Monday, May 20, 2013
bagaimana-seseorang-menjadi-cameraman

Gunawan

Bagaimana seseorang menjadi cameraman?
(Bukan bagaimana menjadi seorang cameraman, lho…)

Masih lekat dalam ingatan, kala saya duduk di bangku sekolah dasar kelas satu, saat itu tahun 1971. Belum bisa menulis apalagi membaca. Pengalaman hari pertama bersekolah dilalui dengan banyak bermain dan menyanyi. Hingga ada saat ibu guru yang manis itu bertanya tentang cita-cita setiap murid.

“ Insinyuuuuuurrr…” teriak Rahman diikuti oleh beberapa temannya. Selengkapnya »

Iyek

November - 28 - 2007 5 KOMENTAR
iyek

Yus Ariyanto

Lantaran kuliah di Bandung, saya tahu ada kawasan bernama Cicadas. Seorang teman memberi tahu, di Cicadas banyak “gang punten.” Maksudnya, kita harus ringan lidah untuk mengucapkan kata “punten” jika menyusuri gang-gang di sana atau menghadapi masalah dengan penghuninya. “Punten” sendiri bermakna “permisi.” Selengkapnya »

Ayo, Pelti

November - 27 - 2007 10 KOMENTAR
ayo-pelti

Ariyo Ardi

Asal boleh sama-sama Melayu, namun soal menggairahkan olahraga tenis, kini Malaysia lebih maju beberapa langkah dibandingkan Indonesia. Pekan lalu Jagoan Swiss Roger Federer yang sebenarnya masih lelah setelah menjuarai turnamen ATP Master di Shanghai, Cina, melakukan serangkaian pertandingan “ Clash of Times” dengan seniornya yang kini sudah gantung raket Pete Sampras dari AS. Salah satu tempat yang dipilih adalah Malaysia. Selengkapnya »

Kebahagiaan

November - 26 - 2007 7 KOMENTAR
kebahagiaan

Vincent Hakim R.

Suatu malam menjelang pulang kantor, seorang teman lama menelepon saya dan bercerita serius tentang banyak hal. Tentang pengalaman hidup, tentang keluarga, nostalgia masa kecil, dan cerita berkaitan dengan kehidupannya kini. Selengkapnya »

belajar-dari-anak-indonesia

Merdi Sofansyah

“Apa sih bedanya chromakey dengan virtual?” Hey.. pertanyaan itu bukan diajukan karyawan baru di Liputan 6 atau mahasiswa broadcasting saat tengah kuliah. Itu pertanyaan dari Alfi, anak SDN 11 Pagi Pondok Labu Jakarta. Selengkapnya »

Berbagi Ruang di Jakarta

November - 23 - 2007 10 KOMENTAR
berbagi-ruang-di-jakarta

M. Samsul Arifin

JOSE Saramago dalam novel “Blindness” melukiskan kota anonim yang dilanda kemacetan hebat gara-gara sebuah mobil mogok. Klakson mobil bersahut-sahutan seolah membentak si pengemudi agar mobil tersebut segera berjalan. Tapi, mobil itu diam di tempat. Barisan mobil di belakangnya menganak ular dan menerbitkan umpatan, syak wasangka dan stress. Selengkapnya »