November 27, 2007

Ayo, Pelti

Filed under: Olah Raga — aryo @ 8:30 am
ayo-pelti

Ariyo Ardi

Asal boleh sama-sama Melayu, namun soal menggairahkan olahraga tenis, kini Malaysia lebih maju beberapa langkah dibandingkan Indonesia. Pekan lalu Jagoan Swiss Roger Federer yang sebenarnya masih lelah setelah menjuarai turnamen ATP Master di Shanghai, Cina, melakukan serangkaian pertandingan “ Clash of Times” dengan seniornya yang kini sudah gantung raket Pete Sampras dari AS. Salah satu tempat yang dipilih adalah Malaysia.

Kenapa Malaysia yang dipilih? Tentu tak sulit menjawabnya, pertama negara tetangga itu mampu memberikan uang tampil yang tentunya besar dan pelayanan kelas satu bagi kedua petarung itu dan yang kedua, mereka pun juga bisa meyakinkan kedua pemain serta Asosiasi Tenis Profesional (ATP), bahwa kualitas stadion Melawati di Kuala Lumpur telah memenuhi standar internasional.

Indonesia bukannya tidak pernah mengundang para pemain top untuk sekedar bereksebisi atau bertarung sungguhan dalam sebuah turnamen. Dua jagoan Prancis Guy Forget dan Henri Laconte pernah dijajal kemampuannya oleh pemain nasional di Jakarta. Gabriela Sabatini juga sempat bereksebisi dengan Yayuk Basuki. Petenis papan atas AS keturunan China Michael Chang pun juga pernah juara beberapa kali di Jakarta. Tapi mereka semua datang di era 90an

Apa yang telah dilakukan Malaysia tentu bermuara pada satu tujuan, yaitu mengikuti jejak Thailand yang bisa melahirkan Paradorn Shrichaparn dan Ai Sugiyama dari Jepang sebagai petenis kelas dunia.

Jika Malaysia sudah melangkah, bagaimana dengan Indonesia? Inilah yang seharusnya dijawab oleh Ketua umum PB Pelti yg baru saja kembali terpilih, Martina Widjaja dan jajarannya. Mengapa dulu Suharyadi dkk di arena Piala Davis, mampu menembus babak 32 besar dunia, meski akhirnya dipukul Jerman di Karslruhe dengan andalannya saat itu Boris Becker? Mengapa kalau dulu Yayuk Basuki bisa menjadi salah satu petenis terbaik Asia dan juga ikut beberapa pertandingan seri Grand Slam? Ayo, gairahkan lagi dunia Tenis Indonesia.

9 Comments »

  1. well done :)

    Comment by horea — November 28, 2007 @ 3:45 am

  2. Memang susah berharap olahragawan di Indonesia tercinta ini, menghasilkan keringat berlebih seperti negara negara tetangga. Kalaupun keringatnya berlebihan, itu keluar saat Munas or Kongres memilih pengurus.
    Atau kita cukup berbangga bisa memproduksi bakso sebesar bola Tenis. hemmm..yummi.

    Comment by gunawan — November 29, 2007 @ 9:36 pm

  3. harusnya indonesia bisa bicara, kan tidak sulit mencari atlet berbakat dari 230 juta rakyat yang ada..

    Comment by budhe — November 29, 2007 @ 11:19 pm

  4. Indonesia cuma bisa menang olahraga di PS…Buktinya, Indonesia juara runner up dunia loh bola dalam PS, kalahnya pun cuma selisih gol home away…hihihi ga nyambung

    Comment by abi — November 30, 2007 @ 7:40 pm

  5. kita khan sama2 orang Melayu…………..
    kenapa tuan rumah yg menang……………
    jangan menghina sesama orang Melayu…….
    nanti bahaya loch!……………………

    masa dari penduduk hampir 300 juta penduduk Indonesia
    Indonesia cuma bawa emas dikit doank?????????
    kalah sama penduduk yg jumlahnya dikit amet!
    mungkin aja Indonesia udah berjuang mati2an kalah!
    kalo jadi runner up gimana yach!?!?
    apalagi jadi pemenang utama!?!?!

    makanya maju teruz donkz Indonesia!!!!!!!!!

    Comment by iZZy vHI3nhaaaaaaa — December 8, 2007 @ 7:37 pm

  6. Karena pas jaman Yayuk, managemen PELTI dipimpin Good Guys.. jadi prestasinya bisa dipertanggungjawabkan dg benar. Mereka adalah Wimar Witoelar sama Sarwono K :)
    yang menjunjung tinggi profesionalisme dan etika.

    Comment by CL — January 3, 2008 @ 4:09 pm

  7. di indonesia pada tidak tertarik dg olah raga mas tapi kalau disuruh bikin partai politik pasti cepat tuh…indonesia kan banyak politikus andal ya kan…
    andal jepit kali he he he

    Comment by sigit — June 5, 2008 @ 7:35 pm

  8. jangan berharap kepada pelti kalau pelti masih dikuasai oleh hati yang sirik dan jahat

    Comment by taufan — July 19, 2008 @ 8:52 am

  9. indonesia juga bisa menang “telak” di arena olahraga, buktinya saat bulutangkis “telaknya” orang indonesia bisa lebar-lebar sehingga suaranya kencang.
    tahukah arti “telak” yaitu mulut manusia

    Comment by taufan — July 19, 2008 @ 8:57 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment