Sunday, April 20, 2014

Melawan Egoisme Elite Sepak Bola

melawan-egoisme-elite-sepak-bola

Anton Bahtiar Rifa’i “Mudah-mudahan kedatangan mereka akan membukakan mata,” ucap Nil Maizar. Pelatih timnas senior Indonesia itu sedang sedang berbicara soal bergabungnya pemain asal Indonesia Super League (ISL), seperti Bambang Pamungkas, Firman Utina, dan Ponaryo Astaman ke dalam tim yang dibesutnya untuk kejuaraan sepak bola paling bergengsi di level Asia Tenggara, Piala AFF. “Membukakan mata” [...]

Muda, Beda, dan Mengajar di Desa

muda-beda-dan-mengajar-di-desa

Yus Ariyanto Pesimisme semestinya sesuai dosis. Anak-anak muda Indonesia bukan hanya mereka yang mem-bully adik kelas di sekolah mahal di Pondok Indah; bukan hanya mereka yang suka adu balap di jalanan samping kantor saya dengan mobil yang, berani taruhan, bukan dibeli dari hasil peluh sendiri. Sila simak dua paragraf ini: “Para Pengajar Muda adalah pejuang-pejuang [...]

Tendangan Dua Belas Pas

tendangan-dua-belas-pas

Achmad Yani Yustiawan Sejarah telah ditorehkan Spanyol di Piala Eropa 2012. La Furia Roja kini tercatat sebagai tim di dunia yang berhasil merengkuh tiga turnamen besar secara beruntun. Piala Dunia 2010 kemudian jadi King of Euro berturut-turut (2008-2012). Ada catatan kecil yang cukup menarik dari pagelaran Euro 2012 Polandia-Ukraina kali ini. Bukan tim Matador, tapi [...]

Melawan Korupsi, Melawan Lupa

melawan-korupsi-melawan-lupa

Yus Ariyanto Di paruh pertama 1990-an, kalimat Milan Kundera ini mulai dikenal: “The struggle of man against power is the struggle of memory against forgetting.” Ada di The Unbearable Lightness of Being, kebanyakan pengutipnya di Indonesia belum membaca dari sumber aslinya. Seingat saya, cendekiawan Mochtar Pabottingi merupakan salah seorang yang pertama kali memulungnya untuk menonjok [...]

Bung Karno

bung-karno

Yus Ariyanto Bagaimana memosisikan seorang Sukarno? Negarawan? Diktator? Saya membuka lagi Catatan Subversif, kumpulan catatan harian Mochtar Lubis saat dibui di masa Orde Lama tanpa pernah diadili. Ia memimpin koran Indonesia Raya yang gencar melancarkan kritik kepada pemerintah, terutama terkait maraknya korupsi dan salah kelola negara. Pada Desember 1958, Mochtar mendengar kabar, Sukarno setuju tahanan-tahanan [...]

orde-baru-masih-eksis

Yus Ariyanto Saat itu, Orde Baru belum lama menancapkan kuku kekuasaan. Sejak akhir 1966, di sejumlah kota seperti Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Surabaya digelar razia. Anak-anak muda berambut gondrong atau berpakaian tak sesuai “kepribadian bangsa” akan dikenakan tindakan potong di tempat, baik rambut maupun pakaiannya. Aparat kepolisian dan tentara dikerahkan dalam operasi ini.

indonesia-buat-semua

Yus Ariyanto Jakarta, 29 September 1933. Gedung Permufakatan Nasional di Gang Kenari, Salemba, dipenuhi ribuan orang. Di malam itu, mereka akan mengikuti perdebatan antara A. Hassan (ulama tersohor, pendiri Persatuan Islam) dan Abu Bakar Ayub (tokoh Ahmadiyah Qadian). Topik debat: menguji keabsahan Ahmadiyah. Saya baca kisah tersebut di TEMPO edisi 21 September 1974. Sebagai pimpinan [...]

