bljar bnyak dari pengalaman saya sebagai cameramen dalam acara liput pernikahan dsb,tp ngk kuliah,,,,

  21. mio says:

    biasanya hasil rekaman harus diedit dulu sblum ditayangkan ditelevisi,editnya pake aplikasi ap z masss

  22. key says:

    keinginan tuk jadi cameraman dah sejak sma tp orangtua gk mengijinkan karena saya perempuan. klo mw belajar jd kameraman ambil jursn apa ya?? klo mw belajar2 sendiri bisa gk hanya pake camcoder biasa???

  23. faizal says:

    Mas saya mahasiswa yang sedang menulis Tugas Akhir tentang teknik pengambilan gambar menggunkan kamera ikegami. Sebenarnya apa sih perbedaan kamera ikegami dengan kamera 3ccd lainnya? terima kasih

  24. Anissa Dita Pratiwi says:

    saya pengen banget jadi cameramen , terus kalau jadi cameramen yang handal gimana sih mas ? oia,tapi saya masih smk kelas 2 dan saya juga pingin banget jadi broadcast .. tolong dibantu mengarahkannya dong :) terima kasih banyak

  25. adi cheng says:

    mas saya pernah kerja jadi kameramen shoting-shoting di acara pernikahan dll.
    tapi lulusan saya cuma SMP.
    apakah orang seperti saya ada kesempatan untuk ikut gabung di dunia kameramen seperti kmeramen senior-senior yang lain???
    saya pengen banget mas jadi kameramen seperti mas-mas yang sudah senior.bila ada lowongan dan mungkin jasa saya di butuhkan bisa menghungi no hp:082140758060

  26. Iwan Tahura says:

    salam kenal semuanya,,
    ada lowongan cameraman gak nih,,kalau ada hub 085268077556 or email iwantahura@ymail.com<
    makasi

  27. Rian Bungsu says:

    kameramen adalah seorang petualang, pemburu & kesatria, mungkin atas dasar itu kenapa saya lebih memfokuskan diri pada istilah “kameramen”. Selain itu kameramen adalah pekarya audio visual yang indah, sejuk, romantis, infoneisme, cerdas, kreatif, kontradiktif dan banyak lagi yang lainnya.

    kebayang kalau jadi seorang kameramen, nikmatnya seperti minum kopi dimalam hari..

    good Luck buat kameramen Indonesia.. :)

  28. adg says:

    ada peluang jdi kameramen di SCTV ga..? aku udah punya sdikit pengalaman pembuatan film pendek. yg mana film itu mnjadi film pendek juara 2 senasional.. dn jga aku jga prnah mnjadi operator TV swasta daerahku.. dan krja smpingan ku sbagai kameramen di rumah produksi…

    aku seorang pelajar SMA kelas 2…

  29. imam says:

    maz mau tanya ya, kalaw mau kuliah jurusan broadcast cameramen ini mahal ga ya,,,,
    saya kepengen banget jadi cameramen maz………….
    tapi saya ga tau ngambil kuliah nya dimana………….
    maz tolong saya ya,,, bales ya maz, saya butuh banget balesan dri maz…
    ini no hp saya biar kita bisa lebih senang berhubung.. 081995343490….
    sms no maz ya…………
    saya tunggu saya butuh balesan nya maz. trimakasih.

  30. Rizky Gavin Mahendra says:

    Blog yang sangat bermakna :D
    saat ini saya kelas 2 SMK dan sedang magang di sebuah PH di yogyakarta , saya bangga menjadi seorang kameramen yang juga mengampu sebagai editor . yuk berbagi ilmu di FB : Rizky Gavin Mahendra ataupun Twitter : @gavinpudge .

    Salam Kenal !! .. Salam Kameramen !!

  31. HILMI says:

    Kebutulan nih ada postingan blog liputan6 tentang cameraman, sebenarnya saya waktu duduk di kelas 6 SD dan sampai skrang udah kls 2 SMK disuatu skloh yg ada di martapura,kalsel. Sejak kelas 6 SD itulah saya sudah memiliki pikiran mau bercita – cita ingin jadi cameraman dan sampai sekarang saya tetap ingin bercita – cita jadi cameraman. Saya itu suka ngerekam kejadian yg aneh – aneh, bahkan teman – teman saya menyukai hasil rekaman video saya. Pokoknya dihati aku cuman ingin bercita – cita seorang.

Tinggalkan Komentar