mencari-bang-ali

Yus Ariyanto Juni 1977. Dipo Alam dan Bambang Sulistomo mengenakan kaus bergambar wajah Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta yang saat itu tinggal menunggu hari untuk berhenti. Dua mahasiswa tersebut bicara di sebuah warung di Taman Ismail Marzuki dan mencalonkan Bang Ali sebagai presiden. Mohon diingat, pada 2012, niscaya peristiwa sangat biasa. Pada 1977, tentu tidak. [...]

interpelasi

Yus Ariyanto Penghuni Senayan segera bikin kegaduhan lagi. Sejumlah anggota Komisi III DPR sepakat menyampaikan usulan hak interpelasi kepada pimpinan DPR terkait kebijakan Kementerian Hukum dan HAM soal pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat kepada narapidana korupsi dan terorisme. Mereka bilang, dalam aturan perundang-undangan, yang berhak mencabut remisi adalah pengadilan, bukan Kementerian Hukum dan HAM. Hak interpelasi [...]

cikeas-dan-prioritas

Yus Ariyanto Ahad sore, 5 Februari. Kebanyakan dari kita sedang beristirahat, menghimpun kembali energi untuk beraktivitas keesokan hari. Tapi, di Cikeas, Susilo Bambang Yudhoyono mengalokasikan energinya untuk bicara di depan para jurnalis. “Saya, dalam minggu-minggu terakhir ini, juga mendapat masukan dan pandangan dan saran dari jajaran Partai Demokrat….pertama, harus ada solusi atas masalah yang dihadapi [...]

gembala-bukan-peran-pembantu

Raymond Kaya Anak saya sedikit memprotes saat diminta untuk menjadi gembala dalam perayaan Natal di sekolahnya. Buatnya menjadi Yusuf adalah peran sentral dalam cerita Natal dan tentu dalam memilih Yusuf biasanya dipilih anak yang paling tinggi, cerdas dan tampan di kelas itu. Tapi jika gembala ya boleh siapa saja, terlebih jika hanya menjadi dombanya saja.  [...]

budi-utomo-hanya-romantisme-masa-lalu

Aribowo Suprayogi Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terbaru menyebutkan tingkat kepuasan publik atas kiprah politisi muda (politisi yang berusia di bawah 50 tahun) hanya 24,8 persen yang berarti publik (responden) merasa kecewa atas kinerja politisi muda saat ini. Sedang sisanya 75,2 persen publik (responden) tidak menjawab dan menyatakan tidak baik. Prihatin memang melihat kiprah [...]

lebih-mudah-merebut-daripada-mempertahankan

Raymond Kaya Hari ini, 9 September 2011, Partai Pemenang Pemilu 2009, Partai Demokrat berumur 10 tahun. Dalam usianya yang relatif baru dibandingkan dengan Partai Besar seperti PDI Perjuangan (dulu PDI) dan Partai Golkar (sebelumnya Golkar), maka kehadiran partai berlambang “Mercy” ini sungguh fenomenal. Pertama kali ikut dalam pemilihan umum pada 2004, Partai Demokrat menarik 7,45% [...]

timnas-kalah-statistik-kesempatan-buat-sejarah

Raymond Kaya Kesebelasan Indonesia, Jum’at malam akan berjumpa dengan Iran dalam pertandingan Pra Piala. Jika saja boleh bertaruh maka agak sulit nampaknya untuk mempertaruhkan uang kita untuk kemenangan tim Merah Putih. Betul bahwa bola itu bundar dan apapun bisa terjadi dalam waktu 2 X 45 menit. Tapi Iran memiliki data statistik yang sangat baik saat [...]

lebaran-dan-keprihatinan

Yus Ariyanto Konon, lebaran berasal dari kata “lebar” yang, dalam bahasa Betawi, bermakna luas atau lega. Tapi, lebaran tahun ini kita sungguh belum bisa berlega hati. Sejumlah catatan hitam masih meningkahi kehidupan keberagamaan di Indonesia. Beberapa hari sebelum Ramadan, dua belas terdakwa dalam kasus penyerangan dan pembunuhan tiga pengikut Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, divonis [...]